Pemkab TTU Setor Rp 50 Miliar ke Bank NTT untuk Tambah Modal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab TTU Setor Rp 50 Miliar ke Bank NTT untuk Tambah Modal


Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

BISNIS

Pemkab TTU Setor Rp 50 Miliar ke Bank NTT untuk Tambah Modal


Bupati Minta Benahi Manejemen, Pengaturan Produk, dan Kredit

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) menambahkan penyertaan modal ke Bank NTT senilai Rp 50 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2020. Meski demikian, Pemkab TTU memberi catatan bahwa Bank NTT harus membenahi manejemen, pengaturan produk, dan kredit dari lembaga perbankan tersebut.

Sebagai pemegang saham terbesar urutan ketiga setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Pemkab TTU juga harus ikut berperan mendukung keberlangsungan bank milik rakyat NTT ini agar mampu memiliki saham sebanyak Rp 4 triliun sampai dengan batas waktu tahun 2024 mendatang.

“Ini untuk menghindari sanksi konsolidasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.3/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum pada 2024 mendatang,” ungkap Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, di Kefamenanu, Rabu (15/7).

Menurutnya, tambahan penyertaan modal ke Bank NTT senilai Rp 50 miliar tersebut untuk memperkuat struktur ketahanan dan daya saing bank.

Bupati Raymundus menjelaskan, OJK sebagai lembaga pengawas keuangan di Indonesia telah mengeluarkan POJK Nomor 12/POJK.3/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum agar bank yang beroperasi di Indonesia harus memiliki modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat hingga akhir 2022 sebagaimana untuk bank umum, dan khusus bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada 2024 mendatang.

“Saat ini Bank NTT secara keseluruhan hanya memiliki modal sebesar Rp 1,3 triliun, jadi masih kurang sebesar Rp 1,7 triliun,” jelasnya.

Terkait kredit macet di Bank NTT, ujar Raymundus, pihaknya meminta dengan tegas ke pengurus Bank NTT untuk membenahi manejemen, pengaturan produk, dan kredit.

Raymundus menyebutkan, persoalan kredit macet sudah menjadi persoalan tahunan yang masih menjadi agenda pembahasan disetiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Karena itu, lanjutnya, Bank NTT seharusnya berbenah dan menciptakan daya saing bersama bank lainnya dalam memberikan pelayanan perbankan.

“Kalau tidak membenahi manejemen, pengaturan produk, dan kredit tentu tidak akan mampu bersaing dengan lembaga perbankan lainnya. Karena harus segera dibenahi,” tegasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top