Menkes Terbitkan 8 Protokol Kesehatan Perjalanan Domestik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menkes Terbitkan 8 Protokol Kesehatan Perjalanan Domestik


Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Menkes Terbitkan 8 Protokol Kesehatan Perjalanan Domestik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di Bandara dan Pelabuhan. Langkah itu dilakukan seiring dengan kebijakan pemerintah daerah yang kembali membuka sektor publik secara bertahap.

Surat Edaran (SE) tersebut yakni SE Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Terawan mengatakan, SE ini menjadi panduan bagi petugas yang berwenang dalam melakukan pengawasan terhadap penumpang domestik di bandara dan pelabuhan. Pengawasan juga dilakukan oleh dinas kesehatan daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, serta panduan bagi lintas sektor terkait maupun masyarakat dalam rangka menuju masyarakat produktif dan aman dari penularan Covid-19.

“Dengan menerapkan protokol ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko dan dampak pandemi Covid-19 dalam perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan, yang mana berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19 akibat berkumpulnya sejumlah atau banyak orang dalam satu lokasi,” kata Menkes Terawan, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (2/7).

Ia memaparkan, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh seluruh jajaran unit atau organisasi masing-masing di wilayah bandara dan pelabuhan. Pertama, seluruh penumpang dan awak alat angkut moda transportasi udara dan laut baik pribadi maupun umum dalam melakukan perjalanan dalam negeri harus dalam keadaan sehat dan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Kedua, harus memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif yang berlaku paling lama 14 hari atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibody nonreaktif yang berlaku paling lama 14 hari sejak surat keterangan diterbitkan. Serta, Kartu kewaspadaan sehat atau Health Alert Card (HAC).

Ketiga, surat keterangan pemeriksaan RT-PCR atau surat keterangan pemeriksaan rapid test penumpang dan awak alat angkut yang melakukan perjalanan dalam negeri, diterbitkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerah kabupaten/kota.

Keempat, jika dinas Kesehatan kabupaten/kota belum menetapkan pelayanan Kesehatan yang bisa menerbitkan surat keterangan pemeriksaan RT-PCR dan surat keterangan pemeriksaan rapid test, maka kedua test tersebut dapat dilakukan di rumah sakit rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Bisa juga di rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang melaksanakan pelayanan penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV), atau rumah sakit lain milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Kelima, memiliki kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC yang diperoleh dengan mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) melalui Google Play/ App Store atau dengan mengakses melalui inahac.kemkes.go.id, dan diisi pada saat keberangkatan baik secara elektronik maupun nonelektronik.

Keenam, pada saat pembelian tiket pesawat dan kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen nonreaktif kepada pihak maskapai atau pelayaran perjalanan secara elektronik maupun non elektronik, dan telah mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) serta telah mengisinya.

Ketujuh, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan keberangkatan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut. Validasi surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen nonreaktif milik penumpang dan awak alat angkut, dengan cara membubuhkan paraf dan stempel di sudut kanan atas.

Serta, memastikan kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC secara elektronik maupun non elektronik telah diisi oleh penumpang atau awak alat angkut. Kedelapan, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan kedatangan melakukan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut dan verifikasi kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC elektronik maupun nonelektronik yang dibawa oleh penumpang.

Terakhir, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dapat mengakses informasi kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri yang melalui bandara atau pelabuhan ke wilayahnya melalui aplikasi eHAC. “Dengan dilaksanakannya Protokol Pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan Covid-19,” pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top