Kodim 1621/TTS Cegah Bentrok Antar Perguruan dengan Komsos Kreatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kodim 1621/TTS Cegah Bentrok Antar Perguruan dengan Komsos Kreatif


KHUSUS ORANG TERLATIH. Anak-anak PSHT mempertontonkan kekuatan mereka dengan atraksi berbaring lalu digilas menggunakan sepeda motor berpenumpang. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

SPORT

Kodim 1621/TTS Cegah Bentrok Antar Perguruan dengan Komsos Kreatif


SOE, TIMEXKUPANG.com-Salah satu biang kekisruruhan yang kerap kali terjadi hingga menelan korban jiwa adalah perseturuan antara perguruan silat.

Menyikapi fenomena itu, Kodim 1621/TTS menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) antar perguruan silat yang ada di TTS, di Markas Kodim TTS, Kamis (9/7).

Kegiatan itu diikuti sejumlah perguruan pencak silat yang ada di TTS seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Keluarga Silat (IKS), dan Perisai Diri (PD). Kegiatan itu dibuka langsung Dandim 1621/TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo.

Dandim 1621/TTS dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan Komsos yang diisi dengan atraksi jurus itu digelar dengan tujuan mempererat tali persaudaraan antar perguruan Pencak silat yang ada di Kabupaten TTS.

Menurut Letkol Koerniawan, dengan kerenggangan komunikasi antar perguruan silat yang ada, membuka ruang untuk terjadinya bentrok antar perguruan silat. Padahal, peruguruan silat dimanapun berada, tentu tidak mengajarkan anggotanya untuk saling serang apalagi sampai menelan korban jiwa.

Oleh sebab itu, katanya, perguruan silat yang ada harus saling bersaing secara sportif guna meraih prestasi-prestasi membanggakan melalui pertandingan-pertandingan resmi yang digelar.

“Ikut perguruan silat, bukan untuk saling menyerang. Tapi tujuan ikut perguruan silat, selian untuk kesehatan jasmani juga untuk melatih mentalitas,” tegas Koerniawan.

Silat bagian dari budaya dan ciri khas masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, lanjutnya, komsos kreatifitas yang digelar Kodim 1621/TTS selain untuk membangun tali silaturahmi antar perguruan silat yang ada di TTS, juga sebagai wujud nyata melestarikan budaya silat di Indonesia sehingga ke depan negara lain tidak mengklaim silat sebagai milik mereka.

Organisasi silat dapat dimanfaatkan oleh generasi muda guna membina kesehatan dan mentalitas. “Ini juga sebagai bentuk nyata kita dalam melestarikan budaya silat yang ada di Indonesia,” tutur Koerniawan.

Ni’i Wangsir, penanggungjawab teknis PD TTS bersama Viktor Tavares selaku Wakil Ketua Cabang IKS TTS serta Mu Misa (Ketua Cabang PSHT TTS) pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dandim 1621/TTS dan jajarannya yang sudi menggelar komsos kreatif melibatkan perguruan pencak silat di TTS.

Dengan digelarnya kegiatan komsos kreatif antar perguruan ini, dapat terjalin tali persaudaraan, dan menjaga kerukunan antara perguruan pencak silat yang ada di TTS.

“Kami mendorong agar kegiatan tersebut dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan Kodim 1621/TTS karena kegiatan seperti ini sangat positif dan manfaatnya sangat bagus,” ujar Ni’i. (yop)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top