“Neka Tana” Sebelum Tanam Tiang Listrik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

“Neka Tana” Sebelum Tanam Tiang Listrik


TANAM TIANG.Warga Desa Reka menggelar ritual adat Neka Tana sebelum tanam tiang listrik dalam program Listrik Desa di daerah tersebut, pelan lalu. (PLN FOR TIMEX)

Advetorial

“Neka Tana” Sebelum Tanam Tiang Listrik


Warga Raka Ende Dukung Program Listrik Desa

Indonesia dikenal sebagai negara dengan adat istiadat yang begitu melekat di penduduknya. Begitu pula dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Provinsi di bagian Timur Indonesia ini begitu lekat dengan adat istiadat di setiap kabupatennya. Salah satunya adalah Desa Reka yang terletak di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende.

Dengan perjalanan sekira 2 jam perjalanan dari Kota Ende, medan yang harus ditempuh untuk sampai ke Desa Reka terbilang cukup menantang, pekan lalu itu.

Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan di Desa Reka, harus diawali dengan acara adat yang oleh masyarakat sekitar disebut “Neka Tana” atau upacara meminta restu dari leluhur, sehingga pekerjaan bisa berjalan aman dan lancar.

Berangkat dari Kota Ende sekira pukul 08.00 WITA, petugas PLN UP2K Flores harus melalui medan yang cukup sulit untuk sampai ke Desa Reka. Setelah sekitar 2 jam perjalanan akhirnya tim PLN UP2K Flores tiba di lokasi.

Tim langsung disambut oleh Mosalaki (Ketua Adat dalam kebudayaan orang Ende) dan mengucapkan terima kasih kepada PLN UP2K Flores karena sudah meluangkan waktu untuk hadir bersama mereka dan membawa terang bagi mereka.

Setelah mendapat sambutan yang begitu hangat dari masyarakat desa, acara “Neka Tana” dilaksanakan. Mosalaki setempat meminta restu kepada leluhur dengan menggunakan bahasa adat kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan di titik yang akan ditanam tiang.

Kepala Desa Reka, Nobertus Kondrat Yosef Lana mengatakan, warga sangat gembira dengan hadirnya listrik di desa mereka. “Kami sangat senang karena desa Kami akan segera menikmati listrik. Kami siap mendukung seluruh rangkaian pekerjaan pembangunan jaringan listrik di desa kami salah satunya merelakan pohon dipotong agar tiang listrik dapat didirikan,” ungkapnya.

Terpisah, Manager UP2K Flores, Simi Eduard Lapebesi mengatakan, warga Desa sangat antusias membantu pekerjaan. “Karena mereka akan segera menikmati listrik. Kerinduan mereka akan hadirnya listrik kini telah terjawab,” ungkapnya.

Simi optimistis pekerjaan akan selesai dan menjadi kado Hari Kemerdekaan untuk masyarakat. “Kami targetkan pekerjaan di Desa Reka selesai pada Agustus, sehingga pada Hari Kemerdekaan RI nanti warga Desa Reka juga merdeka dari kegelapan,” tutupnya.

Progres Pekerjaan listrik desa ini membutuhkan JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sepanjang 2.91 kms (kilo meter sirkuit), JTR (Jaringan Tegangan Rendah) sepanjang 0.86 kms dan 1 Gardu dengan daya sebesar 50kVa.(*/cel)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top