Era New Normal, Dispar TTS Belum Normal, Dewan Turun Motivasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Era New Normal, Dispar TTS Belum Normal, Dewan Turun Motivasi


MOTIVASI. Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan (kiri) bersama Komisi II DPRD TTS saat memotifasi dan mendorong ASN Dinas Pariwisata untuk memaksimalkan pengelolaan pariwisata di TTS. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

Era New Normal, Dispar TTS Belum Normal, Dewan Turun Motivasi


SOE, TIMEXKUPANG.com-Komisi II DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) didampingi langsung Wakil Ketua DPRD, Relygius Usfunan menyambangi Dinas Pariwisata (Dispar), Jumat (26/6). Kunjungan pimpinan dan anggota DPRD TTS itu dalam rangka memotivasi dan mendorong para ASN di dinas itu untuk meningkatkan kinerjanya agar target pendapatan asli daerah (PAD) yang telah dibuat itu bisa dicapai.

Kehadiran DPRD TTS di Dispar juga sekaligus untuk memastikan adanya desas-desus yang menyebutkan bahwa hubungan kerja antarpegawai dilembaga itu kurang harmonis. Akibatnya berpengaruh terhadap kinerja lembaga.

“Kita ke sini bukan untuk mengevaluasi. Tapi untuk memotivasi dan mendorong Dinas Pariwisata agar memaksimalkan kinerjanya dalam mengelola pariwisata sehingga bisa mencapai target PAD yang ditetapkan,” ungkap Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan dalam pertemuan bersama unsur pimpinan Dirpar TTS.

Relygius menyebutkan, target PAD untuk Dinas Pariwisata TTS dalam tahun ini sebesar Rp 339 juta. Karena wabah Covid-19, target itu diturunkan menjadi Rp 203 juta. Sayangnya, hingga pertengahan tahun ini, pendapatan yang dicapai baru di angka Rp 12.250.000.

Dengan capaian seperti ini, kata Relygius, dikhawatirkan target yang ditetapkan tidak dicapai. Jika demikian, maka akan terjadi kelemahan di keuangan daerah. Karena itu, kehadiran mereka ke OPD penghasil PAD bertujuan mendorong dan memotivasi sehingga bisa memaksimalkan pendapatan dimasa new normal pandemi Covid-19.

Relygius dalam kesempatan itu meminta Dispar TTS agar dapat merencanakan pengelolaan potensi pariwisata di wilayah itu secara baik. Jika direncanakan baik, maka DPRD tentu akan memberi dukungan politik juga dukungan anggaran agar apa yang sudah direncanakan itu bisa dilaksanakan dengan baik.

“Jadi saya harap, Dinas Pariwisata membuat grand design yang baik tentang pengelolaan potensi wisata. Kalau butuh anggaran, pengembangan potensi wisata kami akan dukung asalkan punya grand design-nya. Selama ini kita mau taruh anggaran, tapi kalau tidak ada perencanaan matang nanti anggaran tidak diserap secara baik,” ucap Relygius.

Ketua Komisi II DPRD TTS, Imanuel Olin membeberkan kalau dirinya mendapatkan informasi bahwa di Dinas Pariwisata TTS terdapat kubu-kubuan. Jika kondisi ini benar, tentu sangat berdampak terhadap menurunnya kinerja di lembaga tersebut.

Padahal, menurut Imanuel, dari sisi anggaran, DPPRD telah memberikan dukungan penuh. Jika kondisi yang terjadi saat ini tidak segera dibenahi, maka pada perubahan anggaran nanti DPRD akan menarik kembali anggaran yang telah dialokasikan ke Dinas Pariwisata, dan dialihkan untuk membiayai program pembangunan di dinas lain yang serius memanfaatkan anggaran.

“Saya kira potensi wisata kita sangat banyak. Hanya saja Dinas Pariwisata yang kurang kreatif mengoptimalkan potensi yang ada,” tutur Imanuel.

Sekretaris Dispar TTS, George Pellondou pada kesempatan itu mengakui sejumlah kelemahan dan kendala yang dihadapi di lembaganya. Menurutnya, Dinas Pariwisata TTS tidak memiliki jiwa enterpreneurship, kreatifitas, dan inovasi dalam mengelola potensi wisata yang ada.

George mengibaratkan ASN yang ditempatkan di Dinas Pariwisata tidak berbeda dengan manusia yang sudah mati. Pasalnya tidak ada sedikitpun kegiatan yang dilaksanakan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di TTS.

“Kita tidak miskin potensi wisata, tapi yang terjadi saat ini kita miskin kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan pariwisata,” ungkap George.

George bahkan mengusulkan agar ASN di Dinas Pariwisata yang tidak punya konsep kerja kreatif, inovatif dan berjiwa enterpreneurship dalam membangun pariwisata TTS, sebaiknya digeser saja dan memberikan kesempatan kepada orang lain yang memiliki semangat dan konsep kerja kreatif dan inovatif membangun pariwisata TTS.

Hal tak jauh beda dikemukakan Kepala Seksi Promosi Dalam dan Luar Negeri Dinas Pariwisata TTS, Manuel Banfatin. Menurutnya, sejak ia ditempatkan di Dinas Pariwisata, tidak aktifitas satupun yang dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Manuel mengaku selama ini tidak ada satupun petunjuk Kepala Dinas Pariwisata untuk melakukan aktifitas promosi pariwisata. Karena semua bidang di Dinas Pariwisata tidak ada pekerjaan, maka pihaknya bersepakat untuk bekerja bakti membersihkan dan menata halaman kantor itu.

“Saya selama ada di Dinas Pariwisata ini, hanya pernah ikut kegiatan Musrenbang saja. Selain itu, kami setiap hari nganggur sehingga kami sepakat untuk kerja bakti membersihkan dan menata halaman kantor. Bahkan kunjungan Pansus di lokasi wisata Oetune beberapa waktu lalu itu, kami terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk ikut mendampingi Pansus,” ungkap Manuel.

Yerobiam Benu selaku Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dispar TTS menuturkan, sesungguhnya ia dan staf telah mempersiapkan beberapa program dalam menyambut aktifitas new normal ini, hanya saja sampai saat ini ia belum mendapat petunjuk Kepada Dinas, terkait kesiapan dinas itu menyambut era New Normal.

Yerobiam mengaku, Dinas Pariwisata adalah dinas yang sangat sensitif, sehingga ketika ada salah satu yang bekerja lebih dianggap mulai mengatur. Kondisi itu memaksa ASN yang ada di Dinas Pariwisata TTS tidak bisa bekerja lebih dalam upaya memajukan sektor pariwisata.

Yerobiam berharap kondisi yang terjadi bisa segera berakhir, sehingga potensi wisata di TTS dapat dikelola maksimal demi kemakmuran daerah ini. “Kami sudah buat grand design wisata pantai Oetune, tapi kami tidak dapat petunjuk sehingga kami juga tidak bisa berbuat banyak,” kata Yerobiam.

Kepala Seksi Bidang Promosi Dinas Pariwisata TTS, Vesi Taneo mengharapkan adanya suasana kerja seperti yang ada di dinas lainnya. Pihaknya saat ini, tengah menunggu petunjuk saja dari kepala dinas dalam menyambut new normal. Jika pihaknya mendapat petunjuk, maka akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap beberapa potensi baru yang ada di TTS dimasa new normal. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top