Keberadaan 2 Nelayan Kakak-beradik di TTU Masih Misterius | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Keberadaan 2 Nelayan Kakak-beradik di TTU Masih Misterius


DEPORTASI. Pihak Imigrasi, PNTL, UPF Timor Leste saat mendeportasi dua nelayan asal Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU (tampak di belakang) melalui PLBN Wini, Selasa (7/7). Tampak mendampingi pihak KBRI Dili di Distric Oecusse. (FOTO: KBRI for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Keberadaan 2 Nelayan Kakak-beradik di TTU Masih Misterius


Yohanes Nabu dan Primus Taunais Dideportasi via PLBN Wini

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Keberadaan dua nelayan asal Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU yang hilang saat melaut di Perairan Oepuah, Pantai Utara sejak Sabtu (4/7) lalu, hingga kini masih misterius. Dua nelayan itu merupakan kakak-beradik, yakni Jefrianus Naiheli, dan Yani Naiheli.

Aparat Kepolisian, BPBD TTU dan keluarga masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban yang kini belum ditemukan. Sementara dua nelayan lainnya yang ditemukan terdampar di perairan Pantai Makassar, Distric Oecusse, Timor Leste, Minggu (5/7) sore, yakni Yohanes Nabu dan Primus Taunais telah dipulangkan ke TTU atas bantuan KBRI Dilli di Distrik Oecusse, via PLBN Wini, Selasa (7/7). Perahu motor yang digunakan keempat nelayan malang itu pun telah ditemukan di perairan Pantai Makassar, Timor Leste.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari KBRI Dili di Distric Oecusse, perahu motor yang ditumpangi keempat nelayan Desa Oepuah Utara itu ditemukan aparat kepolisian nasional Timor Leste (PNTL) dan kini diamankan di Pantai Makassar, tepatnya di depan Polsek Boknana.

Dua nelayan yang belum ditemukan pun tidak meninggalkan jejak di perahu motor tersebut. Berdasarkan keterangan dua nelayan yang selamat itu, pasca mereka terbawa arus, masing-masing berusaha menyelamatkan diri. Dua nelayan yang belum ditemukan itu melakukan upaya penyelamatan dengan berenang menggunakan jerigen ke tepi pantai, namun hingga kini belum diketahui keberadaan mereka.

Pejabat Kantor Penghubung KBRI Dili di Distrik Oecusse, Timor-Leste Marya Onny Silaban kepada Timor Express, Selasa (7/7) mengatakan, pihak PNTL telah menenumkan perahu motor yang ditumpangi keempat nelayan asal Desa Oepuah Utara, TTu tersebut.

Perahu motor yang ditemukan tersebut kini diamankan di Kantor Kepolisian Boknana. Sedangkan dua nelayan lainnya masih terus dilakukan pencarian oleh pihak kepolisian Timor Leste.

“Perahu motor sudah ditemukan namun kedua nelayan lainnya belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian. Kami mengupayakan kedua nelayan yang terdampar di perairan Pantai Makassar dan perahu motornya telah dideportasi dengan baik melalui PLBN Wini,” tutur Onny.

Onny menambahkan, menurut pengakuan Yohanes Nabu, salah satu nelayan selamat, bahwa pada Sabtu (4/7), sekira pukul 07.00 Wita, ia bersama tiga nelayan lainnya masuk ke laut untuk menangkap ikan menggunakan perahu motor berkapasitas 6 PK di wilayah Perairan Oepuah, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu.

Setelah berada di tengah laut pada jam 12:00 Wita, perahu mengalami kerusakan mesin sehingga perahu tenggelam di lokasi masih di wilayah perairan Oepuah.

Perahu yang ditumpangi keempat nelayan tersebut terus terapung di atas perairan Oepuah. Keempat nelayan itu masih bersama-sama bertumpuh pada perahu yang mesinnya rusak itu. Namun, sekira pukul 14:00 Wita, dua nelayan lainnya yakni Jefrianus Naiheli dan Yani Naiheli berenang ke tepian pantai menggunakan jerigen sebagai pelampung untuk mencari bantuan.

Diperkirakan kedua kakak beradik kandung ini masih berenang di wilayah perairan Indonesia, yaitu antara perairan Oesoko dan Tanjung Bastian, TTU.

Sementara, dua nelayan lainnya yakni Yohanes Nabu dan Primus Taunais terus berada di perahu motor itu menunggu pertolongan. Karena lama menunggu bantuan tak kunjung datang, pada Minggu (5/7) pagi sekira jam 06:00 Wita, keduanya memutuskan berenang ke tepian pantai menggunakan pelampung pukat dari tengah laut menuju tepian Perairan Tanjung Bastian.

Sayangnya, kedua nelayan yang bermodalkan pelampung itu terbawa arus, sehingga mereka terseret sampai ke tepi pantai perairan Oecusse di Desa Costa, Kecamatan Pantai Makassar, tepatnya di depan kantor KBRI Oecusse sekira pukul 23.00 malam waktu Timor Leste.

Setelah ditemukan, tim kesehatan dari Distrik Oecusse dan PNTL di Oecusse langsung mengevakuasi kedua nelayan TTU tersebut ke karantina Hotel Ambeno untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Karena kedua nelayan ini tidak melakukan pelanggaran hukum dan kondisi kesehatan mereka aman sehingga kita bantu untuk proses deportasi terhadap kedua WNI ini bersama dengan perahu motor milik mereka,” pungkas Onny. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top