Kadis LH Rumahkan 34 PTT Kebersihan TTU, Octo Nule: Saya tidak Mau Ambil Risiko | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kadis LH Rumahkan 34 PTT Kebersihan TTU, Octo Nule: Saya tidak Mau Ambil Risiko


DIALOG. Sebanyak 34 PTT Tenaga Kebersihan saat berdialog dengan Plt Kepala DLH TTU, Octo Nule (kanan) di depan Kantor Dinas setempat, Senin (20/7). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kadis LH Rumahkan 34 PTT Kebersihan TTU, Octo Nule: Saya tidak Mau Ambil Risiko


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 34 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) Tenaga Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diberhentikan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa alasan mendasar.

Surat Keputusan yang diterbitkan, Jumat (17/7) lalu, dan ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu menimbulkan tanda tanya bagi para PTT Tenaga Kebersihan. Mereka menduga proses PHK tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melalui sebuah kajian yang mendasar dan berkekuatan hukum.

Akibatnya, Senin (20/7) sekira pukul 08.00 Wita, sebanyak 34 PTT Tenaga Kebersihan mendatangi Kantor DLH guna menemui Plt Kadis untuk mempertanyakan dasar mereka diberhentikan serta hak-hak yang harus mereka dapatkan apabila diberhentikan. Ke-34 PTT ini memilih bertahan di halaman depan Kantor DLH hingga Pukul 14.30 baru bisa ditemui Plt Kadis.

Kepada Plt Kepala DLH TTU, PTT Tenaga Kebersihan mempertanyakan alasan dasar mereka diberhentikan secara sepihak. Padahal, mereka telah menjalankan tugas dengan baik sejak awal Januari 2020 sampai sekarang.

Bahkan, sejak merebaknya pandemi Covid-19 di wilayah TTU, Para PTT itu terus bekerja menjaga kebersihan Kota Kefamenanu meski tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Kami ini diberhentikan atas dasar apa? Kalau soal kinerja kami selama ini bekerja dengan baik dan benar. Bahkan saat pandemi Covid-19 saja kami terus bekerja walaupun tidak ada APD,” kisah Vinsen Neonbeni bersama 34 PTT Tenaga Kebersihan lainnya.

Vinsen menambahkan, sejak awal Januari 2020 sampai saat ini, mereka bekerja tanpa upah karena belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai PTT di TTU.

Meski demikian, kata Vinsen, sejumlah PTT Tenaga Kebersihan itu tetap menjalankan tugasnya membersihkan kota Kefamenanu agar bebas dari sampah. Terutama, kebersihan dan keindahan Kota Kefamenanu sebagai Kota Sari harus tetap dijaga/dipelihara.

“Sejak kami dialiahkan dari Dinas PUPR ke DLH, kami bekerja menggunakan alat hasil swadaya bahkan pinjam pakai milik orang. Dari dinas tidak ada pengadaan sama sekali,” jelas Vinsen.

Sementara, Plt Kepala DLH TTU, Octo Nule menyampaikan pihaknya tidak memberhentikan 34 PTT tenaga kebersihan tersebut. Octo mengaku hanya merumahkan para PTT karena sampai saat ini Pemerintah Daerah belum menerbitkan SK Kontrak Daerah.

“Saya tidak berhentikan kamu (PTT Tenaga Kebersihan, Red). Namun saya merumahkan karena sampai sekarang belum ada SK. Saya tidak mau ambil resiko yang besar sehingga saya keluarkan kebijakan ini,” jelas Octo.

Octo menambahkan, kebijakan merumahkan 34 PTT Tenaga Kebersihan tersebut karena sesuai hasil evaluasi di lapangan oleh tim adanya temuan di lapangan bahkan terdapat PTT yang lalai dalam menjalankan tugasnya.

Untuk itu, jelas Octo, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati TTU untuk memberikan hak-hak sejumlah PTT Tenaga Kebersihan itu sejak awal Januari 2020 sampai saat ini.

“Saya akan bayar hak-hak mereka selama tujuh bulan ini namun saya harus koordinasi dengan Bupati TTU dulu,” singkatnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top