Lawan Stunting, PLN Beri Pelatihan bagi Kader Posyandu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lawan Stunting, PLN Beri Pelatihan bagi Kader Posyandu


PELATIHAN. Para peserta pelatihan yang merupakan kader posyandu di Kecamatan Kolbano sementara mengikuti pelatihan yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Selasa dan Rabu (7-8/7). (IST)

Advetorial

Lawan Stunting, PLN Beri Pelatihan bagi Kader Posyandu


Sasar Desa Kolbano

KUPANG, TIMEX- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT melalui Program PLN Peduli menggelar pelatihan bagi para Kader Posyandu bertempat di Aula Kantor Camat, Desa Kolbano Kabupaten TTS. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang kader posyandu dan digelar dua hari yakni Senin-Selasa (7-8/7).

Kegiatan ini didukung Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten TTS dan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) khususnya di Desa Kolbano. Sasaran dari pelatihan ini untuk mencegah dan menangani masalah stunting. Karena itu maka para kader posyandu yang sudah mengikuti pelatihan bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan masalah stunting.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko memberikan pesan melalui milenial PLN UIW NTT yaitu Vincentsius Leonardo (Asistant Manager CSR PLN UIW NTT) bahwa pelatihan kader posyandu “Cegah Stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan” tersebut merupakan wujud BUMN untuk Indonesia. Selain itu, kegiatan yang sama juga sebagai bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat khususnya untuk memerangi masalag stunting.

“Semoga dengan pelatihan ini maka dapat bermanfaat bagi peserta pelatihan. Selanjutnya, para peserta pelatihan bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Vincentsius Leonardo. Dirinya berharap agar apa yang sudah dilakukan bisa mendukung upaya Pemkab TTS untuk menurunkan angka stunting.

Sementara Sekretaris Camat Kecamatan Kolbano, Chaterinus Banamtuan menyampaikan bahwa PLN selain memberi terang bagi masyarakat juga peduli terhadap masalah kesehatan masyarakat. “Jadi, PLN tidak saja memberi terang bagi kami melalui listrik khususnya bagi anak-anak bisa belajar di malam hari, juga dalam hal kesehatan yakni mau terjun langsung dan memberi pelatihan bagi kader posyandu untuk menurunkan jumlah stunting di Kecamatan Kolbano,” kata Chaterinus Banamtuan.

Sekcam Kecamatan Kolbano juga menambahkan saat ini ada 53 orang anak dengan rincian, anak di bawah 2 tahun berjumlah 12 anak, di atas 2 tahun berjumlah 41 orang, dimana terdapat 23 anak kurang gizi, 12 anak gizi buruk, dan 12 anak stunting dan 6 anak gizi baik namun tinggi badan dibawah standar. Termasuk, ada juga 16 ibu hamil. Karena itu maka dirinya berharap agar dampak dari pelatihan tersebut akan terlihat setelah mempraktikkan hasil pelaksanaan selama 6 bulan.

Hal senada juga disampaikan Yohanes Pakereng selaku Direktur Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM). Yohanes Pakereng berharap agar setelah pelaksanaan pelatihan maka ada pengetahuan baru bagi para peserta tentang stunting meningkat dan penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seperti kebutuhan gizi seimbang ibu hamil, pemberian ASI ekslusif, menyusui, makanan pendamping ASI, gizi seimbang dan pola asuh.

Karena itu maka para kader bisa menjadi agen perbaikan masalag stunting di setiap posyandu binaan masing-masing peserta. “Angka stunting tertinggi (di atas 45%) yakni di Kabupaten Kupang, TTS dan TTU,” jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan Ebenhaiser Taneo yang juga ketua kelas peserta pelatihan kader posyandu mengatakan, kegiatan penyuluhan yang diberikan dari PLN melalui Yayasan JPM kepada masyarakat Desa Kolbano yang memiliki 4 Posyandu sangat bermanfaat dan berguna bagi semua komponen masyarakat di Desa Kolbano. Karena itu maka dirinya berharap pengetahuan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk mencegah meningkatnya penderita stunting di Kecamatan Kolbano. (*/mg33/gat)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top