Kemendikbud Diminta Tuntaskan Masalah Kekurangan 960 Ribu Guru | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemendikbud Diminta Tuntaskan Masalah Kekurangan 960 Ribu Guru


ILUSTRASI. Guru Kontrak TTU. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PENDIDIKAN

Kemendikbud Diminta Tuntaskan Masalah Kekurangan 960 Ribu Guru


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020-2021, Indonesia diprediksi akan kekurangan sekitar 960 ribu guru.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian pun meminta agar pihak Kemendikbud melakukan berbagai terobosan dalam pemenuhan jumlah guru di Indonesia.

“Permasalahan manajemen guru hingga saat ini belum terselesaikan, antara lain masalah kekurangan guru, guru honorer dengan pendapatan yang kurang layak, serta ketidakjelasan kasus guru honorer K2. Ini harus kita prioritaskan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Bagi guru yang sudah mengabdikan dirinya lebih dari sepuluh tahun, dia meminta pemerintah tidak mengabaikan. Kemendikbud perlu membuat mekanisme untuk mengapresiasi pengabdian jasa para tenaga didik yang sudah lebih dari sepuluh tahun tersebut.

“Kami mengerti bahwa Kemendikbud mengutamakan kualitas dengan merekrut guru dari lulusan-lulusan terbaik dan nilai ujian tertinggi. Namun demikian, harus dipikirkan adanya kompensasi dan penghargaan bagi para guru honorer yang sudah lama mengabdi, namun belum dapat lolos seleksi,” jelas dia.

Menurutnya, salah satu kendala kekurangan guru ialah koordinasi antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang tidak aktif.

“Saya sering dapat keluhan dari daerah bahwa BKD kurang proaktif dalam mendata dan menampung aspirasi dari guru honorer. Jika ditanya, mereka jawab hanya menunggu arahan pusat. Sebaiknya BKN lebih meningkatkan lagi pemantauan atas kinerja Badan Kepegawaian di daerah,” ucapnya.

Terakhir, Hetifah meminta adanya penggunaan teknologi untuk meningkatkan transparansi perekrutan guru dan tenaga kependidikan. “Ada tenaga honorer bodong yang tercatat, sementara banyak guru honorer asli yang telah mengabdi bertahun-tahun justru tidak tercatat karena kurang memiliki kedekatan dengan pihak-pihak tertentu. Saya harap ke depannya ini tidak terjadi, dan teknologi bisa dimanfaatkan untuk mengatasi itu,” pungkasnya.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan, pada tahun 2020-2021 ini, Indonesia diprediksi akan kekurangan sekitar 960.000 guru. Namun demikian, perekrutan tenaga pengajar tidak boleh sembarangan.

“Guru yang mengajar perlu status kepegawaian yang jelas serta kualitas yang baik. Guru honorer akan kami beri kesempatan mengikuti tes CPNS maupun PPPK. Mereka yang terdaftar di dapodik dan lulusan PPG yang berminat boleh ujian ini, dan kita bantu dengan bahan persiapan ujian. Ada kesempatan mengulang hingga 3 kali jika belum berhasil,” paparnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top