KPU TTU Coklit Door to Door Data Pemilih Pilkada | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU TTU Coklit Door to Door Data Pemilih Pilkada


BAGI APD. Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka melihat dan memastikan kelengkapan APD yang akan dibagikan ke penyelenggara tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

KPU TTU Coklit Door to Door Data Pemilih Pilkada


Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mulai melakukan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2020.

Meski coklit ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, metodenya sama seperti Pilkada sebelumnya. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan coklit dengan menemui pemilih secara langsung satu per satu atau door to door.

Proses coklit yang dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020 tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Tujuannya menjaga dan melindungi penyelenggara di tingkat desa dan kelurahan sehingga tidak mudah terpapar virus korona.

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka kepada Timor Express, Rabu (15/7) mengatakan, untuk menjaga petugas coklit, pihaknya telah membagikan alat Pelindung diri (APD) ke seluruh PPDP, PPS dan juga PPK. Sesuai data, jumlah pemilih sementara Pilkada TTU sebanyak 170.000.

“Hari ini (Rabu, 15/7, Red) sudah mulai coklit. Semua penyelenggara dari tingkat PPK, PPS dan PPDP dibekali APD. Proses coklit door to door dengan menerapkan protokol kesehatan,” Kata Polce -sapaan akrab Paulinus Lape Feka.

Polce menambahkan, ketentuan prosedur coklit diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

Sebelum diundangkan, KPU merencanakan proses coklit dilakukan berdasarkan RT/RW, bukan door to door untuk menghindari interaksi fisik dan mencegah penyebaran Covid-19.

Akan tetapi, jelas Polce, Pasal 23 PKPU Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan, PPDP melakukan coklit dengan menemui pemilih secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Petugas diwajibkan memenuhi protokol ksehatan seperti menggunakan masker, sarung tangan sekali pakai, pelindung wajah, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik, dan mencuci tangan dengan sabun.

PPDP berkoordinasi dengan petugas RT/RW sebelum dan setelah melakukan coklit dengan memperhatikan kondisi keamanan di wilayah setempat. PPDP dapat memutakhirkan data pemilih berdasarkan perbaikan dari RT/RW maupun tambahan pemilih berdasarkan masukan pada saat coklit.

PPDP melakukan coklit berdasarkan formulir model A-KWK. Formulir model A-KWK merupakan data pemilih hasil sinkronisasi daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).

Selain itu, kata Polce, KPU akan pun telah serentak mencanangkan Gerakan Klik Serentak pada hari pertama coklit. Pemilih dapat mengecek apakah dirinya terdaftar sebagai pemilih pada laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir.

“Semua warga Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten TTU akan didatangi oleh PPDP maupun petugas penyelenggara lainnya untuk kepentingan coklit. Kalau yang belum terdata dalam DPS, maka akan langsung didata saat coklit,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top