Warga 4 Desa di Kecamatan Kokbaun-TTS Nikmati Listrik PLN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga 4 Desa di Kecamatan Kokbaun-TTS Nikmati Listrik PLN


ILUSTRASI. Wabup TTS, Army Konay (tengah) bersama GM PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko (kanan) saat peresmian layanan listrik dari PLN di salah satu rumah ibadah di Kecamatan Kualin, Kamis (23/4/2020) lalu. Kini warga empat desa di Kecamatan Kokbaun juga ikut menikmati penerangan listrik dari PLN. (FOTO: Dok. PLN UIW NTT)

BISNIS

Warga 4 Desa di Kecamatan Kokbaun-TTS Nikmati Listrik PLN


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-PT PLN (Persero) kembali melakukan penyambungan listrik di daerah yang sulit dijangkau melalui program listrik desa.

Kali ini, 900 warga yang tinggal di empat desa di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh bergembira karena jelang HUT ke-75 RI Agustus 2020 nanti, mereka menikmati penerangan listrik PLN.

Keempat desa itu, yakni Desa Niti, Desa Sabnala, Desa Koloto, dan Desa Lotas. “Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok tanah air. Listrik untuk semua,” tutur General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Jatmiko.

Agustinus menyebutkan, untuk mengalirkan listrik keempat desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 14 kms (kilometer sirkit), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 21 kms, dan 5 unit gardu dengan total kapasitas 250 kilo Volt Ampere (kVA).

BACA JUGA: 378 KK di Desa Tuapakas dan Desa Oemaman TTS Nikmati Layanan Listrik PLN

Akses jalan yang berlumpur, serta medan berat berhasil dilalui dalam proses pembangunan jaringan listrik ke Kecamatan Kokbaun. “Terkadang petugas kami harus berputar lewat jalur lintas selatan melewati Kabupaten Malaka. Namun, Hal tersebut tentu bukan menjadi hambatan tetapi menjadi tantangan dengan semangat energi optimisme menerangi Nusantara,” tutur Agustinus.

Camat Kokbaun, Wilgo Nenometa berharap kehadiran listrik bisa membuat warga lebih produktif dan meningkatkan perekonomiannya. “Warga bisa lebih hemat karena sebelumnya warga mengunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari, dengan biaya setiap bulan sekitar Rp 100 ribu,- namun sejak listrik menyala warga membeli token Rp 50 ribu dan sampai sekarang belum beli lagi token. Selain itu untuk kegiatan ibadat Gereja dengan membeli BBM di Betun Rp 200 ribu per bulan dan sekarang token Rp 200 ribu belum habis digunakan,” beber dia.

Hingga saat ini rasio desa berlistrik TTS telah mencapai 96,04 persen, dan untuk desa berlistrik Provinsi NTT telah mencapai 94,09 persen hingga Juni 2020. (chi/jpnn)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top