Pemkab TTU Tunggu Keputusan Pusat Terkait Pelaksanaan SKB | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab TTU Tunggu Keputusan Pusat Terkait Pelaksanaan SKB


Kepala BKD TTU, Fransiskus Tilis. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pemkab TTU Tunggu Keputusan Pusat Terkait Pelaksanaan SKB


546 Peserta Bersaing Rebut 182 Formasi CPNS TTU

KEFAMEMANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Pusat melalui Kemenpan-RB terkait jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi peserta CPNS 2020 yang telah dinyatakan lolos seleksi kompetensi dasar (SKD).

Sebanyak 546 peserta CPNS 2020 yang akan mengikuti SKB bakal bersaing ketat untuk memperebutkan 182 formasi jabatan yang telah disiapkan Kemepan-RB bagi Pemkab TTU.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) TTU, Fransiskus Tilis kepada Timor Express, di Kefamenanu, Kamis (9/7) menuturkan, sejak mewabahnya pandemi Covid-19 di wilayah Indonesia, pemerintah belum menginformasikan jadwal pelaksanaan SKB.

Dikatakan, sesuai kebutuhan formasi CPNS di TTU sebanyak 182 formasi, sementara total peserta yang akan mengikuti seleksi SKB tersebut berjumlah 546 peserta, dan menyebar di semua jurusan, baik itu tenaga guru, Kesehatan maupun tenaga teknik.

Terkait kesiapan teknis, kata Fransiskus, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala SMKN 1 Kefamenanu untuk kembali menggunakan ruangan laboratorium komputer milik sekolah tersebut untuk pelaksanaan SKB sambil menunggu jadwal.

Fransiskus menambahkan, proses pelaksanaan SKB untuk seleksi CPNS 2020 akan digelar dengan memperhatikan protokol Covid-19 meskipun Pemerintah Pusat telah menetapkan status New Normal.

“Pelaksanaan SKB nanti pakai kembali Lab Komputer SMKN 1 Kefamenanu. Kalau sudah ada jadwal Tim akan turun koordinasi untuk persiapan komputer dan jaringan internet. Pelaksanaan SKB juga sesuai dengan Protokol covid-19,” jelasnya.

Fransiskus berharap, peserta yang akan mengikuti SKB dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga dapat meraih hasil. Namun apabila persiapan dari peserta yang lolos tidak sungguh-sungguh maka dipastikan dirinya tidak akan lolos mendapatkan tiket menjadi ASN.

Fransiskus berharap, hasil pada pelaksanaan SKD tersebut tidak terulang lagi sehingga kesempatan formasi yang disiapkan ini bisa terpenuhi dan tidak merugikan Pemerintah Daerah.

“Kami berharap agar peserta yang lolos SKB ini belajar dan mempersiapkan diri secara baik sehingga bisa mendapatkan tiket untuk menjadi ASN,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top