Polisi Amankan 3 Pelaku Curanmor, Bikin Miris, Satu Pelaku ASN Guru Agama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Amankan 3 Pelaku Curanmor, Bikin Miris, Satu Pelaku ASN Guru Agama


Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Amankan 3 Pelaku Curanmor, Bikin Miris, Satu Pelaku ASN Guru Agama


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) kembali mengamankan tiga pelaku pencurian motor (Curanmor) yang selama ini melakukan aksinya di wilayah itu. Tiga pelaku curanmor itu, yakni AK alias YM, FT, dan SM.

Penangkapan terhadap tiga pelaku curanmor tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Satreskrim Polres TTU terhadap tiga orang pelaku pencurian lainnya, yakni AH, FBK, dan OOL yang ditangkap pada September 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, mengatakan pihaknya terus bekerja maksimal untuk mengungkap sindikat pencurian sepeda motor yang kian marak di wilayah TTU dan sekitarnya.

Dikatakan, dari hasil pengembangan terhadap tiga pelaku curanmor yang diamankan pada September 2019 lalu, Tim Satreskrim Polres TTU kembali mengamankan sebanyak tiga orang pelaku curanmor. Yang membuat miris, salah satu diantara para pelaku itu teryata berstatus ASN Guru Agama.

Sujud menjelaskan, proses penangkapan terhadap tiga pelaku tersebut bermula ketika pada 13 Juli 2020, pihaknya mendapatkan informasi bahwa AK alias YM yang diduga merupakan warga negara Timor Leste berada di wilayah Indonesia tepatnya di Desa Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim Satreskrim Polres TTU di bawah pimpinan Kanit Pidum Polres TTU bergerak ke Desa Lelowai, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Sesampainya di sana, tim Satreskrim Polres TTU berhasil menangkap AK alias YM.

Dari hasil pengembangan interogasi terhadap AK alias YM, jelas Sujud, diperoleh nama-nama yang turut bersama melakukan pecurian sepeda motor. Mereka adalah FT yang bertugas melakukan pencurian, dan SM, seorang oknum guru PNS yang bertugas sebagai penunjuk jalan dan motor target pencurian.

“Setelah kami mendapatkan dua nama itu dari AK alias YM, kami langsung mengamankan SM dan keesokan harinya tanggal 14 Juli 2020, tim Satreskrim Polres TTU mengamankan FT di Rumah Sakit Umum Kefamenanu,” ungkap Sujud.

Terkait ancaman hukuman, Sujud menyebutkan, tiga pelaku curanmor itu diancam sembilan tahun penjara sesuai pasal 363 ayat 2 KUHP, junto pasal 64 KUHP.

Atas kasus tersebut, kata Sujud, pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap barang bukti yang sudah dijual ke negara Timor Leste. Selanjutnya, pihaknya akan segera melengkapi semua berkas kasus tersebut.

“Secepatnya kita akan rampungkan berkas perkara ke jaksa untuk diteliti. Kami juga akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus ini, apakah ada peranan orang lain atau tidak,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top