Bupati dan DPRD Imbau Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pilkada 2020 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati dan DPRD Imbau Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pilkada 2020


Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes bersama Forkopimda TTU, diantaranya Kapolres, Dandim 1618/TTU, Kajari, juga Ketua DPRD. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

POLITIK

Bupati dan DPRD Imbau Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pilkada 2020


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengajak seluruh masyarakat di wilayah setempat untuk tetap menjaga suasana kondusif dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 pada Rabu (9/12) mendatang.

Bupati dua Periode itu juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang kini marak dan bermunculan di media sosial (medsos). Terutama isu sara dan berita hoax yang mengancam kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, khususnya di Bumi Biinmaffo tercinta.

“Jangan kita tergiring dengan informasi yang ada. Mari kita jaga bersama-sama agar Kabupaten TTU tetap bersatu padu dan tetap menciptakan situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020,” pinta Ray Fernandes saat ditemui di Kefamenanu, Senin (29/6).

Bupati Ray menambahkan, pelaksanaan Pilkada yang berlangsung di tengah Pandemi Covid-19 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan meskipun telah ditetapkan status new normal oleh Pemerintah Pusat.

“Kita ingin menciptakan proses demokrasi yang bersih, jujur, adil dan bijaksana di tengah pandemi Covid-19 sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang baik pula,” kata Ray.

Ketua DPRD TTU Hendrikus Frederikus Bana juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi keamanan bagi diri sendiri. Apabila setiap masyarakat mampu menciptakan situasi kondusif dari dalam diri tentu dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif pula. Apalagi, Petugas gabungan dari TNI-Polri selalu melakukan patroli untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kalau setiap masyaraakat mampu mengendalikan diri dengan baik dan menciptakan situasi yang kondusif tentu tidak akan mudah terpengaruh dengan berita hoax dan isu sara menjelalng pelaksanaan pesta demokrasi untuk mencari pemimpin politik lima tahunan ini,” kata Hendrik Bana.

Terpisah, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas mengatakan Kabupaten TTU tercatat sebagai daerah rawan karena pernah ada masalah yakni kantor KPU TTU pernah mengalami kebakaran.

Hal tersebut menjadi atensi sehingga secara nasional TTU tercatat sebagai salah satu daerah zona merah. “Karena itu perlu mendapat perhatian serius karena tergolong sebagai daerah yang berpotensi konflik dalam Pilkada ini,” terang Nelson.

Meski demikian, lanjut Nelson, pihaknya bersama TNI dan Pemkab TTU telah membangun kerja sama menghadapi masalah tersebut sehingga menjelang dan memasuki hari H nanti dipastikan siap dalam seluruh proses pengamanan.

Menurut Nelson, apabila harus membutuhkan kekuatan tambahan maka pihaknya akan segera bersurat ke Polres-Polres terdekat seperti Polres TTS untuk meminta BKO. Kebetulan, Polres terdekat yang tidak mengadakan Pilkada. Pihaknya juga akan bersurat ke Polda dan Brimob terkait kesiapan pasukan jika sewaktu-waktu membutuhkan tambahan personil pengamanan.

Menyinggung terkait sejumlah tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan secara online, kata Nelson, pihaknya akan menyiapkan tim cyber yang akan bertugas memantau dan mengawasi pelaksanaan setiap tahapan Pilkada 2020.

“Prinsipnya pihak Kepolisian bersama dengan TNI siap untuk mengamankan setiap tahapan Pilkada 2020. Baik itu dilakukan secara langsung maupun secara online melalui media sosial. Untuk Tahapan yang akan dilaksanakan secara online akan dipantau secara langsung oleh tim cyber,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top