Resmikan RSUD Borong, Bupati Agas: Utamakan Keselamatan Pasien | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan RSUD Borong, Bupati Agas: Utamakan Keselamatan Pasien


TANDA TANGAN. Bupati Matim, Agas Andreas saat menandatangani prasasti peresmian RSUD Borong, Jumat (17/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

NASIONAL

Resmikan RSUD Borong, Bupati Agas: Utamakan Keselamatan Pasien


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Di tengah pandemi Covid-19, kabar gembira menyelimuti warga Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Pasalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dibangun sejak 2018 lalu dan menjadi impian warga, akhirnya diresmikan operasionalnya oleh Bupati Agas Andreas, Jumat (17/7).

Peresmian RSUD Borong ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Agas. Peresmian RSUD Borong dengan status tipe D itu diawali dengan misa syukur, dipimpin Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat, didampingi sejumlah imam Katolik, di halaman kantor RSUD Borong, di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong. Proses peresmian itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan hingga penggunaan hand sanitizer.

Hadir Wakil Bupati (Wabup) Matim, Stef Jaghur, Sekda Boni Hasudungan, pimpinan dan anggota DPRD Matim, unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Direktur RSUD Bajawa dr. Maria Mersi Betu, Direktur RSUD Borong, dr. Yorin Dorsi, para Kepala Puskesmas se Matim, dan undangan lainnya. Usai peresmian, Bupati Agas bersama Wabup Jaghur, Uskup Mgr. Sipri, dan yang hadir meninjau ruangan rawat RSUD Borong.

Bupati Agas dalam kesempatan itu mengatakan, hadirnya RSUD tipe D ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Matim dalam memberikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada warganya.
Menurutnya, RSUD merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Dengan menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat.

Bupati Agas menyatakan, pelayanan kesehatan yang paripurna itu meliputi pelayanan yang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Pemda bertanggungjawab untuk menyediakan rumah sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat, dan senantiasa membina, serta  mengawasi penyelenggaraan rumah sakit.

Bupati Agas menjelaskan, RSUD Borong ini bisa diresmikan dan beroperasi setelah mendapatkan izin operasional. Izin diperoleh setelah memenuhi semua persyaratan, baik itu lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan.

Perjalanan panjang pembangunan RSUD ini telah memotivasi semua orang. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat untuk terus berusaha menghadirkan rumah sakit pertama di kabupaten Matim.

“Ini sebuah kerja kita semua. Momen yang berbahagia ini merupakan sebuah kerinduan dan penantian bagi semua orang. Dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan, Pemda Matim berupaya untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara merata,” kata Bupati Agas.

Dengan peresmian RSUD Borong, kata Bupati Agas, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dengan mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien.

BACA JUGA: RSUD Borong segera Diresmikan, Mesin Incenerator Sudah Beroperasi

Bupati Agas juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Matim untuk senantiasa menjaga RSUD Borong, dan terus bergerak maju dalam proses percepatan dan pemerataan pembangunan di Matim.

“Saya berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Borong ini, agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal dengan mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien serta kesehatan diri dalam bekerja. Agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Bupati Agas.

Bupati Agas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Bupati Matim periode sebelumnya, Yoseph Tote, dan mantan Kepala Dinas kesehatan Matim, dr. Phlipus Mantur yang telah merintis dari awal pembanguan RSUD Borong. Juga dukungan dari para anggota DPRD Matim, serta tokoh adat yang telah menyerahkan lahan di Lehong.

Direktur RSUD Borong, dr. Yorin Dorsi, kepada TIMEXKUPANG.com usai peresmian mengatakan, untuk sementara jumlah tempat tidur untuk pasien sebanyak 46 unit dan dibagi ke sejumlah ruangan. Ruangan itu dibagi dalam kelas 1, kelas 2, 3 dan ruangan VIP.

“Semua sarana sama. Seperti model tempat tidurnya sama. Tapi isi atau jumlah tempat tidur di dalam masing-masing ruangan atau kelas itu tidak sama. Disini bedanya di privasi saja. IGD juga kita sudah lengkap dengan fasilitas yang disyaratkan,” ujar dr. Yorin.

Untuk SDM, kata dr. Yorin, untuk sementara jumlah petugas di RSUD Borong sebanyak 156 orang. Dimana 47 diantaranya non medis. Khusus tenaga dokter ada sebanyak Lima orang. Diantaranya dokter umum PTT sebanyak Empat orang, dan satu orang dokter specialis, yakni ahli bedah.

“Kita sudah kerja sama dengan RS Udayana Denpasar, untuk membantu dokter spesialis di RSUD Borong. Tapi kita akan bangun kerja sama dengan RSUD Ruteng, untuk bisa rujuk pasien yang belum bisa dilakukan tindakan medis di RSUD Borong. Saat ini RSUD Borong, masih status tipe D,” katanya.

Terkait kerja sama dengan BPJS, kata dr. Yorin, sementara waktu belum dilakukan. Tentu sambil berjalan, pihaknya akan bangun komunikasi denga pihak BPJS terkait kerja sama. Untuk tantangan pasti ada, salah satunya RSUD Borong masih butuh penambahan fasilitas penunjang lainya.

“Kami yang pasti bekomitmen sesuai moto dari RSUD Borong, berupaya untuk betul-betul melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kami akan memberikan pelayanan yang baik. Tapi semua itu, tentu juga harus butuh dukungan dari semua pihak. Seluruh tenaga medis di RSUD, sudah melaksanakan magang di RSUD Bajawa, kabupaten Nagada,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top