Fungsikan Meteran Air Warga, BLUD SPAM Registrasi Warga Bangka Kantar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Fungsikan Meteran Air Warga, BLUD SPAM Registrasi Warga Bangka Kantar


CEK METER. Petugas BLUD SPAM sedang mengecek kondisi meteran air di Mondo, Desa Bangka Kantar akhir Juni 2020 lalu. (FOTO: BLUD SPAM Matim for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Fungsikan Meteran Air Warga, BLUD SPAM Registrasi Warga Bangka Kantar


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tahun 2018 lalu, sebagian warga Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendapat paket jaringan air minum dan meteran gratis dari Pemerintah. Untuk memfungsikan water meter tersebut, pihak BLUD SPAM lakukan registrasi.

“Sekarang kita sedang proses untuk pengaktifan meteran hibah dari Pemda Matim bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bangka Kantar. Kegiatanya dengan mengunjungi warga dari rumah ke rumah. Registrasi ini untuk jadi pelanggan tetap,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Umum BLUD SPAM Matim, Fransiskus Y. Aga, kepada TIMEXKUPANG.com, di Borong, Selasa (30/6).

Menurut Fransiskus, proses registrasi dan pengaktifan pelanggan MBR itu telah berjalan sejak 27 Juni 2020. Setelah selesai pengaktifan itu, air baru bisa mengalir melalui jaringan yang sudah ada dan diatur jadwal distribusinya dengan mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi dan jumlah pelanggan yang ada. Aset jaringan air minum bersih itu baru diserahkan ke BLUD SPAM untuk dikelola pada Maret 2020.

“Meteran hibah MBR ini program Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Matim. Proses pengaktifan saat ini, itu setelah dilakukan proses pembenahan jaringan transmisi dan distribusi dari Wae Rana Mese, Kecamatan Rana Mese, ke reservoar Jengok, Desa Bangka Kantar,” jelas Fransiskus.

Fransiskus menyebutkan, terkait proses registrasi, pengkatifan dan sosialisasi ke pelanggan, pihak BLUD SPAM Matim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bangka Kantar. Sehingga dengan diaktifkan meteran pelanggan ini, diharapkan semua warga penerima hibah water meter MBR segera melengkapi persyaratan administrasi.

“Kalau sudah lengkapi persyaratan adminitrasi, maka pasti tercatat sebagai pelanggan baru BLUD SPAM Matim. Peran serta masyarakat sepanjang jalur transmisi dari Wae Rana Mese hingga reservoar Jengok, itu sangat diharapkan. Mengingat pelayanan di Desa Bangka Kantar, nantinya bergantung pada pasokan air dari jalur transmisi tersebut,” jelas Fransiskus.

BACA JUGA: 90 KK Dapat Sambungan Meteran Air, 2 Tahun Air Tak Mengalir, Kades Bangka Kantar: Mubazir

Fransiskus berharap agar warga Desa Bangka Kantar disepanjang jaringan distribusi senantiasa menjaga sarana air minum yang sudah terpasang itu.

Fransiskus menambahkan, jumlah warga penerima hibah meteran MBR atau yang sedang dalam proses pengaktifan di desa itu, seluruhnya berjumlah 80 kepala keluarga.

“Sarana ini belum menjangkau semua warga di Desa Bangka Kantar. Ini baru menjangkau warga Kampung Mondo dan sebagian warga Kampung Jengok. Ada juga pelanggan mandiri di desa itu, yakni di Kampung Jengok sebanyak 35 sambungan,” sebut Fransiskus.

Bagi warga lain atau yang belum mendapat meteran, kata Fransiskus, diberi kesempatan untuk mendaftar ke Kantor BLUD SPAM. Namun pelayanan ke depan disesuaikan dengan kapasitas produksi air. Karena itu, distribusinya diatur dengan jadwal air mengalir. Selama ini untuk pelanggan mandiri, jadwal distribusinya dua kali dalam satu minggu, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Pelayanan itu berjalan aman dan lancar.

Warga penerima hibah MBR, Stevanus Jada, yang ditemui TIMEXKUPANG.com di kediamanya di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, mengatakan petugas dari BLUD SPAM Matim, Senin (29/6) telah mendatangi rumah dan mendata untuk menjadi pelanggan BLUD SPAM. Pihak keluarga Stevanus juga telah menyerahkan berkas syarat yang diminta, seperti Kartu Keluarga (KK) dan e-KTP.

“Petugas sudah datang rumah ini dan melakukan daftar untuk jadi pelanggan. Termasuk warga lain disini yang sama-sama terima hibah meteran air dari pemerintah tahun lalu. Mereka juga jelaskan terkait tujuan kegiatan pendaftaran itu. Berharap, setelah ini kami sudah bisa dilayani kebutuhan air bersih. Selama ini air untuk minum, kita pakai beli,” kata Stevanus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top