Rakyat NTT Tunggu Surat Jokowi Selesaikan Pencemaran Laut Timor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rakyat NTT Tunggu Surat Jokowi Selesaikan Pencemaran Laut Timor


Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Rakyat NTT Tunggu Surat Jokowi Selesaikan Pencemaran Laut Timor


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Petaka tumpahan minyak Montara yang ikut mencemari Laut Timor pada 21 Agustus 2009 lalu, memasuki tahun ke-11.

Setelah lewat satu dasawarsa terakhir ini, rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) menunggu sebuah surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditujukan kepada Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison agar dapat segera menyelesaikan kasus ini bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Montara yang dibentuk tiga tahun lalu oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kami rakyat Nusa Tenggara Timur meminta sebuah surat dari Presiden Joko Widodo sangatlah memiliki alasan kuat, yakni pada Pemilu 2019 lalu, kami semua dengan penuh semangat memberikan seluruh hak suara kami untuk mendukung Joko Widodo dan ternyata dukungan kami yang tertinggi di seluruh Indonesia mencapai 90 persen suara,” ungkap Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni kepada TIMEXKUPANG.com, kemarin (1/7).

Ferdi menyebutkan, Satgas Montara bentukan Luhut Binsar Pandjaitan itu terdiri dari lima orang, yakni Purbaya Yudha Sadewa (Ketua) dengan anggota-anggota: Prof. Hasjim Djalal, Admiral Fred Lonan, Dirjen AHU Kemenkumham, Cahyo Muzhar, dan Ferdi Tanoni dari Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB).

BACA JUGA: Ferdi Tanoni: Pencemaran Laut Timor Tanggung Jawab Mutlak Australia

BACA JUGA: 10 Tahun Pencamaran Laut Timor, Ini Surat Terbuka YPTB untuk Australia

Ferdi mengemukakan, dengan hasil pemilihan pada 2019, dimana pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih hasil perlehan suara sangat maksimal di NTT, maka rakyat NTT yang menjadi korban petaka Montara di Laut Timor yang tersebar di 13 kabupaten/Kota meminta dengan hormat agar permohonan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dapat dkabulkan, Yakni berkenan segera menandatangani surat yang ditujukan kepada PM Australia Scott Morrison bisa segera terealisasi agar upaya penyelesaian masalah pencemaran atas Laut Timor bisa dituntaskan.

“Saat ini kami rakyat korban sangat menderita akibat perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan Pemerintah Australia. Kami berharap agar dalam minggu yang baru ini sudah bisa menerima sebuah berita positif dari Presiden Joko Widodo tentang permohonan surat yang telah kami ajukan tersebut,” harap Ferdi Tanoni.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil Pemilu 2019 untuk Provinsi NTT, menetapkan pasangan nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di NTT.

Hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma’ruf mendapat 2.368.982 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 305.587 suara.

“Untuk NTT sah ya,” ujar pimpinan rapat Ilham Saputra di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Selisih perolehan keduanya mencapai 2.063.395 suara. Jumlah pemilih di NTT sebanyak 3.500.489 orang. Dari suara yang masuk, sebanyak 43.895 suara tidak sah. Sehingga, jumlah surat suara sah 2.674.569. (aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top