Salat Idul Adha Dibatasi 5.000 Orang, Jamaah Wajib Registrasi Online | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Salat Idul Adha Dibatasi 5.000 Orang, Jamaah Wajib Registrasi Online


ILUSTRASI. Jamaah Masjid Al-Akbar tetap melaksanakan salat Jumat dengan diberikan masker dan jarak antarjamaah. (FOTO: Dipta Wahyu/Jawa Pos)

NASIONAL

Salat Idul Adha Dibatasi 5.000 Orang, Jamaah Wajib Registrasi Online


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tak hanya protokol kesehatan yang ketat, Masjid Nasional Al Akbar juga menerapkan sistem kuota dalam penyelenggaran salat Idul Adha nanti. Hanya 5.000 orang yang boleh ikut salat berjamaah. Karena itu, jamaah yang hendak ikut salat harus melakukan registrasi online.

Pertimbangan pelaksanaan salat Id tersebut dilakukan secara matang. Termasuk penentuan jumlah jamaah. Sebab, penerapan physical distancing membuat kapasitas Al Akbar jauh berkurang. Jika normalnya menampung 40 ribu jamaah, kini masjid tersebut hanya bisa diisi sekitar 5.000 jamaah. Itu pun sudah termasuk di area lantai 2.
Humas Masjid Al Akbar Helmy M. Noor, Minggu siang (5/7), menyebutkan, angka tersebut didapat setelah pihaknya mengkaji pelaksana salat Jumat selama ini.

Helmy mengungkapkan, tak ada yang berubah. Protokol kesehatan tetap menjadi acuan. Termasuk jarak setiap saf. Yakni, masing-masing 2,5 meter.

Mereka yang ingin ikut salat berjamaah bisa membuka situs Masjid Al Akbar. Setelah itu, jamaah mengisi formulir yang sudah disediakan. Mulai nama, alamat, nomor telepon, hingga nomor induk kependudukan (NIK). ’’Satu NIK hanya berlaku untuk satu orang,’’ ucapnya. Dengan begitu, Jamaah tidak bisa melakukan dobel registrasi.

Nah, setelah formulir terisi, tim dari Al Akbar mencocokkan data. Yang lolos akan mendapatkan balasan verifikasi. Baik melalui e-mail maupun pesan di WhatsApp. Sebagai buktinya, jamaah diberi ID card.

Menurut Helmy, ID card dibagi secara dua gelombang. Yakni, Jumat (24/7) bagi jamaah pria dan Sabtu (25/7) untuk jamaah perempuan. Mereka juga dipersilakan melakukan survei. Sebab, setiap ID card memiliki nomor pintu masuk yang berbeda. ’’Saat ambil ID card, jamaah wajib membawa KTP,’’ jelasnya.

Sistem tersebut ditujukan agar tidak ada penumpukan jamaah saat masuk ke masjid. Kuota 5.000 jamaah itu dibagi menjadi dua. Perinciannya, 2.691 jamaah pria dan 2309 jamaah perempuan. Jika kuota sudah full, registrasi akan ditutup. Ada 14 protokol yang nanti diterapkan. Antara lain, cek suhu tubuh. Sandal dan sepatu juga dibawa masuk ke dalam masjid. Tujuannya, mencegah terjadinya kerumunan. Terutama saat salat berakhir. Penjagaan pun diperketat dan diperluas.

Pihak keamanan dan relawan bakal memeriksa area pintu masuk parkir. Mereka memastikan jamaah yang masuk sudah memiliki ID card. Helmy mengimbau agar jamaah yang belum kebagian kuota tidak datang ke Al Akbar. Sebab, mereka pasti ditolak petugas.

Dia menambahkan, hingga kemarin siang, setidaknya sudah seribu jamaah yang registrasi. Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami aturan tersebut. Sebab, tujuannya pun baik. Yakni, mencegah adanya kerumanan dan menekan persebaran virus Covid-19.

PROSEDUR SALAT IDUL ADHA:

* Buka situs Masjid Al Akbar, isi formulir
* Satu nomor induk kependudukan hanya berlaku untuk satu orang
* Mereka yang lolos verifikasi mendapatkan konfirmasi via WA
* Jamaah terkonfirmasi bisa mengambil ID card di masjid dengan membawa KTP
* Saat pelaksanaan, ID card wajib dibawa. (omy/c20/any/jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top