3 Anggota DPRD Malaka Polisikan Sekwan Terkait 7 Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

3 Anggota DPRD Malaka Polisikan Sekwan Terkait 7 Hal Ini


Pembukaan Masa Sidang II DPRD Malaka Tahun 2020 di, Rabu (8/7). (FOTO: Pisto Bere/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

3 Anggota DPRD Malaka Polisikan Sekwan Terkait 7 Hal Ini


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Tiga anggota DPRD Kabupaten Malaka mengambil langkah hukum memolisikan Sekretaris DPRD setempat, Carlos Monis, lantaran diduga telah terjadi penyelewengan anggaran di Sekretariat Dewan.

Ketiga anggota DPRD Malaka itu yakni Hendri Melki Simu (Ketua Komisi I), Fredirikus Seran (Sekretaris Fraksi Partai Nasdem), dan Fransiskus Xaverius Taolin (Sekretaris Fraksi Gerindra/Anggota Komisi III).

Dalam laporan tersebut, ketiga politisi itu melaporkan tujuh item dugaan penyelewengan anggaran di Sekretariat DPRD. Pertama terkait kegaiatan reses dewan. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun anggaran 2019, terdapat alokasi anggaran sebesar Rp 1,6 miliar, dimana realisasinya mencapai Rp 1,5 milliar. Padahal reses tahun 2019 tidak dilaksanakan.

Kedua, fasilitasi kegiatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Badan Kehormatan. Dalam LKPj Bupati, terdapat anggaran senilai Rp 58 juta, dimana sudah realisasi Rp 57 juta. Namun tidak ada kegiatan Badan Kehormatan sesuai pengamatan tiga politisi itu selama ini.

Ketiga, yakni kegiatan fasilitasi AKD Komisi dengan anggaran Rp 5 miliar. Faktanya selama triwulan 2 dan 3 tahun 2019, tidak dilakukan kegiatan Komisi termasuk perjalanan keluar daerah.

Poin keempat, anggaran kegiatan AKD sebesar Rp 462 juta patut dipertanyakan pemanfaatannya sudah sejauhmana. Pasalnya diduga tidak ada realisasi maupun sasaran kegiatannya.

Kelima, pengadaan pakaian dinas dewan tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 928 juta. Dana ini juga patut dipertanyakan karena banyak anggota dewan belum menerima pakaian dinas.

Poin keenam, anggaran kegiatan sidang paripurna tahun 2019 sebesar Rp 725 juta. Anggaran ini juga patut dipertanyakan alokasinya karena sidang Perubahan Anggaran Perubahan tidak sempat dilakukan.

Ketujuh, adanya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Hotel Spark Jakarta sebagaimana dalam LKPj Bupati tahun 2019. Hal ini pun menimbulkan kecurigaan bahkan diduga Bimtek ini fiktif sehingga perlu diusut pemanfaatan anggarannya.

Kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Yusuf, SH saat dikonfirmasi Timor Ekspres melalui telepon selulernya, Rabu (8/7) membenarkan laporan ketiga anggota DPRD Malaka tersebut.

“Kemarin (Selasa, 7/7, Red) sudah lapor namun katanya hari Jumat nanti mau dipertemukan. Kami panggil dan mintai ketarangan dulu soalnya pelapor katanya mau ke Kupang,” jelas Iptu Yusuf.

Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, saat dikonfirmasi Timor Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (8/7), mengaku mengetahui informasi laporan polisi tersebut dari media.

Adrianus mengatakan belum mendapat penyampaian atau surat dari ketiga anggota DPRD tersebut.

“Laporan itu saya belum tahu, dan terkait apa. Jika mereka melapor tentang keuangan itu berhubungan dengan Sekwan dan Kabag Keuangan, itu bukan ranahnya kami,” kata Adrianus.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Malaka (Sekwan), Carlos Monis saat dikonfirmasi Kamis (9/7), hanya berujar singkat bahwa ia tentu akan dipanggil pimpinan DPRD, dan mengenai laporan ini dia sifatnya menunggu seperti apa kelanjutannya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top