Mahasiswi Kedokteran Asal TTU Positif Covid-19, Bupati Kembali Perketat Batas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mahasiswi Kedokteran Asal TTU Positif Covid-19, Bupati Kembali Perketat Batas


Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Mahasiswi Kedokteran Asal TTU Positif Covid-19, Bupati Kembali Perketat Batas


Cegah Penyebaran dari Luar TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Seorang mahasiswi kedokteran pada salah satu perguruan tinggi di Semarang asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil swab dari Tim Gugus Tugas di Jawa Tengah.

Pasien yang sebelumnya melakukan perjalanan dari daerah Semarang menuju TTU itu hanya mengantongi hasil rapid test. Itupun tidak ditandatangani petugas medis yang berwenang, sedangkan hasil swab baru keluar saat pasien sudah tiba di TTU tiga hari kemudian.

Sesuai informasi yang dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19  dari klaster Semarang itu saat datang dijemput ibunya di Bandara El Tari Kupang.

Setelah itu, pasien positif Covid-19 itu melakukan perjalanan darat bersama ibu dan keluarga ke TTU. Saat di posko Covid-19 Oeperigi, pasien tersebut diduga mengelabui petugas dengan menunjukan hasil rapid test sehingga lolos dan tidak dikarantina.

Tiga hari kemudian, saat sudah berada di Kefamenanu, hasil swab di Semarang keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara pasien tersebut telah berinteraksi dengan keluarga dan tetangga.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Kamis (9/7) membenarkan informasi mahasiswa kedokteran asal TTU yang positif korona.

Bupati Ray mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 TTU telah menjemput semua orang, baik keluarga dan sanak saudara yang berkontak maupun berinteraksi dengan pasien Covid-19 tersebut, dan kini menjalani karantina di Rusunawa BTN.

“Ini kasus impor sehingga tanggung jawab kami di daerah adalah bagaimana mencegah agar penyebaran secara lokal tidak terjadi. Semua pihak yang kontak dengan keluarga akan diperiksa dan diambil sampel untuk Swab,” tutur Raymundus.

Raymundus menjelaskan, pasien positif Covid-19 tersebut tiba di TTU pada 3 Juli 2020 dan baru diamankan tim gugus tugas pada 6 Juli 2020 untuk menjalani karantina.

Terkait rekam jejak pasien positif Covid-19 itu, Raymundus menyebutkan, Tim Gugus Tugas telah mengamankan keluarganya dan kini menjalani karantina di Rusunawa BTN.

Dijelaskan, pasca menjemput anaknya, sang ayah yang mengabdi di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten TTU sempat berkantor seperti biasanya sehingga Tim Gugus Tugas sementara menelusuri sejumlah orang yang berkontak fisik maupun berinteraksi dengan ayahnya untuk dilakukan tes kesehatan.

“Bapaknya kan di Dinas PKO sehingga besok (Jumat, Red) semua orang yang kontak fisik dengan bapaknya akan diperiksa kesehatan dan di swab,” jelasnya.

Menyinggung terkait tempat untuk merawat pasien Covid-19 itu, kata Raymundus, ruang isolasi yang disiapkan di RSUD Kefamenanu belum rampung dikerjakan sehingga untuk perawatan akan tetap menggunakan kamar yang sementara ditempati oleh pasien Covid-19 tersebut di Rusunawa, BTN

Menurut Raymundus, dengan kasus positif ini, pihaknya akan kembali memperketat penjagaan di posko batas Oeperigi guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari daerah luar. Pihaknya juga akan menerapkan wajib karantina bagi setiap pelaku perjalanan dari daerah zona merah

“Ini karena kelalaian dari orang tua yang tidak mau jujur menyampaikan kepada Tim Gugus Tugas untuk dilakukan karantina sehingga hasilnya seperti ini. Kita berharap seluruh masyarakat harus wajib terbuka menyampaikan kepada tim gugus tugas apabila melihat adanya pelaku perjalanan di sekitarnya,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top