Bank NTT Harus Tetap Survive dalam Kondisi Apapun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT Harus Tetap Survive dalam Kondisi Apapun


PAPARAN. Plt. Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kedua kiri) menyampaikan penjelasan terkait kiprah Bank NTT dalam acara Ngobrol Inspiratif bersama Pemuda/KNPI, di In & Out Resto Kupang, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Kamis (16/7). Tampak Mantan Dirkep Bank NTT, Tomy Ndolu (kanan), Karo Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT, Leri Rupidara (kedua kanan), dan Marthen Bana/TIMEX (kiri). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

BISNIS

Bank NTT Harus Tetap Survive dalam Kondisi Apapun


DPD KNPI NTT Adakan NgoPi Bertajuk “Ekspansi Bank NTT di Tengah Pandemi Covid-19”

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Forum Ngobrol Inspiratif (NgoPi) bersama DPD KNPI Provinsi NTT dengan tajuk: “Ekspansi Bank NTT di Tengah Pandemi Covid-19, Energy of Harmony” menyepakati bahwa Bank NTT yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Flobamorata harus tetap survive (Bertahan) dalam kondisi apapun. Harus tetap eksis dalam keadaan apapun.

Hal ini ditegaskan Ketua DPD KNPI NTT, Hermanus Th. Boki saat memberi catatan rekomendasi dari hasil Ngobrol Inspiratif dalam rangka HUT ke-47 KNPI bertempat di In & Out Resto Kupang, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Kamis (16/7).

“Dalam situasi dan kondisi apapun, Bank NTT yang merupakan bank milik dan kebanggaan masyarakat NTT harus tetap eksis sampai kapan pun. Beta (saya) Pemuda NTT, Beta Anak NTT, Katong (kita) semua orang NTT, Beta Cinta Bank NTT dan mari bersama membangun NTT menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera,” tegas Heri Boki yang tampil sebagai pemandu Ngopi pagi kemarin.

Sosok energik yang akrab disapa Bung Heri itu mengatakan, kiprah Bank NTT sangat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan di NTT. Oleh sebab itu, sampai kapan pun Bank NTT harus tetap tumbuh dan berkembang di Bumi Flobamorata.

Kegiatan Ngobrol Inspiratif itu menghadirkan empat pembicara diantaranya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT, Dr. Leri Rupidara, Mantan Direktur Kepatuhan Bank NTT, Tommy Ndolu, dan Manager Bisnis Online Timor Express/Pemred TIMEXKUPANG.com, Marthen Bana.

Bung Heri menjelaskan bahwa, pemilihan topik dalam Ngopi ini bertujuan agar bagaimana Bank NTT terus tumbuh dan berkembang demi memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di NTT. Apalagi di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, bisnis perbankan menjadi salah satu bisnis yang ikut terkena dampak cukup serius.

Plt Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang mendapat kesempatan pertama mengatakan, Bank NTT dalam kiprah menghimpun dan menyalurkan uang sebagaimana amanah undang-undang, terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan berbagai inovasi-inovasi.

Alex Riwu Kaho mengaku, pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan dampaknya oleh industri perbankan, termasuk Bank NTT. Apalagi di tengah situasi ini, isu-isu mengenai ekonomi dan keuangan terus mewarnai dalam dunia perbankan. Oleh sebab itu Bank NTT terus beradaptasi dan mengimbau semua komponen masyarakat yang memanfaatkan jasa perbankan untuk lebih jeli dalam mendapatkan akses perbankan dengan cara yang sehat, baik dalam sisi pelayanan.

Terkait dengan berbagai pemberitaan di media massa akhir-akhir ini mengenai permasalahan kredit macet di Bank NTT, menurut Alex, hal tersebut tidak sampai berpengaruh terhadap tata kelola di internal Bank NTT. Operasinal bank tetap berjalan dengan baik.

“Kondisi Bank NTT saat ini tidak seekstrem dari pemberitaan-pemberitaan yang ada,” tegasnya.

Hari ini, lanjut Alex, Bank NTT mampu tumbuh secara baik dengan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di NTT. Di tengah gencarnya berbagai pemberitaan tersebut, tidak mempengaruhi rasa kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT.

Hal ini, demikian Alex, ditunjukkan dengan adanya dana pihak ketiga yang terus bertumbuh dengan cepat dan baik di atas Rp 350 miliar. Begitu pun dengan Deposito sangat luar biasa kepercayaan yang diberikan kepada Bank NTT. Pertumbuhan dibandingkan dengan tahun 2019 mencapai Rp 2,4 triliun.

“Posisi deposito kita berjumlah Rp 11,8 triliun. Sementara dana yang kita salurkan dengan berbagai prodak dalam waktu dua bulan ini, walau dalam kondisi pandemi Covid-19 mampu mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, dimana mampu menopang pertumbuhan kredit dari Rp 9,9 triliun bertumbuh menjadi Rp 10,3 triliun,” ungkap Alex.

Alex menyebutkan, Jumat (17/7) hari ini, Bank NTT telah berkiprah di Bumi Flobamora selama 58 tahun. Berbagai produk dalam pelayanan terbaik akan diberikan sebagai persembahan dan rasa hormat kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank NTT.

