Penyerapan Rumah Bersubsidi Turun 50 Persen, Ketua REI NTT Beber Alasannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penyerapan Rumah Bersubsidi Turun 50 Persen, Ketua REI NTT Beber Alasannya


Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby. (FOTO: Dok. TIMEX)

BISNIS

Penyerapan Rumah Bersubsidi Turun 50 Persen, Ketua REI NTT Beber Alasannya


Target Penyerapan 3.500 Rumah, Hingga Semester I Baru Terserap 984 Unit

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pembangunan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih terus diminati. Hanya akibat pandemi Covid-19 ini, penyaluran pembiayaan perumahan dari perbankan ikut melambat. Pihak perbankan menerapkan kewaspadaan dalam proses penyaluran kredit terhadap para debitur.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Pitoby saat dikonfirmasi Sabtu (11/7) mengatakan, minat terhadap kepemilikan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sangat besar. Akan tetapi penyiapan dari perbankan yang melambat. Sikap perbankan sangat selektid dalam melihat kemampuan para debitur.

“Nah alasan Covid-19 sehingga pihak perbankan lebih waspada salurkan kredit. Takut tidak mampu bayar angsuran. Terutama MBR atau kelompok swasta. Sedangkan untuk kalangan PNS dan lainya tidak ada masalah. Pihak bank lancar menyalurkan kreditnya,” ungkap Bobby.

Bobby mengakui penurunan penyaluran kredit perumahan di tengah pandemi Covid-19 cukup drastis. Angkanya penurunan mencapai hingga 50 persen.

Bobby mengaku, target penyerapan rumah subsidi di tahun ini sebanyak 3.500 unit. Tetapi dalam laporan di periode Juni 2020 (Semester I) baru mencapai 984 unit. Progres penyaluran ini jauh berbeda dibanding tahun 2019, dimana hingga akhir periode tahunan penyerapannya mencapai 2.854 unit.

Menurut Bobby kendala lain adalah kuota rumah subsidi yang diberikan jumlahnya terbatas. Seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang memiliki kuota nasional paling besar dari Kementerian PUPR, itupun terbatas. Terbukti sejak Maret sudah habis kuotanya. “Ada juga program Selisih Suku Bunga (SBB) dari BTN yang sedang jalan sekarang,” kata Bobby.

Masih menurut Bobby, perbankan lainnya pun sama, dimana kuota yang diberikan jumlahnya terbatas. Seperti di NTT salah satu penyalurnya adalah Bank NTT. “Kondisi kuota saat ini tinggal sedikit. Kendalanya selain wabah Covid-19, juga kuota yang terbatas. Sehingga penyerapannya rendah dari yang targetkan,” urai Bobby.

Bobby menyebutkan, keuntungan membeli rumah subsidi karena memiliki keringanan bunga kredit MBR. Dari pemerintah sudah memberikan subsidi rumah dari bunga 12 persen menjadi 5 persen. Sedangkan untuk MBR yang sudah kredit dan sedang membayar angsuran, ada keringanan dari bank. Caranya, yang bersangkutan membuat permohonan untuk keringanan menunda angsuran atau penundaan bunga yang sudah diatur melalui kebijakan dari masing masing bank.

Bobby berharap pemerintah daerah masing-masing fokus mendukung program rumah subsidi. Caranya membebaskkan Biaya Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) khusus untuk rumah MBR. Sebab pajak ini sangat membebani masyarakat.

“Kita di DPD REI NTT membuat permohonan agar pemerintah bisa bebaskan pajak ini. Karena kita lihat pajak BPHTB rumah bagi MBR lebih mahal dari pada uang muka untuk kredit rumah,” tandasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membeli rumah subsidi, karena nilainya setiap tahun terus meningkat. Padahal rumah menjadi kebutuhan pokok yang harus menjadi prioritas. Sebab harga aset rumah nilai investasi naik setiap tahun ketimbang prioritas dikebutuhan tambahan seperti mobil atau motor dan lainnya yang nilainya investasi menyusut. (mg33)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top