Tertindih Batang Pohon Ampupu, Daniel Seko Tewas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tertindih Batang Pohon Ampupu, Daniel Seko Tewas


EVAKUASI. Aparat Polsek Miomaffo Barat bersama masyarakat mengevakuasi Daniel Seko, Warga Desa Fatuneno, TTU yang meninggal dunia akibat tertindih batang pohon ampupu di Kampung Sumlili, Rabu (1/7) sore. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tertindih Batang Pohon Ampupu, Daniel Seko Tewas


Keluarga Menerima Kematian Korban Sebagai Musibah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Daniel Seko, 52, warga RT 009/RW 004, Desa Fatuneno, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meninggal dunia akibat tertindih batang pohon ampupu saat tengah memotong pohon tersebut di kampung Sumlili, Rabu (1/7) sore. Korban menyensor pohon ampupu yang diketahui milik Mikael Anin itu karena telah lama tumbang di tepi tebing desa itu.

Korban yang sehari-harinya berprofesi sebagai operator sensor pohon itu menemui ajal ketika pohon yang lagi dipotong dengan mesin sensor tiba-tiba saja terguling ke bawah.

Korban yang saat itu melompat ke arah tergulingnya batang pohon itu ikut tertindih hingga meregang nyawa. Keluarga pun ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini di lokasi kejadian, Rabu (1/7) sekira pukul 13.00 Wita, menyebutkan, korban Daniel Seko bersama Sekretaris Desa Fatuneno, Emilianus Naben, pergi ke Kampung Sumlili, Desa Fatuneno untuk memotong kayu ampupu milik Mikael Anin. Pohon itu sudah lama tumbang di tepi tebing.

Setibanya di lokasi, korban sempat menajamkan rantai mesin sensor yang sudah tumpul di atas batang pohon yang akan di potong dan langsung memotong batang kayu tersebut. Korban naik ke atas batang kayu ampupu berdiameter 4,85 sentimeter untuk memotongnya. Namun berselang beberapa lama kemudian, batang pohon yang sedang dipotong korban terguling ke bawah karena posisi batang kayu berada di pinggir tebing.

Pada saat batang kayu terguling ke bawah, posisi korban masih berada di atas batang kayu tersebut. Korban sontak melompat ke arah bawah mengikuti arah tergulingnya kayu tersebut sehingga tubuh korban langsung tertindih batang kayu itu.

Melihat kejadian tersebut, saksi Emilius Naben langsung berteriak meminta tolong kepada masyarakat untuk membantu mengangkat batang kayu yang sementara menindih tubuh korban. Sayangnya, tubuh korban tidak bergerak lagi dan punggung kaki bagian kiri korban mengalami luka robek.

Masyarakat pun bergegas menolong korban dengan membawa ke Puskesmas Eban untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas medis menyimpulkan bahwa nyawa korban tidak bisa tertolong dan korban telah meninggal dunia pada saat di TKP.

Kapolsek Miomaffo Barat, Iptu Yadokus Feka, ketika dikonfirmasi Timor Express, Rabu (1/7) membenarkan peristiwa tersebut.

Dikatakan, korban mengalami kecelakaan saat tengah memotong batang pohon ampupu di kampung Sumlili, Desa Fatuneno. Batang kayu pohon ampupu yang dipotong oleh korban itu sudah ditebang masyarakat kurang lebih sebulan yang lalu dan pada saat korban memotong kayu tersebut posisi batang kayu sudah dalam keadaan tertidur di pinggir tebing.

“Korban rupanya tidak memperhitungkan secara baik kalau batang pohon akan terguling ketika memotong. Karena korban kurang berhati-hati dengan posisi batang kayu yang berada di pinggir tebing yang miring dan diameter kayu tersebut besar sehingga korban panik dan salah melompat mengamankan diri,” jelasnya.

Yadokus menambahkan, pihak Kepolisian setempat bersama masyarakat telah melakukan evakuasi terhadap korban dari TKP ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tidak tertolong.

Menurut Yadokus, keluarga korban tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan menerima sebagai jalan hidup korban. “Istri korban membuat surat penyataan mengetahui kepala desa setempat untuk tidak mempermasalahkan kejadian tersebut ke jalur hukum sehingga proses hukum dengan sendirinya akan dihentikan,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top