Pemberlakuan New Normal terhadap Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemberlakuan New Normal terhadap Covid-19


Jeremia Alexander Wewo (FOTO: Dok. Pribadi)

OPINI

Pemberlakuan New Normal terhadap Covid-19


(Suatu Telaah dari Perspektif Kesadaran Hukum)

Pelaksanaan New Normal telah berlangsung sejak tanggal 15 Juni 2020. Keadaan New Normal, masyarakat diimbau atau dituntut untuk melakukan penyesuaian diri (adaptasi) dengan Covid-19. Selain itu, masyarakat harus bekerja sebagaimana biasanya sehingga neraca perekonomian bangsa Indonesia tetap stabil.

Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam dunia kerja dan usaha pada proses penyesuaian diri (adaptasi) terhadap Covid-19, masyarakat diwajibkan untuk memenuhi protokol-protokol kesehatan yang telah disiapkan oleh pemerintah dalam bentuk produk hukum.

Setiap norma-norma yang tertuang dalam produk hukum harus dilaksanakan oleh masyarakat dalam kehidupan pada tatanan New Normal. Mengapa penulis mengatakan harus melaksanakan norma-norma produk hukum dalam keadaan New Normal? Karena dalam keadaan New Normal, masyarakat telah diperbolehkan melakukan aktifitas sebagaimana mestinya. Tidak ada lagi pembatasan-pembatasan seperti keadaan sebelum New Normal. Untuk itu, patuh terhadap produk hukum merupakan syarat yang wajib dalam keadaan New Normal.

Produk hukum yang telah dibuat oleh pemerintah berupa Undang-undang, Peraturan Menteri, dan Surat Edaran. Produk hukum ini, mengatur secara umum (seluruh Indonesia) dan secara khusus (daerah). Tujuan dibuat produk hukum agar dalam pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 terdapat acuan atau pedoman yang harus dilaksanakan. Tentu dengan keberadaan produk hukum senantiasa mengatur masyarakat dalam keadaan New Normal dan diharapkan akan meminimalisasi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Akan tetapi, terhitung dua minggu sejak pemberlakuan New Normal angka pasien positif covid-19 mencapai angka 55.092 sesuai data tanggal 29 Juni 2020 (sehatnegeriku.kemkes.go.id). Sebagai pembanding, data tertanggal 14 Juni 2020 (sebelum berlakunya New Normal) mencapai angka 38.217 pasien positif Covid-19.

Apabila dirinci maka pasien positif sejak berlakunya New Normal sampai pada tanggal 29 Juni 2020 mencapai angka 16.875 pasien positif Covid-19. Artinya, dua minggu sejak pemberlakuan New Normal telah terjadi pertambahan siginifikan angka pasien positif Covid-19. Hal ini, tentu sangat jauh dari harapan pemerintah.

Dari uraian di atas, penulis melakukan penelaahan dari perspektif kesadaran hukum, guna menemukan solusi dalam menimimalisasi penyebaran Covid-19 dalam keadaan New Normal. Karena menurut penulis, aspek penting dan pendukung dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19 ialah kesadaran hukum. Selain itu, berdasarkan pengamatan penulis dalam kehidupan sehari-hari sejak adanya Covid-19 dan pemberlakuan New Normal masyarakat belum sepenuhnya memiliki kesadaran hukum.

Secara konseptual, kesadaran hukum ialah suatu keadaan dari dalam diri sendiri tanpa adanya tekanan, paksaan atau perintah dari luar untuk pada hukum yang berlaku. Sisi kontekstual, kesadaran hukum merupakan jembatan yang menghubungkan produk-produk hukum dengan tingkah laku hukum anggota-anggota masyarakat.

Artinya, ketika memiliki kesadaran hukum maka produk-produk hukum yang dibuat oleh pemerintah akan dipatuhi oleh masyarakat. Selain itu, kesadaran hukum sebagai kompas untuk memberikan arah dalam menaati hukum. Dengan demikian, kesadaran hukum merupakan jiwa dari memiminimalisasi penyebaran Covid-19 dalam keadaan New Normal.

Untuk mewujudkan terminologi kesadaran hukum sebagaimana yang telah diuraikan, penulis mengutip pendapatnya Soerjono Soekanto (1982:58) yang mensyaratkan empat indikator untuk mewujudukan kesadaran hukum. Dari keempat indikator ini, penulis menghubungkan dengan produk hukum dalam keadaan New Normal terhadap Covid-19 sebagai berikut:

Pengetahuan tentang Produk Hukum

Apabila produk-produk hukum keadaan New Normal telah diundangkan dan diterbitkan menurut prosedur yang sah dan resmi, maka secara yuridis produk-produk hukum tersebut telah berlaku. Sehingga masyarakat harus mengetahui bahwa produk-produk hukum yang dibuat oleh pemerintah dalam keadaan New Normal memiliki tujuan untuk mengatur pola hidup atau perbuatan-perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam keadaan New Normal.

Pemahaman tentang Produk Hukum

Pengetahuan tentang produk-produk hukum saja belumlah memadai bagi kesadaran hukum masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus mengerti/paham isi dari produk dalam keadaan New Normal.

Pemahaman hukum dalam hal ini berarti masyarakat harus mengerti isi dan tujuan dari produk hukum serta manfaatnya dalam pemberlakuan keadaan New Normal. Hal ini menjadi penting, agar produk hukum berjalan sebagaimana mestinya. Dengan memahami produk hukum, masyarakat akan mengerti secara jelas bahwa produk hukum dalam keadaan New Normal sangat bermanfaat.

Sikap Terhadap Produk Hukum

Suatu keadaan ketika masyarakat menerima atau tidak menerima produk yang telah dibuat. Pada keadaan itu, terdapat penilaian-penilaian yang dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan produk hukum yang dibuat oleh pemerintah dalam keadaan New Normal. Dengan demikian, akan diketahui apakah produk hukum tersebut bermanfaat atau tidak dalam keadaan New Normal.

Pola dan Perilaku terhadap Produk Hukum

Hal ini berkaitan dengan kepatuhan masyarakat dalam menaati produk hukum yang dibuat oleh pemerintah dalam keadaan New Normal. Dengan mematuhi produk hukum yang dibuat, akan diketahui apakah produk hukum tersebut berlaku atau tidak berlaku dalam masyarakat. Sehingga, parameter terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap produk hukum dalam keadaan New Normal akan diketahui.

Keempat indikator yang telah dijelaskan harus dipahami one breath dengan kinerja pemerintah dalam menciptakan kesadaran hukum masyarakat untuk mematuhi setiap norma-norma yang terdapat dalam produk hukum terhadap Covid-19 dalam keadaan New Normal. Apabila kerjasama antara kesadaran hukum masyarakat dan pemerintah terpenuhi, maka harapan untuk menimimalisasi penyebaran Covid-19 akan terwujud. (*)

*) Advokat dan Staf Pengajar FH-UKAW Kupang

Komentar

Berita lainnya OPINI

Populer

To Top