TTU Zona Merah, 7 Orang Karantina Terpusat, 13 Karantina Mandiri | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

TTU Zona Merah, 7 Orang Karantina Terpusat, 13 Karantina Mandiri


Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

TTU Zona Merah, 7 Orang Karantina Terpusat, 13 Karantina Mandiri


Gugus Tugas TTU Tracking Pasien Covid-19 dan Keluarga

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus melakukan penelusuran atau pelacakan (Tracking) terhadap keluarga maupun orang-orang yang telah berkontak dengan mahasiswa kedokteran, pasien terkonfimasi positif Covid-19 dari Semarang, Jawa Tengah.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari Tim Gugus Tugas, saat ini, sudah ada tujuh orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 pertama yang menjadi Kabupaten TTU masuk dalam zona merah itu.

Ketujuh orang tersebut sudah diamankan Tim Gugus Tugas dan kini dikarantina di Rusunawa BTN, Desa Naiola Timor, Kecamatan Bikomi Selatan. Tujuh orang itu telah diambil sampel swab-nya dan dikirim ke Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Proses tracking oleh Tim Gugus Tugas juga dilakukan terhadap ayah dari pasien positif Covid-19 itu. Pasalnya, pasca menjemput sang anak, ayahnya sempat berkantor dan berinteraksi dengan teman kerja sekantornya.

Dari hasil tracking ayah si pasien, saat ini Tim Gugus Tugas melakukan skrining terhadap 13 orang yang berkontak langsung. 13 orang tersebut saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada Timor Express, di Kefamenanu, Jumat (10/7) mengatakan, tujuh orang yang diamankan Tim Gugus Tugas untuk karantina terpusat itu merupakan keluarga inti dari pasien positif Covid-19 yang kini menjalani karantina di Rusunawa BTN. Sedangkan 13 orang yang diskrining tersebut merupakan hasil tracking terhadap ayah dari pasien positif Covid-19 itu.

“Ada tujuh orang yang diamankan Tim Gugus Tugas dan sudah dikarantina di Rusunawa. Sedangkan ada 13 orang yang diskrining. Mereka itu teman sekantor dari ayah pasien positif Covid-19,” ungkap Kristo Ukat.

BACA JUGA: Mahasiswi Kedokteran Asal TTU Positif Covid-19, Bupati Kembali Perketat Batas

Kristo menjelaskan, tujuh orang yang dikarantina di Rusunawa BTN tersebut telah diambil sampel swab, dan sudah dikirim ke Kupang untuk diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Sedangkan untuk 13 orang hasil tracking dari ayah pasien positif Covid-19 itu telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test. Apabila hasilnya reaktif maka akan dilakukan pengambilan sampel swab, namun jika rapid test non reaktif, maka akan dilakukan rapid test kembali setelah 7 – 14 hari ke depan.

Kristo menambahkan, untuk keamanan di tempat kerja ayah pasien Covid-19 ini, sejak Senin (6/7) lalu Bidang PAUD pada Dinas PKO TTU telah disterilkan dan semua pelayanan untuk sementara waktu dihentikan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Itu karena semua rekan kerja dari ayah si pasien positif itu sempat melakukan kontak fisik bersama rekan kerjanya pada Jumat (3/7) lalu setelah menjemput anaknya.

Sementara untuk tracking dari ibu pasien positif Covid-19 itu, kata Kristo Ukat, Tim Gugus Tugas saat ini belum mendapatkan kepastian informasi terkait kontak fisik antara pasien positif covid-19 itu bersama ibunya. Pasalnya, ada informasi yang menyebutkan ibunya turut menjemput di Bandara El Tari Kupang, namun ada yang mengatakan tidak ikut menjemput.

Untuk itu, Kristo mengharapkan adanya kejujuran pihak keluarga sehingga siapa saja yang telah melakukan kontak fisik dengan pasien positif Covid-19 maupun keluarga dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di TTU.

“Kita belum melakukan penelusuran terhadap ibu dari pasien positif ini karena informasinya masih simpang siur. Kita berharap keluarga jujur menyampaikan kepada kita sehingga para pihak yang terlibat kontak fisik kita periksa kesehatannya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini,” harap Kristo. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top