PLN UP3 Sumba Edukasi Manfaat dan Bahaya Listrik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PLN UP3 Sumba Edukasi Manfaat dan Bahaya Listrik


SOSIALISASI.Petugas PLN UP3 Sumba mengedukasi warga Sumba Barat Daya tentang manfaat dan bahaya listrik, Rabu 22 Juni 2020. (PLN NTT FOR TIMEX)

Advetorial

PLN UP3 Sumba Edukasi Manfaat dan Bahaya Listrik


KUPANG, TIMEX-PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan ekselen bagi seluruh masyarakat khususnya di Pulau Sumba. Tidak hanya memberikan layanan listrik yang andal, PLN juga ikut nengedukasi masyarakat, khususnya tentang manfaat dan bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak terbentuknya biro khusus yang menangani Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L) pada Juni 2019, secara kontinyu PLN UP3 Sumba turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi manfaat dan bahaya listrik. Edukasi ini tidak hanya dilakukan di setiap kecamatan, tetapi juga kepada generasi muda di Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK) di daratan Sumba.

Manager UP3 Sumba, Made Hary Palguna berpesan kepada Tim K3L Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Jaya Kabupaten Sumba Barat Daya agar melakukan tatap muka dengan perwakilan masyarakat ketika melakukan sosialisasi terkait manfaat dan bahaya listrik.

Seperti sosialisasi yang dilaksanakan untuk masyarakat di Desa Wee Kombaka Kecamatan Wejewa Barat tetap mengutamakan protokol kesehatan dan physycal distancing. Edukasi manfaat dan bahaya listrik ini dipimpin langsung Pejabat K3L, Yanuarius Kahiawa Romu dan didampingi Supervisor Pelayanan dan Administrasi, Ade Setiawan, Rabu 22 Juni 2020.

Dalam sosialisasinya, Ade jelaskan, listrik memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat mendukung kehidupan masyarakat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lainnya. Tetapi apabila dalam pemakaiannya tidak bijak, listrik dapat menimbulkan bahaya seperti konsleting bahkan kebakaran.

“Kami harap seluruh masyarakat dapat mendukung PLN untuk menjaga listrik agar dapat dinikmati bersama-sama, dengan cara tidak bermain layangan di dekat jaringan PLN, tidak menumpuk stop kontak pada satu aliran listrik, rutin mengecek instalasi rumah minimal lima tahun sekali dan segera laporkan ke petugas PLN bila ada kabel PLN yang sampai mengenai jalan atau rumah pelanggan,” kata Ade.

Salah satu warga, Andrina Umbu Kalli di Desa Wee Kombaka Kecamatan Wewewa Barat pada kesempatan itu mengatakan, informasi tentang bahaya listrik ini sangat penting agar pihaknya bisa memberi tahu anak-anak untuk tidak bermain dekat dengan jaringan listrik dan juga pohon-pohon agar dapat ditebang apabila sudah dekat dengan jaringan.

Sampai tahun 2020, edukasi manfaat dan bahaya listrik telah disampaikan di lebih dari 20 kecamatan atau desa di seluruh daratan Sumba. Misalnya di Sumba Timur telah dilaksanakan di Kecamatan Kota Waingapu, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kecamatan Kambera, Desa Ananjaki, Desa Jangga Mangu, Desa Matawai Pawali, Desa Nangga, Desa Winumuru, Desa Kataka, Desa Matawai Maringgu, dan Kecamatan Tabundung, Desa Praibakul, Desa Rambangaru, Desa Kondamara, Desa Rakawatu, dan Desa Tandula Jangga.

Di Sumba Barat telah dilaksanakan di Desa Wangga Waiyengu, Desa Bolu Bokat, Desa Bolu Bokat Utara, Desa Bolu Bokat Barat, Desa Maradesa, Desa Maradesa Selatan, Desa Maradesa Timur, Desa Weluk Praimemang, Desa Sambali Loku, Desa Maderi, Desa Umbu Jodu. Di Sumba Tengah, Desa Hupu Mada, Desa Bali Lku, Desa Rajaka, dan Desa Patiala Dete.

Di Sumba Barat Daya telah dilaksanakan di SMAK Waikabubak, Desa Wee Namba, Desa Lete Kamouna, Desa Wee Paboba, Tanjung Karoso, Desa Loko Kalada, Desa Kalena Rongo, Desa Onggol, Desa Kawango Hari, Kecamatan Kodi Utara, Kecamatan Tanarighu, Desa Weekombaka dan Desa Waiha.(*/cel)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top