2 Nelayan Kakak-beradik Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

2 Nelayan Kakak-beradik Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian


DEPORTASI. Dua nelayan selamat, Yohanes Nabu dan Primus Taunais saat dideportasi pihak Imigrasi, PNTL, dan UPF Timor Leste melalui PLBN Wini, Selasa (7/7). Dua nelayan malang ini didampingi pihak KBRI Dili di Distric Oecusse. (FOTO: KBRI for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

2 Nelayan Kakak-beradik Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pencarian terhadap dua nelayan asal Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU yang hilang saat melaut di Perairan Oepuah, Pantai Utara, Sabtu (4/7) lalu, hingga kini masih misterius. Dua nelayan kakak-beradik itu, yakni Jefrianus Naiheli dan Yani Naiheli.

Karena tak kunjung ditemukan, dan sudah memasuki hari ketujuh, Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan proses pencarian terhadap dua neyalan itu. Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR tidak menemukan pentunjuk terkait keberadaan kakak-beradik yang hilang saat mengais rejeki di parairan Oepuah, Pantai Utara, TTU itu.

Sementara nasib baik masih berpihak pada dua nelayan lainnya yakni, Yohanes Nabu, 40, dan Primus Taunais, 30. Keduaanya selamat setelah terbawa arus dan terdampar di Perairan Pantai Makassar, Distric Oecusse, Timor Leste. Keduanya telah dideportasi pemerintah Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini.

Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake, kepada Timor Express, Selasa (14/7), mengatakan, hingga hari ke-7, upaya pencarian terhadap dua dari empat nelayan asal Desa Oepuah Utara itu tak kunjung ditemukan.

Menurut Yosefina, Setelah tujuh hari melakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, dimana kedua nelayan itu tak ditemukan, maka sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, pelaksanaan operasi SAR dihentikan.

“Bahwa jika pelaksanaan operasi SAR hingga hari ke-7, korban tidak ditemukan, maka pencarian akan dihentikan. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada petunjuk lagi maka mereka dapat melanjutkan pencarian,” jelasnya.

Meski proses pencarian dihentikan, kata Yosefina, pihaknya telah meminta kelompok nelayan di pesisir Pantai Oepuah dan seluruh warga pesisir Pantai Utara untuk tetap melakukan pemantauan disekitarnya, dan apabila menemukan adanya petunjuk segera menyampaikan kepada pihaknya untuk mendatangkan Tim SAR.

Sementara, Pejabat Kantor Penghubung KBRI Dili di Distrik Oecusse, Timor-Leste, Marya Onny Silaban kepada Timor Express, Selasa (14/7) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) untuk tetap melakukan pengawasan di sekitar perairan Pantai Makassar guna membantu memantau dua nelayan asal Kabupaten TTU yang menghilang di Perairan Oepuah, Pantai Utara.

“Kita sudah koordinasi dengan PNTL untuk tetap melakukan pengawasan di perairan Pantai Makassar karena kedua nelayan lainnya ditemukan di Pantai Makassar juga,” tutur Onny.

Sebelumnya, keberadaan dua nelayan asal Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU yang hilang saat melaut di Perairan Oepuah, Pantai Utara sejak Sabtu (4/7) lalu, hingga kini masih misterius. Dua nelayan itu merupakan kakak-beradik, yakni Jefrianus Naiheli, dan Yani Naiheli.

Aparat Kepolisian, BPBD TTU dan keluarga masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban yang kini belum ditemukan. Sementara dua nelayan lainnya yang ditemukan terdampar di perairan Pantai Makassar, Distric Oecusse, Timor Leste, Minggu (5/7) sore, yakni Yohanes Nabu dan Primus Taunais telah dipulangkan ke TTU atas bantuan KBRI Dilli di Distrik Oecusse, via PLBN Wini, Selasa (7/7). Perahu motor yang digunakan keempat nelayan malang itu pun telah ditemukan di perairan Pantai Makassar, Timor Leste. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top