Zoom dengan Mariance Wila Dida dan Nyoman Darta, Mendikbud: Dua Kasek Ini Cerminan Guru Penggerak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Zoom dengan Mariance Wila Dida dan Nyoman Darta, Mendikbud: Dua Kasek Ini Cerminan Guru Penggerak


VIRTUAL. Mendikbud Nadiem Makarim saat menggelar Zoom bersama dua Kasek, Mariance Wila Dida, Kepala SDN 9 Masohi, Maluku Tengah dan Nyoman Darta, Kepala SMAN 1 Bali Mandara, Bali. (FOTO: JawaPos.com/Dok Kemendikbud)

PENDIDIKAN

Zoom dengan Mariance Wila Dida dan Nyoman Darta, Mendikbud: Dua Kasek Ini Cerminan Guru Penggerak


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Berbagai upaya untuk menciptakan terobosan baru di tengah pandemi Covid-19, terus dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya kebijakan Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan.

Berbagai penjelasan soal kebijakan program Merdeka Belajar pun disampaikan langsung oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makariem melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung di kanal youtube Kemendikbud RI. Salah satu temanya adalah, “Guru Penggerak”.

Menurut Nadiem, kebijakan Guru Penggerak merupakan program yang berfokus pada dampak hasil belajar murid melalui pengembangan kepemimpinan dan pedagogis guru. Karena itu, kebijakan Merdeka Belajar yang telah diluncurkan sebelumnya merupakan sebuah permulaan dan bukti nyata dari semangat kita bersama untuk terus memajukan pendidikan di Indonesia.

“Keberhasilan menjalankan aktivitas menjadi guru penggerak ini tentunya tidak mudah. Untuk itu, dibutuhkan keihklasan yang datang dari hati, karena akan memiliki tanggung jawab yang lebih dari status guru sebelumnya,” ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, sebagai guru penggerak, seorang pendidik harus berani melakukan perubahan dan berani mengambil risiko dalam berinovasi untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan dan menjadi roda perubahan pada system pendidikan di Indonesia.

“Seperti halnya dua kepala sekolah yang merupakan cerminan guru penggerak yang sudah menerapkan kepemimpinan yang holistic dan berkelanjutan, yaitu, Mariance Wila Dida dan Nyoman Darta,” ujarnya.

Diketahui, Mariance Wila Dida adalah seorang Kepala Sekolah SDN 9 Masohi, Maluku Tengah. Sejak 2016, Ibu guru yang akrab disapa, Ibu An ini memimpin sekolahnya untuk bertransformasi sebagai sekolah ramah anak yang mendukung pembelajaran murid.

Pada awalnya, Ibu An merasa skeptic bahwa murid bisa menjadi disiplin tanpa dipukul. Namun, setelah menjalani penerapan disiplin positif dan pembelajaran aktif berpusat pada murid, ia melihat dampak positif pada murid dan guru.

“Kini, Ibu An adalah Penggerak Komunitas Sekolah Ramah Anak di Maluku Tengah yang mendampingi sekolah-sekolah di Masohi untuk bertransformasi menjadi sekolah ramah anak. Hasilnya murid bisa menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, saling menyapa, murid bersemangat, dan mandiri belajar,” ujarnya.

Lain halnya dengan Bapak Nyoman Darta, Kepala Sekolah SMAN 1 Bali Mandara, Bali, dimana mayoritas murid di sekolahnya berasal dari keluarga miskin, bahkan ada yang terindikasi tidak mengkonsumsi gizi yang cukup. Namun, kepsek yang biasa disapa Pak Darta itu percaya bahwa semua anak mempunyai potensi yang unik dan tidak soal latar belakang ekonominya.

Namun, dengan program unggulan research base school (satu murid, satu riset), pengembangan guru di sekolah Pak Darta dilakukan melalui komunitas praktik dan membentuk komunitas guru berbagi. Pak Darta juga rutin mendampingi guru-guru untuk terus mengembangkan diri dan saling membagi praktik.

Hasilnya, murid-murid disekolahnya bisa berkembang dengan baik dan meraih berbagai ribuan prestasi di bidang akademik dan non akademik dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. 97 persen alumni SMAN 1 Bali Mandara melanjutkan studi di universitas-universitas terbaik di Indonesia bahkan juga di mancanegara.

“Satu hal yang saya lihat dari cara bicara ibu An dan Pak Darta, berapa kali menyebut untuk anak, untuk anak, untuk anak ini salah satu benang merah yang saya tarik dari semua guru penggerak atau kepala sekolah penggerak, adalah orientasi kepada anak yang luar biasa,” ujar Nadiem.

“Saya salut dan apresiasi kepada Ibu An dan Bapak Darta untuk menginspirasi bukan hanya komunitas sekitar sekolah itu. Saya sebagai Menteri menjadi jauh lebih semangat, melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan Ibu An dan Pak Darta “ imbuhnya.

Dari gambaran keberhasilan dua kepala sekolah tersebut diharapkan bisa memberikan semangat bagi seluruh guru untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia. Informasi seputar Guru Penggerak dapat disimak di laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak. Di antaranya tanya jawab perihal Guru Penggerak yang dapat disimak di sekolahpenggerak-demo.simpkb.id/gurupenggerak/faq. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top