Kematian Putu Wisang Diduga Tak Wajar, Keluarga Polisikan Debrito Kefi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kematian Putu Wisang Diduga Tak Wajar, Keluarga Polisikan Debrito Kefi


BONGKAR MAKAM. Tim dari Satreskrim Polres TTU bersama pihak keluarga dan warga setempat membongkar makam Edita Dorotea Putu Wisang untuk proses autopsi, Rabu (8/7). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kematian Putu Wisang Diduga Tak Wajar, Keluarga Polisikan Debrito Kefi


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Debrito Kefi, Warga Desa Tes, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh keluarga Edita Doratea Putu Wisang yang diduga kuat meninggal dunia secara tidak wajar.

Kematian Putu Wisang diduga akibat praktik aborsi yang didalangi Debrito Kefi. Pasalnya, Putu diduga sementara mengandung anak hasil dari hubungan terlarang antara korban bersama pria beristri tersebut.

Pantauan Timor Express, Rabu (8/7) di Jalan Cendana, Kampung Baru, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, pembongkaran makam terhadap Putu Wisang dilakukan petugas Satuan Reskrim Polres TTU, dihadiri Tim Forensik Mabes Polri dipimpin Kombes Pol. Dr. dr. Sumy Hastri.

Warga Kampung Baru digemparkan dengan kedatangan polisi ke tempat pemakaman almarhumah, lantaran kehadiran polisi untuk membongkar makam Putu untuk memastikan penyebab kematian almarhumah yang baru menerima SK 100 persen sebagai ASN, seminggu sebelum kematiannya. Tepatnya tiga pekan lalu.

Perwakilan keluarga korban, Dedi Wisang, kepada Timor Express, Rabu (8/7) mengatakan, proses outopsi tersebut dilakukan berdasarkan permintaan keluarga karena merasa kematian almarhumah tidak wajar.

Keluarga menilai ada beberapa kejanggalan pada kematian almarhumah, hingga ditemukan bukti-bukti percakapan bersama Debrito Kefi berupa saran dan jenis obat yang digunakan korban dalam melakukan aborsi.

Menurut Hendrikus, sejak terakhir kali almarhumah menghembuskan nafasnya, dokter yang menangani almarhumah menyarankan kepada keluarga agar mencari hasil ultrasonografi (USG), lantaran almarhumah meninggal dalam kondisi hamil. Keluarga lalu berinisiatif mencari dan menemukan hasil USG tersebut.

“Pada saat meninggal dokter sampaikan kepada keluarga bahwa korban meninggal dalam keadaan hamil. Coba dicarikan hasil USG-nya dan kami menemukan hasil USG tersebut. Sehingga kami menduga ada yang tidak wajar dengan kematian almarhumah sehingga keluarga sepakat mengambil langkah hukum,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, pihak keluarga telah berinisiatif mengumpulkan sejumlah alat bukti, baik itu hasil USG maupun hasil percakapan antara korban dengan Debrito Kefi melalui handphone milik korban
tersebut.

Dari handphone korban, pihak keluarga juga menemukan segala bentuk percakapan bersama Debrito Kefi, yang isinya berupa suruhan melakukan aborsi, dengan jenis-jenis obat, serta rekomendasi dukun dan ramuan yang harus digunakan.

Atas dasar beberapa bukti tersebut, kata Dedi, pihak keluarga menempuh jalur hukum dengan melaporkan Debrito Kefi ke pihak kepolisian dan meminta untuk segera dilakukan autopsi terhadap jasad almarhumah.

Dengan outopsi tersebut, lanjut Dedi, keluarga ingin mencari keadilan atas kematian korban yang diduga di luar kewajaran. Keluarga minta keadilan dan penegakan hukum terus berlanjut guna memastikan status hukum terlapor atas nama Debrito Kefi yang dipolisikan keluarga sejak 26 Juni 2020 lalu.

“Dalam percakapan itu ada banyak nama-nama yang diketahui di dalam termasuk, nama istri dari Debrito Kefi, yang diinisialkan dengan nama macan. Dari bukti-bukti yang ada keluarga meyakini bahwa kematian korban karena aborsi. Karena kami melihat bagaimana anak kami mengalami penderitaan kurang lebih selama satu minggu dengan cara muntah, pendarahan dan cukup menderita,” urainya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam, mengatakan, langkah outopsi dilakukan atas permintaan keluarga korban untuk memastikan penyebab kematian dari korban sesuai dengan alat bukti yang telah dikantongi oleh pihak Keluarga.

Dalam proses outopsi tersebut, Polres TTU mendatangkan tim dokter ahli forensik Mabes Polri yakni Kombes Pol. Dr. Sumy Hastri dr. SpF. Sementara dalam perkara tersebut, saat ini dalam tahap penyelidikan. Penyidik tengah mengumpulkan bahan dan keterangan serta bukti-bukti yang ada untuk mengungkap pasti penyebab kematian korban.

“Kasus ini sementara dalam lidik, kita sudah periksa sejumlah saksi. Kalau untuk terlapor sudah dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan sambil menunggu hasil autopsi untuk menjadi keterangan ahli dalam mengungkap kasus ini,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top