RSUD Borong segera Diresmikan, Mesin Incenerator Sudah Beroperasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

RSUD Borong segera Diresmikan, Mesin Incenerator Sudah Beroperasi


Kadis Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

RSUD Borong segera Diresmikan, Mesin Incenerator Sudah Beroperasi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sesuai rencana akan diresmikan pengoperasiannya dalam bulan ini. RSUD ini pun sudah dilengkapi dengan mesin incenerator yang berfungsi sebagai pembakar sampah/limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). “Mesin ini sudah mulai beroperasi sejak Selasa (7/7),” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, kepada TIMEXKUPANG.com di Borong, Rabu (8/7). Proses pengoperasiannya melibatkan BLHD, Polres Matim, Kodim Manggarai yang diwakili Koramil Borong, dan pihak RSUD Borong.

“Peresmian RSUD Borong ini rencana tanggal 17 Juli 2020. Tapi untuk mesin incenerator, kita sudah resmi beroperasi. Pertama kita lakukan dengan pembakaran sampah medis dan domestik dari shelter Covid-19, serta sampah medis dari sejumlah puskesmas,” ungkap dr. Tintin.

Menurut dr. Tintin, kedepannya selain limbah B3 dari RSUD Borong, mesin incenerator ini juga akan memusnahkan limbah B3 dari 29 Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Matim. Proses pengirimannya dilakukan secara bertahap ke RSUD Borong untuk dibakar di mesin incenerator karena di puskesmas yang ada di Matim belum memiliki alat untuk memusnahkan limbah B3 dan sampah domestik.

Dokter Tintin menjelaskan, kapasitas mesin pembakar sampah atau limbah medis ini satu kubik per jam dengan suhu 1.200 derajat. Mesin ini mampu membakar seluruh sampah berbahaya termasuk dari logam-logam. Rencananya, tidak saja limbah B3 dari RSUD dan puskesmas, tapi juga untuk sampah dari pihak swasta, masyarakat, termasuk dari institusi pendidikan.

“Sampah-sampah dari tetangga juga bisa dikirim kesini untuk dibakar. Mesin ini memiliki kapasitas yang cukup besar. Kedepan kami upayakan buat Peraturan Daerah (Perda) sehingga ada pemasukan untuk PAD dari mesin ini,” kata dr. Tintin.

Terkait izin, dr. Tintin menyebutkan memang belum ada. Namun karena ada edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI untuk membakar sampah Covid-19, maka boleh dilakukan tanpa harus menunggu izin.
“Memang belum ada izin tapi kita pakai edaran dari KLH untuk operasinya. Proses izin operasional sudah berjalan, dan sedang menunggu tahap verifikasi,” jelas dr. Tintin.

Terpisah, Direktur RSUD Matim dr. Yori Emilia H. Y., mengatakan dirinya bangga dan senang karena mesin incenerator pengolahan limbah B3 sudah ada dan mulai beroperasi. Hanya dr. Yori berharap untuk segera mempersiapkan tempat khusus menyimpan abu sisa-sisa hasil pembakaran limbah B3 itu.

“Karna saat pembakaran pasti dia menghasilkan abu. Ini yang mungkin harus segera persiapkan tempatnya. Saya juga berharap akses jalan menuju mesin incenerator ini bisa segera diintervensi. Karena kondisi jalan yang ada saat ini agak sedikit menyusakan,” kata dr. Yori. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top