SMAN 1 Kupang Gelar IHT, Kadis Pendidikan NTT Harap Guru Lebih Kreatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

SMAN 1 Kupang Gelar IHT, Kadis Pendidikan NTT Harap Guru Lebih Kreatif


BUKA IHT. Kepala Dinas Pendidikan NTT, Benyamin Lola (kedua kiri) saat membuka IHT SMAN 1 Kupang yang berlangsung di ruang multi fungsi sekolah itu, Rabu (15/7). Tampak Kepala SMAN 1 Kupang, Marselina Tua (kedua kanan), Ketua Panitia IHT, Stevanus Rambadeta (kiri) dan moderator IHT, Saleha Wongso (kanan). (FOTO: Humas SMAN 1 Kupang for TIMEX)

PENDIDIKAN

SMAN 1 Kupang Gelar IHT, Kadis Pendidikan NTT Harap Guru Lebih Kreatif


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Menyambut Tahun Ajaran Baru 2020/2021, SMA Negeri 1 Kupang melaksanakan In House Training (IHT) yang diikuti 116 peserta. Peserta ini adalah seluruh guru dan pegawai, baik tetap maupun tidak tetap sejumlah di sekolah itu.

IHT yang dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd ini berlangsung di ruang Multi Fungsi SMA Negeri 1 Kupang, Rabu (15/7). IHT berlangsung selama tiga hari, sejak hari ini (15/7) hingga Jumat (17/7).

Diawal sambutannya, Benyamin Lola menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak SMAN 1 Kupang yang sudah bekerja keras menyukseskan program sekolah berprestasi yang bertujuan meningkatkan nilai Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2019/2020, walau akhirnya UNBK dibatalkan karena adanya pandemi Covid-19.

“Tantangan dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana belajar dari rumah. Sesuai instruksi Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat, Red) yang menyatakan bahwa hanya zona hijau saja yang boleh menyelenggarakan sekolah tatap muka setelah melalui kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik. Sedangkan yang masih kuning, orange atau merah tetap belajar dari rumah,” kata Benyamin.

Benyamin mengaku sangat mendukung program SMAN 1 Kupang yang akan memberikan tugas terstruktur dan tidak terstruktur kepada siswa dengan mengolaborasikan beberapa mata pelajaran sehingga materi pembelajaran itu bukan lagi tekstual tapi sudah menjadi kontekstual, yang bisa menggugah rasa ingin tahu siswa dan menjadi lebih terpacu untuk belajar.

“Karena itu, saya mengajak semua guru untuk lebih kreatif dan juga inovatif sehingga bisa mengantar anak-anak NTT menjadi lebih baik dan berdaya saing ke depan,” tandas Benyamin.

Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Kupang, Dra. Marselina Tua, M.Si, mengatakan, IHT kali ini agak berbeda karena disatukan dengan kegiatan Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Dengan demikian, selain mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dalam proses kegiatan belajar dan mengajar, juga dipakai sebagai sarana untuk mengevaluasi indikator-indikator peningkatan mutu dari delapan standar pendidikan.

Menurut Marselina, indikator yang nilainya masih rendah yang akan menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Tahunan dan dirumuskan oleh tim pengembang mutu sekolah.

“Tim ini nantinya terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, pegawai, dan orang tua siswa,” ungkapnya.

Hal kedua yang harus dihasilkan dari IHT ini, kata Marselina, adalah adanya tugas siswa yang merupakan kolaborasi dari beberapa mata pelajaran sehingga anak bisa lebih tertarik, aktif dan kreatif dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Sementara Ketua Panitia IHT, Stevanus Djawa Rambadeta, S.Pd dalam laporannya mengatakan, IHT adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru. Namun kali ini agak berbeda dan unik karena diselenggarakan di tengah pandemi virus korona sehingga difokuskan untuk merumuskan program kerja dan pembelajaran yang antisipatif dan alternatif demi menjamin pemenuhan mutu pelayanan terhadap siswa, dengan mengindahkan berbagai ketentuan pemerintah.

Penyelenggaraan IHT ini, kata Stevanus, juga bertujuan menghasilkan produk-produk yang berkaitan dengan delapan standar pendidikan. (aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top