Perjuangan 4 Tahun Berbuah Manis, Pemkab Malaka Raih Opini WTP BPK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perjuangan 4 Tahun Berbuah Manis, Pemkab Malaka Raih Opini WTP BPK


BUAH KERJA KERAS. Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, Sekda Donatus Bere dan pimpinan perangkat dearah mengikuti penyampaian LHP BPK RI Perwakilan NTT atas LKPD tahun anggaran 2019 yang berlangsung secara virtual, Jumat (3/7). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Perjuangan 4 Tahun Berbuah Manis, Pemkab Malaka Raih Opini WTP BPK


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dalam memperbaiki kinerja pemerintahan khususnya terkait pengelolaan keuangan daerah berbuah manis. Upaya dan kerja keras Pemkab dibawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran untuk memperbaiki opini disclaimer pada 2014-2015 menjadi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berbuah kesuksesan pada tahun 2019.

BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) memberi Opini WTP kepada Pemkab Malaka atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019.

Opini ini diperoleh setelah Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT, Adi Sudibyo mengumumkan prestasi Pemkab Malaka itu melalui video conference pada Jumat (3/7) petang. Ketika BPK mengumumkan Malaka meraih Opini WTP, Bupati dr. Stef Bria Seran, MPH, Sekda Malaka, Donatus Bere bersama pimpinan perangkat daerah yang mengikuti dari aula kantor Bupati di Betun secara virtual itu langsung bertepuk tangan.

Pantauan Timor Express, Bupati dr. Stef dan perangkatnya tampak lega karena perjuangan dan kerja keras mereka selama tiga tahun menghasilkan prestasi yang dicita-citakan sebagaimana dalam PIN khusus yang tergantung didada Bupati hingga perangkat paling bawah daerah itu.

Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, usai kegiatan tersebut kepada Timor Express menjelaskan, prestasi meraih WTP atas LHP BPK RI merupakan opini paling tinggi, dan ini merupakan kali pertama diraih Pemkab Malaka. Sejak tahun 2014 dan 2015, Pemkab Malaka menerima disclaimer, lalu tiga tahun berturut-turut, pada 2016, 2017, dan 2018 meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Tapi akunnya dari tahun 2016 itu makin tahun makin berkurang. Pada 2016 WDP itu tiga akunya, 2017 dua akun dan 2018 masih tetap dua, dan tahun 2019 semuanya sudah bisa diselesaikan sehingga bisa meraih WTP,” ungkap Bupati dr. Stef.

Bupati Stef menjelaskan, untuk meraih opini WTP ini harus memenuhi lima kriteria. Pertama, harus ada kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintah. Kedua, kecukupan pengungkapan laporan keuangan yang memadai. Ketiga, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Keempat, efektifitas sistem pengendalian internal, dan kelima, tindaklanjut temuan.

“Kami punya tekad sejak tahun 2016 kami gunakan PIN, dimana 2016 -2017 Pemda kejar WTP karena kami belum tahu. Ibarat berburu rusa, kami tidak tahu rusanya ada dimana. Pada 2018 kami sudah tahu rusanya ada dimana, untuk itu kami bertekad harus meraihnya, dan hari ini (Jumat, 3/7, Red) berkat kerja keras semua perangkat daerah, mulai dari kabupaten, kecamatan hingga sampai di desa, opini yang diberikan adalah WTP,” ungkap Bupati Malaka.

Atas capaian tersebut, Bupati dr. Stef menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pejabat dan seluruh staf dibawah pimpinan Sekda yang sudah bekerja keras sehingga Pemkab Malaka bisa meraih WTP.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada pimpinan DPRD yang telah melakukan pengawasan politik terkait dengan anggaran sehingga opini WTP ini bisa diraih. Terima kasih banyak juga untuk BPK RI Perwakilan NTT yang dengan luar biasa melakukan pendampingan, dengan ketelitian dalam menemukan berbagai temuan serta memberikan rekomendasi bagaimana mengatasi temuan-temuan tersebut,” kata dr. Stef.

Dokter Stef juga menyampaikan terima kasih kepada Aparat Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP), dalam hal ini Inspektorat Kabupaten dan Provinsi, BPKP yang sangat membantu untuk melakukan pendampingan-pemdampingan terhadap penggunaan keuangan daerah (APBD). Terima kasih juga kepada aparat penegak hukum (APH) yang juga memberikan pendampingan kepada para pejabat mana kala ada kesalahan, dari pihak kejaksaan, kepolisian juga membuka pintu untuk pemerintah berkonsultasi manakala ada kekurangan.

“Saya atas nama Bupati menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu, termasuk wartawan yang sudah mengungkap kesalahan-kesalahan pengelolaan keuangan desa, kecamatan, maupun kabupaten,” ucap dr. Stef.

Setelah sukses meraih opini WTP, Bupati Stef kembali mengingatkan seluruh aparaturnya untuk tetap bekerja dengan gigih demi mempertahankan pencapaian WTP ini. “Meraih itu gampang tapi mempertahankan itu sulit. Oleh karena itu mulai hari ini kami memiliki tekad agar pada tahun-tahun mendatang harus bisa mempertahankan capaian ini,” kata dr. Stef.

Bupati dr. Stef dalam kesempatan itu juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam proses untuk mendapatkan WTP itu, dirinya sering tegas, bahkan sampai mengancam mencopot Sekda jika tidak serius dalam mengelola keuangan daerah.

“Saya bilang, macam-macam saya copot. Jangan main-main dengan pengelolaan keuangan, karena nanti yang dituduh adalah Bupati. Penegasan ini hanya untuk membuktikan bahwa ada keseriusan dan niat serta semangat dalam pelaksanaan tindaklanjutnya. Saya mohon maaf kepada para pejabat, karena saya harus bertindak seperti itu,” tutur dr. Stef yang menyatakan, dirinya datang menjadi Bupati bukan agar pejabat meyukainya, tapi dirinya datang bekerja untuk masyarakat.

“Saya bersama almarhum Pak Wakil Bupati (alm. Daniel Asa, Red) bertekad meletakan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejateraan dan kemakmuran rakyat Malaka. Kami datang dengan misi bagaimana bekerja supaya rakyat merasa bahwa mereka memiliki pemimpin. Karena itu, saya harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang saya emban,” tandasnya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top