Temui Kapolda Metro Jaya, Ini yang Dilakukan Herman Hery | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Temui Kapolda Metro Jaya, Ini yang Dilakukan Herman Hery


Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

Temui Kapolda Metro Jaya, Ini yang Dilakukan Herman Hery


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6). Pertemuan itu menyikapi kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan yang diduga dilakukan oknum massa saat menggelar aksi demo penolakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR, Rabu (24/6).

Saat tiba di Mapolda Metro Jaya, politisi asal NTT yang akrab disapa HH itu menyatakan menyesalkan peristiwa pembakaran bendera partai itu. “Saya berdiskusi dengan Kapolda Metro dan Dirkrimum terkait pembakaran bendera PDI Perjuangan beberapa waktu lalu. Kasus ini tidak bisa dibiarkan, harus diproses hukum,” ungkap HH usai bertemu Irjen Nana Sudjana.

HH menyatakan, dalam pertemuan itu ia meminta Kapolda Metro Jaya untuk dapat mengambil langkah-langkah hukum secara profesional. “Negara kita ini adalah negara hukum, bukan barbar,” tandas HH yang mengaku kehadirannya menemui Kapolda Metro hanya berduskusi bukan melaporkan peristiwa pembakaran bendara PDIP itu.

“Polri mitra Komisi III DPR. Saya ingin tahu, sejauh mana langkah-langkah Polri dalam kasus itu,” katanya.

HH menyebutkan, dalam pertemuan itu, ia mendapat penjelasan dari Kapolda Metro bahwa Polri sudah melakukan penyelidikan terkait pembakaran bendera PDIP. “Sudah melakukan profiling serta memiliki bukti-bukti, pihak-pihak yang diduga melakukan pembakaran bendera PDIP tersebut,” beber HH.

Hanya menurut HH, Polri dalam menindak hal ini harus mendapat pelaporan resmi dari pihak PDIP sebagai pihak yang dirugikan. Kapolda Irjen Nana juga menjamin akan profesional dalam mengusut kasus tersebut.

“Jangan sampai terkesan kedatangan saya sebagai Ketua Komisi III, seolah-olah mengintervensi Polri dalam penyelidikan kasus pembakaran ini. Sama sekali tidak,” tegasnya.

Sikap Polri

Sementara itu, Polri memastikan akan menindak lanjuti kasus pembakaran bendera PDIP. Polri akan memperlakukan sama semua laporan polisi yang dibuat oleh warga.

“Polisi akan melakukan penyelidikan secara profesional. Tentunya akan mencari fakta-fakta, kita akan memeriksa saksi dan bukti-bukti yang ada,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (26/6).

Kendati demikian, Argo menyebut sampai saat ini belum ada pihak yang diperiksa dalam kasus tersebut. Penyidik akan terlebih dahulu mempelajari laporan yang telah dibuat sebelum masuk proses penyelidikan.

“Tentunya semua laporan masrayakat yang masuk ke kami kita akan periksa dan tindak lanjuti, semua SOP kita lakukan dan kita tunggu saja dari proses tim penyidik,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar video massa aksi penolakan RUU HIP membakar bendera PKI dan juga bendera PDIP. Video berdurasi 2.33 menit itu diduga terjadi di depan Gedung DPR pada Rabu (24/6).

“Bakar bakar PKI. Bakar PKI sekarang juga,” teriak massa sambil membakar bendera PKI dan PDIP.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap pembakaran bendera partai tersebut.

“Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDIP dengan tegas menempuh jalan hukum. Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi,” ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (25/6). (aln/jpc/jpnn/jpg)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top