Eks Kadiv Jiwasraya Buka-bukaan soal Pembelian Saham Gorengan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Eks Kadiv Jiwasraya Buka-bukaan soal Pembelian Saham Gorengan


ILUSTRASI. Sidang kasus dugaan korupsi Jiwasraya. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Eks Kadiv Jiwasraya Buka-bukaan soal Pembelian Saham Gorengan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kejelasan mengenai kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan negara hingga Rp 16,81 triliun semakin terlihat. Kesaksian mantan Kepala Divisi (Kadiv) Jiwasraya, Lusiana yang dihadirkan dalam persidangan, Rabu (8/7) kemarin, menguak informasi baru.

Salah satu terdakwa yakni Direktur Keuangan Jiwasraya 2008-2018, Harry Prasetyo disebut telah sejak lama mengoleksi saham-saham gorengan seperti PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP). PT Inti Agri Resources Tbk dimiliki oleh terdakwa lainnya yakni Heru Hidayat diduga yang mengakibatkan Jiwasraya mengalami gagal bayar.

“Ketika recognition pembelian saham masuk, dan saya asing dengan BKDP dan IIKP. Kemudian saya bertanya ke Pak Donny yang saat itu masih kepala divisi saya. Kata Pak Dony itu bukan transaksi dia, dan itu transaksi Pak Harry Prasetyo,” kata Lusiana dalam persidangan.

Adanya kerja sama pembelian saham gorengan pun kian terkuak ketika pada Agustus 2008 laku Lusiana mengaku pernah dikenalkan dengan Joko Hartono Tirto oleh Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, yang saat ini juga menjadi terdakwa. Saat itu, kata Lusiana, Joko Hartono Tirto dikenalkan oleh Syahmirwan sebagai teman dekat Harry Prasetyo.

“Saat itu membahas Lautandhana Investment yang menjadi broker. Saat itu Pak Syahmirwan bilang kalau Joko Hartono itu temannya Pak Harry Prasetyo. Di situ Pak Joko Hartono yang mengarahkan kepada kita bahwa harus ada uang Rp 75 miliar yang akan dipakai untuk beli saham-saham yang sudah ditunjuk,” lanjut Lusiana saat memberi keterangan di persidangan.

Keterangan Lusiana mengenai pembelian saham-saham gorengan yang merugikan negara ini senada dengan kesaksian Mantan Kadiv Investasi Jiwasraya, Donny Karyadi yang pekan lalu juga dihadirkan ke persidangan. Saat itu, Donny mengaku bahwa hampir seluruh transaksi saham dan pembelian reksadana dikendalikan oleh Harry Prasetyo.

Ia pun menegaskan bahwa Harry Prasetyo telah membeli saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) milik Heru Hidayat sejak 2008, melalui broker yang sudah ditunjuk. “Iya. Saya menemukan dia beli IIKP dari trade confirmation,” ucap Donny.

Dengan adanya kesaksian tersebut, dugaan bahwa Hary Prasetyo telah menerima uang tunai sebesar Rp 2,4 miliar dari terdakwa Heru Hidayat mulai terbukti. Duit tersebut masuk ke rekening efek atas nama Hary pada PT Lotus Andalas Sekuritas yang sekarang menjadi PT Lautandhana Sekuritas.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Hary juga didakwa telah menerima mobil Toyota Harrier tahun 2009 senilai Rp 550 juta serta Mercedez Benz E Class tahun 2009 senilai Rp 950 juta. Selain menerima dari Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, Hary dan istrinya juga menerima tiket perjalanan menonton konser Coldplay ke Melbourne (Australia) dari PT Trimegah Sekuritas sebesar Rp 65,8 juta dan menerima pembayaran biaya jasa konsultan pajak dari Joko Hartono Tirto sebesar Rp 46 juta.

Tak hanya Harry, JPU juga mendakwa mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim yang menjabat periode 2008-2018 menerima uang dan saham sejumlah Rp 5,5 miliar dari Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Uang tunai yang diterima sebesar Rp 875,8 juta dan sebanyak Rp 4,6 miliar dalam bentuk 1 juta saham PCAR pada 24 Januari 2019. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top