Klaster Covid-19 di Secapa TNI Harus Jadi Pertimbangan Buka Kembali Sekolah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Klaster Covid-19 di Secapa TNI Harus Jadi Pertimbangan Buka Kembali Sekolah


Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto. (FOTO: Dok. BNPB)

NASIONAL

Klaster Covid-19 di Secapa TNI Harus Jadi Pertimbangan Buka Kembali Sekolah


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Indonesia mencatat penularan kasus Covid-19 terbesar di klaster pendidikan. Kali ini terjadi di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung. Sebanyak 1.262 siswa dan pengajar tertular Covid-19. Potret ini, harus dijadikan pelajaran dan contoh juga pertimbangan agar sekolah dan lembaga pendidikan lainnya jangan dibuka dulu.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Hasbullah Thabrany menjelaskan, jika sekolah sampai dibuka, maka akan berapa banyak lagi klaster besar penularan bisa muncul. Bahkan di lingkungan TNI yang disiplin dan ketat pun bisa sampai ribuan orang tertular. “Makanya saya katakan jangan dibuka dulu sekolah,” tukasnya kepada JawaPos.com, Jumat (10/7).

Dia menjelaskan jika kampus atau lembaga pendidikan tinggi memang akan dibuka, mahasiswa dan pengajar di dalamnya masih bisa diedukasi untuk mematuhi protokol kesehatan. Lalu bagaimana jika sekolah TK, PAUD hingga SD?

BACA JUGA: 200 Siswa Sekolah Calon Perwira AD di Bandung Positif Covid-19

“Kuliah masih lumayan lah, sudah mengerti menjaga jarak dan patuh protokol kesehatan. Tapi kalau sampai PAUD, TK, SD dibuka? Waduh, itu berisiko besar ya,” tukasnya.

Ribuan siswa Secapa TNI tertular pasti membuat keluarga mereka khawatir. Sebab satu komplek sekolah kini diisolasi dengan ketat di bawah pengawasan Kodam Siliwangi. Tak boleh ada orang yang keluar masuk komplek.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, meminta keluarga para peserta didik yang berasal dari seluruh Indonesia bisa memahami semua prosesnya dan memaklumi. Keluarga masih bisa berkomunikasi dengan keluarga lewat telepon dan sarana lainnya pada keluarga yang sedang dikarantina. “Tak perlu ada kepanikan. Kami tangani secara profesional. Keluarga masih bisa berkomunikasi,” tandasnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top