“Momentum HUT ke-58 Bank NTT kali ini, kami mengusung tema, Bangkit Bertumbuh, dan Berubah”. Kami sedang berupaya untuk beralih dari sistem konvensional ke sistem digitalisasi dengan menerapkan kemajuan teknologi. Kami bertekad menyiapkan market place bagi pelaku UMKM kita,” ucap Alex.

Sementara itu, mantan Direktur Kepatuhan (Dirkep) Bank NTT, Tomi Ndolu, mengatakan bahwa Bank NTT adalah bank yang besar. Bank NTT juga kalau tidak salah merupakan bank penyumbang pajak terbesar di NTT. Bank NTT kuat, dan memiliki pertumbuhan yang positif. Karena itu, kata Tomi, badai yang dihadapi Bank NTT saat ini pasti akan berlalu dan semua menjadi normal kembali.

BACA JUGA: KNPI Gelar Ngobrol Inspiratif Bertajuk Ekspansi Bank NTT di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Tomi, hal terpenting dalam mengelola bisnis perbankan adalah risiko reputasi bank. Jika ini dijaga dengan baik, apapun persoalannya pasti bisa dilalui dengan baik. Apalagi, katanya, dana pihak ketiga di Bank NTT masih sangat baik di tengah pandemi Covid-19.

“Mari kita saling mendukung, menjaga bank ini tetap tumbuh positif,” ajak Tomi disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir, baik kalangan pemuda, profesional, dan unsur pers.

Tomi menambahkan, dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai direksi, ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian, yakni kompetensi, integritas, dan reputasi keuangannya.

Dari sisi perbankan, kata Tomi, adalah sikap profesional dalam menjalankan tugas, sedangkan sisi pemegang saham adalah politik. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas secara profesional harus benar-benar independen.

“Jika menjalankan tugas tidak profesional, dan di bawah tekanan, maka itu bisa celaka. Ya katakan Ya. Jika tidak, maka katakan tidak,” tandas Tomi.

Tomi meyakini bahwa dalam momentum HUT ke-58, Bank NTT akan terus maju dan berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan di NTT.

Sementara itu, Manager Bisnis Online Timor Express/Pemred TIMEXKUPANG.com, Marthen Bana, mengatakan, media ikut berperan dalam sebuah proses pembangunan. Di industri perbankan, fungsi kontrol itu penting karena itu menyangkut kepentingan banyak pihak.

Harian Timor Express, kata Marthen juga sering menulis tentang Bank NTT. Hal yang positif dilakukan bank ini dipublish agar diketahui publik dan mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap bank ini. Bahwa jika ada hal yang di-publish terkait kontrol media, hal itu dilakukan dengan tujuan menjaga bank ini tetap eksis. Bukan sebaliknya untuk menjatuhkan bisnis ini.

Tugas sebagai media salah satu adalah fungsi kontrol. Ini agar bagaimana Bank NTT dapat bertumbuh baik. Oleh sebab itu fungsi kontrol yang dilakukan oleh media harus dilihat sebagai usaha menjaga agar Bank NTT tetap bersih dari usaha-usaha untuk menghancurkan bank itu sendiri.

“Kalau Bank NTT ini berjalan dengan baik, dijalankan secara profesional, tentu upaya menyokong pembangunan di NTT akan makin baik juga. Kita yang bekerja di media juga tentu akan merasakan dampak baik dari sebuah pertumbuhan ekonomi oleh bank yang bertumbuh positif,” tandas Marthen.

Marthen mengaku sangat mengapresiasi terobosan-terobosan baru yang dijalankan Bank NTT di bawah kepemimpinan Plt Dirut, Alex Riwu Kaho. Alex mampu membawa Bank NTT ini tetap bertumbuh positif meski diterpa badai pandemi Covid-19.

Sedangkan Karo Ekonomi dan Kerjasama Setda NTT, Leri Rupidara, mengatakan bahwa kehadiran bank daerah dalam rangka mewujudkan otonomi daerah. Mengatur dan mengurus rumah tangga daerah.

Menurut Leri, sejauh ini Pemprov NTT memastikan bahwa Bank NTT merupakan bank yang sehat berdasarkan sejumlah indikator yang disebutkan sebelumnya. “Karena itu, kita harus dukung dan kuatkan bank ini. Tujuannya untuk membantu mengatasi angka kemisknan dan pengangguran di daerah ini,” harap Leri.

Harapan lainnya, lanjut Leri, adalah bagaimana Bank NTT memberikan kontribusi dalam pembiayaan, terutama infrastruktur serta dukungan terhadap primover sektor pariwisata dan perekonomian di NTT.

“Bank NTT merupakan harapan kita masyarakat NTT, dan tulang punggung perekonomian NTT. Bank NTT adalah salah satu BUMD milik NTT, disamping tiga BUMD lainnya, yakni PT Jamkrida, Kawasan Industri Bolok, dan PT Flobamor,” katanya. (mg22)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top