Adaptasi Pembelajaran Masa Covid-19, Ini Harapan Dirjen GTK untuk Para Guru | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Adaptasi Pembelajaran Masa Covid-19, Ini Harapan Dirjen GTK untuk Para Guru


Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril saat menjadi pembicara dalam Webinar Guru Belajar: “Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”, Senin (29/6). (FOTO: JawaPos.com/Istimewa)

PENDIDIKAN

Adaptasi Pembelajaran Masa Covid-19, Ini Harapan Dirjen GTK untuk Para Guru


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan Seri Webinar Guru Belajar: “Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”. Acara yang digelar Senin, (29/6) ini dibuka Dirjen GTK, Iwan Syahril.

Lebih dari ribuan peserta dari kalangan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan mengikuti webinar yang berlangsung selama dua jam ini.

Iwan berharap melalui webinar Guru Belajar, bisa menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang belajar para guru melalui penyesuaian sistem pendidikan dimasa pandemi Covid-19.

“Apalagi kita akan memasukinya tahun ajaran baru, dimana para pemangku pendidikan harus bersiap diri memberikan sistem pembelajaran yang berbeda, namun tetap tidak mengurangi mutu pendidikan yang seharusnya,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Iwan yang menjadi keynote Speaker dalam webinar itu menerangkan, pada masa pandemi Covid-19 ini merupakan masa-masa sulit karena berdasarkan data, lebih dari 1,3 miliar murid harus belajar di rumah karena sekolah terpaksa harus tutup. Untuk itu, seri Webinar Guru Belajar ini diselenggarakan sebagai respons kemendikbud dalam menghadapi tantangan dan situasi yang ada.

“Tujuan intinya adalah untuk menghimpun semua energi positif dalam merespon tantangan sehingga kita semua secara bersama-sama mau saling memberdayakan,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga kunci yang disampaikan oleh Iwan untuk menghadapi kondisi saat ini. Pertama adalah berbagi dengan belajar, artinya tidak mungkin menghadapi masalah sekompleks ini tanpa harus berbagi.

Kedua, lanjut Iwan adalah gotong royong. Artinya, semua elemen harus bisa menghadapi ini bersama-sama. Sesuai dengan filosofi luhur bangsa Indonesia, untuk bagaimana caranya bersama-sama saling bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah bersama ini.

“Terakhir, fokus pada murid. Maksudnya adalah apapun yang kita lakukan adalah untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid,” ujarnya.

Iwan juga menekankan, dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini, semua dituntut harus tetap kuat terutama pada literasi, numeresi, dan soft skill (karakter) yang akan membawa bangsa ini untuk terus maju dan berkompetisi secara global.

“Bukan Cuma untuk kita, tapi untuk generasi-generasi muda yang ada di sistem pendidikan kita,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen GTK Profesor Nunuk Suryani menerangkan, animo masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Terbukti dengan jumlah pendaftar yang melampaui kuota yang ditentukan.

Nunuk juga menyarankan kepada seluruh pemangku pendidikan harus segera bersiap-siap, menyiapkan kondisi sebaik mungkin. “Sehingga kita siap mendampingi seluruh peserta didik dalam menyambut tahun ajaran baru yang akan datang, bersamaan dengan diluncurkannya surat edaran bersama empat kementerian yang mana berisi pemberian petunjuk, larangan, tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang,” katanya.

“Karena itu, Ditjen GTK akan bertanggung jawab penuh untuk memfasilitasi, berbagi, bergotong royong memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan akan segala hal kebutuhan menjelang pembelajaran tahun ajaran yang akan datang sesuai standar protokol Covid-19,” tambahnya.

Seri Webinar Guru belajar ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan kedepan dengan menyuguhkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademisi, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top