Warga Matim Dapat Pengobatan Gratis, Theresia Wisang: Tiap Rumah Harus Ada Jamban Sehat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Matim Dapat Pengobatan Gratis, Theresia Wisang: Tiap Rumah Harus Ada Jamban Sehat


PENGOBATAN GRATIS. Dokter Dedek, Theresia Wisang, dan petugas Klinik PK A&A Rahmat saat memberi pelayanan kesehatan bagi warga Desa Compang Nengker dan Gurung Turi, Minggu (28/6). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Matim Dapat Pengobatan Gratis, Theresia Wisang: Tiap Rumah Harus Ada Jamban Sehat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga Desa Pemekaran Compang Nengker dan Gurung Turi, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Minggu (28/6) siang mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis dari Klinik Pelayanan Kasih (PK) A&A Rachmat. Selain itu, warga juga mendapat masker gratis.

Terpantau, kegiatan bakti sosial (Baksos) itu berlangsung di salah satu ruang kelas SD Negeri Golo Ndale, Desa Pemekaran Compang Nengker. Dihadiri langsung pengelola klinik PK A&A Rachmat, Theresia Wisang, dr. Dedek H, Penjabat Desa Pemekaran Compang Nengker Stanislaus Nunjun, perawat, petugas klinik, dan warga dua desa tersebut.

Semua yang hadir menggunakan masker dan diwajibkan cuci tangan sebelum masuk ke ruangan. Tempat duduk juga diatur jarakanya. Sekira ratusan warga yang datang, begitu antusias dengan pelayanan pengobatan gratis ini.

Selain pelayanan kesehatan, klinik PK A&A Rachmat yang beralamat di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, juga memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada warga yang hadir.

Dalam kegiatan itu, Theresia Wisang menyerahkan sejumlah bantuan untuk desa pemekaran itu. Termasuk kelender berisi sosialisasi pola hidup bersih dan sehat. Juga penyerahan bantuan masker bagi sejumlah lembaga sekolah yang ada di Poco Ranaka.

Pengelola klinik PK A&A Rachmat, Theresia Wisang, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela baksos kesehatan mengatakan, kegiatan itu terlaksana atas kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Matim. Dilakukan untuk membantu masyarakat dalam hal pengobatan serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Kami sadar bahwa kesehatan itu hal yang sangat penting. Sehingga kami hadir membantu warga disini, memberikan pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Agar warga selalu sehat, dan dapat terus melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Yang paling penting juga, kami memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat,” kata Theresia.

Diakatakanya, kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah desa itu, merupakan kali kedua. Setelah tahun sebelumnya, pihak klinik PK A&A Rachmat melakukan pemeriksaan golongan darah. Memilih kegiatan di dua desa tersebut, mengingat tingkat kematian bayi baru lahir dan ibu melahirkan terbilang tinggi.

“Termasuk disini juga banyak kasus kematian balita, akibat terserang penyakit. Sehingga kami punya perhatian khusus kepada dua desa ini. Kami tentu terus-menerus memberikan edukasi kepada warga tentang pola hidup bersih dan sehat. Harapanya, kasus kematian bayi baru lahir dan ibu melahirkan, bisa ditekan dan tidak ada lagi,” ujar Theresia.

Menurutnya, supaya sehat tidak saja hanya dengan minum obat, tapi yang paling sangat penting harus dengan melakukan pencegahan supaya sakit itu tidak ada. Untuk itu pola hidup yang sehat dan bersih, sangat penting. Baik itu bersih untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Termasuk kata Theresia, setiap rumah tangga, harus memiliki WC atau jamban sehat/toilet sendiri.

“Pola hidup sehat itu dan bersih itu sangat sederhana. Seperti menjaga kebersihan rumah kita mulai dari WC, ruangan tamu, halaman atau sekeliling rumah. Setiap kepala keluarga, harus ada bangunan WC yang memenuhi standar kesehatan. Satu hal yang perlu diperhatikan, juga dengan menjaga makanan yang berkualitas atau bergizi,” ungkap sosok yang juga istri dari Bupati Matim, Agas Andreas.

Theresia juga meminta warga masyarakat ikut mencegah penyakit DBD. Pastikan di setiap rumah, harus pakai kelambu. Selain itu, di era new normal, warga tetap diminta untuk tetap waspada dengan melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Caranya, pakai masker ketika keluar rumah dan bertemu dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta hindari kerumunan.

“Saya minta kepada warga masyarakat, di era new normal tidak berarti bebas dengan tidak mengikuti protokol kesehatan. Tapi kita tetap waspada dengan ikut protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Karena pandemi ini belum berakhir. Kita tetap dan terus bekerja keras dan kerja sama melawan penyebaran covid-19,” tandas Theresia.

Penjabat Kades Compang Nengker, Stanislaus Nunjun, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengelola klinik A&A Rachmat dan PMI Matim, yang telah memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi pola hidup sehat dan bersih bagi warga setempat. Pelayanan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kepedulian dari Klinik dan PMI, sangat luar biasa. Warga mendapat pemeriksaan kesehatan secara gratis. Obat juga dapat gratis. Tentu yang sangat bersyukur juga, warga disini bisa diberi sosialisasi atau edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat. Itu artinya, sehat itu sangat begitu penting bagi setiap orang,” ungkap Stanislaus.

Stanislaus menyebutkan, warga masyarakat di desa yang ia pimpin itu sebanyak 1.353 jiwa. Terdiri dari 672 laki-laki, dan 681 perempuan. Sementara jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 346 KK. Untuk desa pemekaran Compang Nengker, masih banyak warga yang belum memiliki wc sehat.

“Di sini hampir semua rumah sudah milik WC. Tapi kebanyakan WC yang belum masuk standar sehat alias masih WC cemplung. Kami sudah data dan nanti coba usul bisa dibangun dengan dana desa (DD) atau dari APBD. Kalau DD, masih tergantung di desa induk. Untuk listrik dan air sudah aman. Tapi disini ada 32 rumah yang belum ada materan listrik,” pungkas Stanislaus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top