Punsus LKPj Bupati TTS Duga Ada Pembiaran Pekerjaan Puskesmas Hauhasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Punsus LKPj Bupati TTS Duga Ada Pembiaran Pekerjaan Puskesmas Hauhasi


BELUM RAMPUNG. Pansus LKPj Bupati TTS tahun 2019 saat memantau pembangunan gedung Ponek Puskesmas Ayotupas yang belum rampung dikerjakan. Gambar diabadikan Sabtu (4/7). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

Punsus LKPj Bupati TTS Duga Ada Pembiaran Pekerjaan Puskesmas Hauhasi


Puskesmas Ayotupas Mangkrak, Padahal Dibangun Sejak 2017

SOE, TIMEXKUPANG.com-Anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati TTS tahun 2019, kembali menemukan pekerjaan proyek mangkrak. Kali ini Pansus menemukan proyek pembangunan Puskesmas Prototipe Hauhasi di Kecamatan Toianas, yang dikerjakan tahun 2019 namum hingga saat ini belum rampung. Anehnya, PT. Karya Fancia Jaya Mandiri yang mengerjakan proyek senilai Rp 4,3 miliar lebih itu, masih tetap melanjutkan pekerjaan. Alhasil, tim Pansus LKPj Bupati TTS tahun 2019 menduga jika Pemda TTS melakukan pembiaran pada pembangunan gedung itu, karena kontraktor dibiarkan bekerja di luar kontrak yang ada.

“Ini ada apa? Kok Pemda TTS membiarkan kontraktor bekerja di luar batas kontrak, tapa dilakukan PHK. Sedangkan pada proyek lain, kalau pekerjaan tidak diselesaikan sesuai batas kontrak, kontraktor harus di PHK, dan itu baru betul,” ungkap Ketua Pansus LKPj Bupati TTS tahun 2019, Marthen Tualaka saat melakukan uji petik di Puskesmas itu Sabtu (4/7).

Atas ketidakwajaran tersebut, Pansus akan mempertanyatakan hal itu kepada Pemkab TTS. Mental pembangunan seperti yang terjadi di TTS saat ini membuat daerah ini akan terus saja tertinggal.

Karena itu, kata Marthen, Pansus LKPj akan tegas mengambil sikap untuk menindaklanjuti temuan pansus yang diduga tidak wajar, dan berpotensi terjadi kerugian negara. “Mental membangun daerah seperti ini yang perlu kita putuskan, sehingga ke depan pembangunan lebih baik,” tegas Marthen.

Edi Gunawan selaku Kepala Pelaksana Proyek kepada tim Pansus LKPj menjelaskan, keterlambatan pekerjaan itu akibat terhambatnya pendistribusian bahan bangunan. Oleh sebab itu, hingga saat ini pintu, kaca dan juga les plafon belum dikerjakan karena ketiadaan bahan bangunan. “Bahan yang terlambat sehingga kami tidak bisa kerja. Kami kerja ini sekitar bulan Juni 2019. Kalau bahan ada, tidak sampai satu bulan pekerjaan ini sudah selesai,” ungkap Edi.

Selain itu, tim Pansus juga menemukan pekerjaan gedung Ponek Puskesmas Ayotupas yang telah dikerjakan sejak 2017 lalu, namun tidak selesai dikerjakan. Bangunan itu baru tampak temboknya. Begitupun rumah medis, yang rencananya dibangun di lokasi salah satu gedung di sana, nampak hanya merobohkan sebagian tempok.

Melihat kondisi bangunan itu tim Pansus LKPj Bupati TTS nampak geram. Maka dari itu, pihaknya akan mengklarifikasi kepada Pemda TTS terkait kendala pihak ketiga, mengapa tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mereka juga akan meminta keterangan pemerintah terkait alasan tidak melanjutkan pekerjaan.

Kalau kondisinya demikian, maka ternyata selama ini Pemkab TTS merencanakan pekerjaan tanpa mempertimbangkan asas manfaatnya bagi masyarakat. Jika Pemkab TTS merasa bahwa proyek yang dikerjakan harus bermanfaat untuk masyarakat, tentu tidak membiarkan proyek itu mengkrak bertahun-tahun seperti yang terjadi di Puskesmas Ayotupas.
“Ini pembangunan model seperti apa? Ini pemerintah hanya kejar proyek, dan tidak memikirkan asas manfaatnya. Kalau begini, kita hanya buang-buang anggaran saja,” papar Wakil Ketua Pansus, Uksam Selan.

Kepala Puskesmas Ayotupas, Rambu Pekuwali mengatakan ia tidak mengetahui alasan pekerjaan itu tidak diselesaikan. Hanya saja saat ia ditugaskan di Puskesmas Ayotupas beberapa waktu lalu, ia mendapat informasi bahwa rekanan yang mengerjakan pekerjaan itu kabur meninggalkan pekerjaan.

Atas kondisi itu, kata Rambu, pihaknya telah melapor ke Dinas Kesehatan, namum hingga saat ini belum ditindaklanjuti pembangunan itu. “Camat juga setiap bulan menyampaikan kondisi itu ke Pemda TTS, tapi belum juga dapat tanggapan,” kata Rambu.

Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru yang ikut mendampingi tim Pansus saat itu kepada wartawan mengatakan, dengan fakta yang ditemui tim Pansus selama ini, dapat disimpulkan bahwa sudah saatnya Pemda TTS berbenah diri dalam melaksanakan pembangunan.

Pasalnya, jika pola pembangunan seperti yang terjadi saat ini, terkesan Pemda menghambur-hamburkan anggaran. Karena beberapa pembangunan, tidak dinikmati asas manfaatnya oleh masyarakat. “Sudah saatnya Pemda TTS berbenah diri dalam membangun ini daerah. Kasihan kalau uang miliaran dibuang tanpa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Yusuf. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top