Pahami Perbedaan Istilah Pasien Positif Covid-19, Suspek, dan Probable | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pahami Perbedaan Istilah Pasien Positif Covid-19, Suspek, dan Probable


Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (FOTO: Muhammad Ali/Jawa Pos)

NASIONAL

Pahami Perbedaan Istilah Pasien Positif Covid-19, Suspek, dan Probable


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah mengubah definisi dalam menentukan diagnosa pasien Covid-19. Tak ada lagi istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kini masyarakat diajak mengenali istilah pasien terkonfirmasi positif, suspek, probable, dan kontak erat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, Kepmenkes tentang pedoman dan pencegahan pengendalian Covid-19 itu sudah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Keputusan itu merupakan revisi kelima dan mencabut keputusan revisi keempat sebelumnya.

“Revisi ini adalah serial yang kita gunakan sebagai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19. Dan bisa menjadi pedoman baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Lalu pedoman bagi seluruh fasilitas kesehatan di seluruh tanah air dan tenaga kesehatan,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/7).

BACA JUGA: Angka Kematian Tinggi, Status PDP Kini Diganti Istilah Suspek

“Ada perbedaan mendasar. Kita segera sosialisasikan secara terus menerus kepada kabupaten kota secara daring,” tambahnya.

Masyarakat harus memahami beberapa definisi epidemiologi baru, di antaranya:

1. Kasus Suspek

Pertama, mereka yang mengalami gangguan saluran pernapasan akut, memiliki riwayat dengan orang yang berasal dari daerah dan terjadi penularan lokal. Kedua, adalah mereka yang dalam 14 hari terakhir kontak dekat dengan kasus positif atau probable, kontak erat lebih dari 30 menit. Ketiga, mereka yang memiliki gangguan saluran pernapasan atas yang berat dan dilakukan perawatan di RS.

2. Probable

Adalah pasien yang kondisinya berat dan parah infeksinya. Disertai kondisi ARDS Acute Respiratory Distress Syndrome atau ARDS atau gagal napas. Dan pasien meninggal yang klinisnya meyakinkan bahwa gejalanya mendekati Covid-19. Bisa diyakini dari ganbar foto rontgen paru-paru atau darah misalnya. Pasien kategori ini belum terkonfirmasi PCR atau TCM.

3. Kontak Erat

Pasien dalam kategori kontak erat adalah pasien yang dekat dengan pasien terkonfirmasi positif. Atau dengan kasus probable.

4. Kasus Konfirmasi

Adalah pasien dengan hasil spesimennya sudah dinyatakan positif dari pemeriksaan PCR dan TCM. Bisa disertai gejala atau asimtomatik. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top