Kasus Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Bupati Matim: Saya Bisa Dianggap Gagal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Bupati Matim: Saya Bisa Dianggap Gagal


POSE BERSAMA. Bupati Matim, Agas Andreas, Ketua PMI Matim, Theresia Wisang, Wakil Pemimpin Bank NTT Cabang Borong Petrus Soba Lewar, Camat Rana Mese Maria A. Teme, Kades Wae Nggori, Konstantinus Rata, foto bersama usai kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Wae Ngori, Kecamatan Rana Mese, Minggu (5/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Bupati Matim: Saya Bisa Dianggap Gagal


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Kasus kematian ibu dan bayi di Desa Wae Ngori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), terbilang tinggi. Guna menekan kasus itu, Klinik Pelayanan Kasih (PK) A & A Rachmat melakukan pelayanan kesehatan, Minggu (5/7).

Kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama Bank NTT Cabang Borong dengan PMI Matim itu berlangsung di Kampung Konang, Desa Wae Ngori. Pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan secara gratis kepada seluruh masyarakat setempat. Penyelenggara kegiatan juga melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pembagian masker.

Bupati Matim Agas Andreas hadir langsung dikegiatan pelayanan itu. Juga pengelola klinik PK A & A Rachmat, Theresia Wisang, Wakil Kepala Bank NTT Kantor Cabang Borong, Petrus Soba Lewar, Camat Rana Mese Maria A. Teme, Kades Wae Nggori, Konstantinus Rata, DanPos Rana Mese Serka Robertus Rhea, tim medis klinik dan anggota PMI, karyawan-karyawati Bank NTT, serta masyarakat.

Bupati Matim, Agas Andreas dalam kesempatan itu mengatakan, pelayanan kesehatan dengan menghadirkan Bank NTT Cabang Borong karena bank tersebut juga menyimpan dana milik masyarakat Matim. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-58 Bank NTT.

“Bank NTT ini salah satu pemiliknya adalah Pemda Matim. Kita punya uang di Bank NTT ini ada Rp 70 miliar. Kita rencana mau naikkan ke Rp 75 miliar. Uang ini milik rakyat Matim, dan bank ini juga milik rakyat Matim, maka saya ajak untuk lakukan kegiatan sosialiasi dan pelayanan kesehatan disini,” kata Bupati Agas.

Bupati Agas menyampaikan terima masih kepada Bank NTT yang sudah bekerja sama dengan klinik PK A&A Rachmat dan PMI, yang mau melakukan kegiatan pengobatan gratis dan sosialiasi hidup sehat di Desa Wae Ngori.

“Kenapa kita pilih kegiatan di Desa Wae Ngori? Itu karena kami punya data, bahwa di desa ini juga kasus kematian ibu dan bayinya tinggi. Kami sudah evaluasi dan kita cek, kasus kematian ibu dan bayi di Matim masih tinggi. Kalau kasus masih tinggi, maka saya sebagai bupati bisa dianggap gagal,” ujar Bupati Agas.

Karena visi-misi Pemkab Matim, kata Bupati Agas, salah satu di bidang kesehatan itu bicara tentang usia harapan hidup atau derajat kesehatan. Supaya ada perbaikan, maka harus turun dan terus lakukan sosialisasi ke masyarakat, tentang bagaimana pola hidup bersih dan sehat. “Hidup sehat itu mulai diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” katanya.

“Hari ini saya senang, kegiatanya tidak saja pengobatan gratis, tapi warga juga diberi sosialiasisi pola hidup sehat. Satu rumah itu dikatakan sehat, jika rumah itu punya WC sehat. Juga rumah sehat itu, jika penghuninya tidak boleh ada perokok,” tegas Bupati Agas.

Bupati Agas meminta warga untuk rajin menabung di Bank. Juga ajak untuk bisa berusaha dengan modal pinjaman di Bank. Jika usaha itu menggunakan uang pinjaman Bank, maka pasti usahanya berjalan dengan baik. Karena setelah melakukan pinjaman, pasti serius bekerja. Jangan pakai uang pribadi untuk berusaha.

“Kalau ada uang, jangan simpan di bawah bantal, tapi simpan di Bank. Ingat salah satu pemegang saham di Bank NTT ini adalah Pemda Matim. Ini Bank milik pemerintah daerah dan masyarakat NTT. Total uang Pemda Matim di Bank NTT saat ini sebesar Rp 70 miliar. Tahun depan rencananya kita masukan lagi sekira Rp 75 miliar,” katanya.

Manager Klinik Pelayanan Kasih A & A Rachmat sekaligus Ketua PMI Matim, Theresia Wisang-Agas kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, kegiatan itu dilaksankan sebagai bentuk keprihatinan terhadap masyarakat Desa Wae Ngori. Tujuanya, untuk menurunkan angka stunting, angka IKA dan meningkatkan kesehatan masyarakat serta tetap mencegah Covid-19 di era New Normal atau kehidupan normal baru.

“Kita pilih Desa Wae Ngori karena dari data yang ada, kasus mematian ibu dan anak di desa ini masih tinggi. Sehingga disini kami dari klinik dan Bank NTT, sama-sama bertindak dengan melakukan kegiatan sosialiasi dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Theresia berharap, dengan adanya kegiatan itu, dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Juga dapat menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak. Selain itu melalui kegiatan sosialiasi dan edukasi yang terus dilakukan, masyarakat tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Kades Wae Nggori, Konstantinus Rata, kepada TIMEXKUPANG.com menyampaikan terima kasih kepada Bupati Matim, Bank NTT, manajemen klinik Pelayanan Kasih A & A Rahmat dan PMI, yang telah melaksanakan pelayanan kesehatan secara gratis. Serta memberikan sosialiasi terkait pola hidup bersih dan sehat.

“Saya atas nama masyarakat dan pemerintah desa, menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Disini bukan karena soal pengobatan gratis, tapi ada sosialiasi atau edukasi tentang pola hidup sehat bagi masyarakat,” kata Konstantinus.

Selama ini, kata Konstantinus, warga yang hendak berobat harus menempuh perjalanan jauh sekitar 10 Km di Puskesmas Sita. Ada juga pelayanan kesehatan di Pustu, tapi untuk jenis keluhan sakit tertentu.

Konstantinus mengharapkan dengan adanya kegiatan itu, derajat kesehatan masyarakat di desanya semakin meningkat. “Terutama dapat menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi,” harapnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top