Stok Darah Kurang, Bank NTT-PMI Matim Gelar Donor Darah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Stok Darah Kurang, Bank NTT-PMI Matim Gelar Donor Darah


AKSI KEMANUSIAAN. Pinca Bank NTT Borong, Nurchalis (kiri), Ketua Perwaban Cabang Borong, Ismawati, dan karyawan Bank NTT Borong saat mendonorkan darahnya, Senin (13/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Stok Darah Kurang, Bank NTT-PMI Matim Gelar Donor Darah


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Guna memenuhi kekurangan dan kebutuhan stok darah di RSUD Ruteng, Bank NTT Cabang Borong bekerkerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Manggarai dan Manggarai Timur (Matim), mengadakan aksi kemanusian dengan donor darah, Senin (13/7).

Kegiatan yang berlangsung di lobi Kantor Bupati Matim, Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong itu dihadiri Pemimpin Cabang (Pinca) Bank NTT Borong Nurchalis Tahir, Wakil Pinca Petrus Soba Lewar, Ketua PMI Matim Theresia Wisang-Agas, Ketua PMI Manggarai, Roni Kaunang, Ketua dan Wakil Ketua Perwaban Cabang Borong, Ismawati Wahid dan Fransiska Linggi Kolin.

Peserta yang ikut donor terdiri dari pegawai Bank NTT Cabang Borong, sejumlah anggota Polisi dari Polres Matim, mitra Bank NTT Cabang Borong, sejumlah ASN dan pegawai THL lingkup Kabupaten Matim, dan masyarakat kota Borong.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bank NTT, bekerjasama dengan PMI Matim dan Manggarai dalam rangka HUT ke-58 Bank NTT. Disini Bank NTT punya kepedulian terhadap kemanusiaan dan membantu memenuhi kebutuhan darah,” ujar Ketua PMI Matim, Theresia Wisang kepada TIMEXKUPANG.com usai kegiatan donor darah.

Menurut Theresia, kegiatan ini sangat membantu orang yang membutuhkan transfusi darah. Khususnya di RSUD Ruteng, kabupaten Manggarai. Apalagi kata dia, persedian atau stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Manggarai, tidak mampu mencukupi permintaan. Padahal setiap waktu sangat banyak pasien di RSUD Ruteng yang membutuhkan darah.

“Persediaan darah di UTD PMI itu sangat kurang. Sementara permintaan dari pasien itu banyak. Tapi pasien yang lebih banyak butuh darah itu, dari Matim. Paling banyak itu pasien ibu yang melahirkan dan penyakit infeksi. Kalau yang kecelakaan sedikit,” bilang Theresia.

Hal itu, kata Theresia, merupakan salah satu indikator yang menujukan derajat kesehatan orang Matim masih rendah. Sehingga menjadi tugas bersama untuk tetap berusaha dengan upaya memberikan pelayanan kesehatan. Disini lebih pada promosi kesehatan, supaya orang bisa ikut berprilaku pola hidup bersih dan sehat.

Dengan upaya itu, lanjutnya, bisa mencegah supaya jangan sakit. Penekananya, untuk tetap jaga kesehatan dan mengikuti aturan perilaku PHBS.

Theresia juga meminta semua pihak untuk bisa mendonorkan darahnya, demi menyelamatkan nyawa orang lain. Dia juga berharap Bank NTT Cabang Borong, akan gabung menjadi komunitas donor darah sukarela (DDS).

“Kami berharap kepada Bank NTT cabang Borong, bisa menjadi anggota komunitas DDS. Sehingga nanti setiap bulan itu kita ada kegiatan, pertemuan, dan kalau bisa atur untuk melalukan sosialiasi pola hidup sehat. Sebelumnya kami juga sama-sama, PMI dan Bank NTT melakukan kegiatan pengobatan gratis kepada masyarakat desa Wae Ngori,” kata Theresia.

Dikatakanya, saat ini PMI Matim belum memiliki peralatan lengkap untuk kegiatan donor, alat skrining, dan juga belum dibentuk UTD. Sehingga untuk kegiatan donor, PMI Matim harus gandeng PMI Manggarai. Pihaknya pun telah mengajukan usulan ke PMI pusat untuk bisa alokasikan peralatan yang dibutuhkan untuk donor darah. Termasuk untuk bentuk UTD.

“Hari ini ada 73 kantong darah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan donor darah aksi kemanusian Bank NTT. Sementara yang ikut daftar 80 orang. Ada yang tidak bisa donor, karena setelah dicek, ada yang tensinya tinggi dan rendah. Setelah ini nanti darah ini dibawa ke UTD Manggarai untuk kebutuhan pasien siapa saja di RSUD Ruteng,” pungkas Theresia.

Pinca Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis, kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, kegiatan donor darah itu dilaksanakan dalam rangka HUT ke-58 Bank NTT tahun 2020. Donor darah yang dilaksanakan itu, juga merupakan bentuk kepedulian Bank NTT bagi orang yang membutuhkan darah. Selain itu pendonor tentu jadi sehat.

“Esensi donor darah ini memberi dengan ikhlas untuk membantu keselamatan nyawa orang lain, juga untuk menjaga kebugaran tubuh bagi pendonor. Darah dari kegiatan hari ini, melalui PMI akan dimanfaatkan oleh siapa saja pasien yang membutuhkan,” jelas Nurchalis.

Menurutnya, tidak ada target berapa jumlah darah yang harus dikumpulkan dari kegiatan itu. Tapi sangat bersyukur karena berhasil dapat 73 kantong darah. Namun peserta yang terlibat, pihak Bank NTT Cabang Borong, melibatkan banyak orang peserta melalui undangan yang ada. Nurchalis sendiri juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Matim, PMI Manggarai, dan Pemda Matim.

“Target kita, ya sebanyak-banyaknya. Syukur kalau jumlahnya 58 kantong darah, karena pas dengan angka HUT Bank NTT. Tapi sangat bersyukur dan berterima masih, hari terkumpul 73 kantong darah. Harapan kita, semua darah ini bisa dimanfaatkan dan membantu suadara kita yang membutuhkan,” ujar Nurchalis, (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top