Penurunan Positivity Rate Belum Merata, Kemendagri: Banyak yang Hidup Normal, Bukan New Normal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penurunan Positivity Rate Belum Merata, Kemendagri: Banyak yang Hidup Normal, Bukan New Normal


MAKIN MASIF. Suasana pelaksanaan rapid test di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Kini tes masal juga makin masif digelar di berbagai daerah di Jawa Timur. (FOTO: Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

NASIONAL

Penurunan Positivity Rate Belum Merata, Kemendagri: Banyak yang Hidup Normal, Bukan New Normal


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Syafrizal mengatakan, penurunan positivity rate belum merata. Di sejumlah daerah, angkanya masih tinggi. Misalnya di Surabaya. Karena itu, pihaknya terus memantau dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di daerah.

Dari hasil pantauan Kemendagri, secara konsep sebetulnya daerah sudah memiliki upaya mitigasi yang baik. Protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan disosialisasikan. Hanya, belum semua berjalan dengan baik. ”Masih banyak yang hidup normal, bukan new normal,” ujarnya.

Terhadap daerah yang penanganannya masih kendor, Kemendagri terus melakukan pembinaan. Dalam sepekan, bisa tiga kali dilakukan koordinasi virtual dengan jajaran daerah. Yang paling dia tekankan adalah penerapan disiplin. ”Karena yang kurang selama ini adalah disiplin,” imbuhnya. Penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan harus terus dilakukan.

Disinggung soal pemberian punishment bagi daerah yang penanganannya tidak maksimal, Syafrizal menyebut belum ada wacana sejauh itu. Pihaknya menyadari, keberhasilan tidak sepenuhnya ditentukan pemda. Ada faktor literasi masyarakat. Namun, sebagai upaya kontrol, pemerintah melalui gugus tugas akan terus mem-publish daerah-daerah yang tidak maksimal atau kategori merah.

”Di-blow up media sebagai hukuman sosial, ini ikut membantu. Dan akan membuat kontrol pemda jadi ketat,” tuturnya. Kalaupun ada konsekuensi, Syafrizal menyebut potensinya justru ada pada pemda yang berkinerja baik. Saat ini pemerintah tengah menggodok rencana lomba penurunan Covid-19. Pemda yang memenuhi kriteria tertentu akan mendapat apresiasi berupa anggaran tambahan penanganan Covid-19 oleh Kementerian Keuangan. ”Itu ada reward lagi,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pemda terus meningkatkan upaya penanganan Covid-19. Tidak hanya bersifat seruan, tapi juga solusi. Dalam penggunaan masker, misalnya, bukan hanya mengimbau, tapi harus menyediakan. ”Mendagri menjanjikan daerah yang sudah melakukan gerakan bagi-bagi jutaan masker akan dikunjungi sebagai apresiasi,” pungkasnya. (jpc/jpg)

 

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top