21 Pasien Covid-19 di Sikka Dinyatakan Sembuh, Peran Tenaga Medis Patut Diapresiasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

21 Pasien Covid-19 di Sikka Dinyatakan Sembuh, Peran Tenaga Medis Patut Diapresiasi


Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Sikka, Petrus Herlimus. (FOTO: Karel Pandu/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

21 Pasien Covid-19 di Sikka Dinyatakan Sembuh, Peran Tenaga Medis Patut Diapresiasi


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 21 pasien yang positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Sikka sudah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, dari total 27 pasien positif, kini tersisa enam pasien yang masih di rawat di ruang isolasi RSUD dr. TC Hillers Maumere.
Selama dalam perawatan, kondisi enam pasien tersebut tampak gemuk dan tidak mengalami keluhan apapun. “Dipastikan selama sepekan mendatang kami yakini mereka akan sembuh total,” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlimus, kepada wartawan di Maumere, Selasa (30/6).

Sementara itu, kata Petrus, dari tujuh orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sikka yang telah diambil swab-nya setelah diperiksa hasilnya negatif. Mereka dipulangkan hari ini (1/7).

Petrus berharap tidak ada lagi penambahan pasien baru di saat pandemi Covid-19, dan jika pekan depan enam pasien yang masih dirawat sudah dinyatakan negatif, maka Sikka sudah bisa masuk zona hijau.

“Kita berharap tidak ada lagi penambahan pasien baru. Enam orang yang sedang dirawat saat ini, jika minggu depan dinyatakan sembuh maka kabupaten Sikka memasuki zona hijau. Namun protokoler kesehatan harus tetap dijalankan,” tandas Petrus.

Petrus juga mengaku, pada Sabtu (4/7) nanti akan di-launching Laboratorium PCR di RSUD dr. TC Hillers Maumere. Dengan demikian, lanjut Petrus, pemeriksaan swab untuk daratan Flores dan Lembata dapat dilakukan di RSUD TC Hillers Maumere sebagai salah satu rumah sakit rujukan. “Nanti masyarakat di Sikka juga tidak perlu harus menunggu lama untuk mengetahui hasil swab-nya, karena pemeriksaaannya langsung di Kabupaten Sikka,” kata Petrus.

Kabupaten Sikka, lanjut Petrus, diuntungkan karena tidak ada transmisi lokal dan belum adanya kematian akibat virus korona. Padahal jumlah pasien terbanyak berasal dari Kabupaten Sikka. Namun berkat kerja keras petugas kesehatan melalui tim gerak cepatnya, semua pasien dapat diatasi dan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sembuh. Oleh karena itu, kata Petrus, petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 patut diberi apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Petrus juga menyebutkan, selama penanganan Covid-19 di Sikka, anggaran yang digunakan mencapai Rp 9 miliar. Dana sebesar itu sudah dilakukan penghematan lantaran adanya bantuan oleh pihak ketiga seperti bantuan APD dan fasilitas lainnya.

Unit Gerak Cepat 119

Petrus menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka juga tengah membangun satu unit pelayanan gerak cepat 119. Unit pelayanan ini, jelas Petrus, akan melakukan gerak cepat apabila terjadi kecelakaan dimana saja di wilayah kabupaten Sikka akan secepatnya ditangani, hanya bermodalkan hand pone sebagai sarana untuk mengontak ke 119. Dengan demikian titik kecelakaan akan langsung diketahui oleh para petugas.

“Kita sedang membangun satu unit pelayanan gerak cepat untuk melayani kecelakaan di wilayah Kabupaten Sikka. Cukup kontak ke 119 maka petugas akan langsung mengetahui titik dimana lokasi kecelakaan itu terjadi,” jelas Petrus. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top