Sambutan di Pembukaan Musda X DPD II Golkar TTS, Melki Laka Lena Singgung Hubungan Bupati-Wabup | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sambutan di Pembukaan Musda X DPD II Golkar TTS, Melki Laka Lena Singgung Hubungan Bupati-Wabup


MUSDA. Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Lakalena memberikan sambutan pada pembukaan Musda DPD II Golkar TTS, di SoE, Senin (20/7). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

Sambutan di Pembukaan Musda X DPD II Golkar TTS, Melki Laka Lena Singgung Hubungan Bupati-Wabup


SOE, TIMEXKUPANG.com-Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Lakalena mengatakan, dalam berorganisasi, dinamika perbedaan itu selalu terjadi, dan itu merupakan hal yang biasa. Namun untuk membangun sebuah organisasi yang solid, perbedaan yang ada harus mampu diselesaikan, sehingga apa yang diharapkan dapat dicapai.

“Organisasi tidak akan berjalan dengan baik jika tidak melibatkan seluruh stakeholder yang ada,” ungkap politikus yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, saat memberi sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke X DPD II Partai Golkar Kabupaten TTS, di Sekretariat DPD II Golkar TTS, Senin (12/7).

Politikus Senayan itu mengaku, ia selalu mengikuti perkembangan keadaan di TTS melalui media massa. Karena itu, Melki Lakalena mengaku tahu kondisi yang terjadi di TTS.

Dinamika yang terjadi di TTS, kata Melki, seperti ketidakharmonisan hubungan antara Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun yang juga Ketua DPD II Golkar TTS dan Wakil Bupati (Wabup), Army Konai tidak bisa dibiarkan berlarut. Perlu diupayakan agar perbedaan yang ada di antara kedua figur itu dapat dipersatukan agar pelayanan publik tidak dikorbankan. Begitupun dinamika antara Pemkab dan lembaga DPRD TTS perlu dicarikan solusinya sehingga kedua lembaga yang adalah mitra sejajar dapat bekerjasama dengan baik. Dengan demikian, pelayanan publik di TTS tidak menjadi korban.

“Begitupun perbedaan atau dinamika yang terjadi antara Pemda TTS dan juga teman-teman media massa, perlu diselesaikan segera. Karena kalau perbedaan itu dibiarkan, maka masyarakat yang akan dirugikan,” tegas Melki.

BACA JUGA: Golkar TTS Gelar Musda, 5 Kader Ini Siap Bersaing Rebut Kursi Ketua

Lebih lanjut Melki menegaskan, persoalan yang ada di TTS sangat kompleks, seperti kemiskinan dan juga persoalan publik lainnya. Karena itu, perbedaan-perbedaan yang terjadi perlu diselesaikan segera.

Partai pengusung dan seluruh stakeholder, kata Melki, perlu mendukung sehingga Bupati dan Wakil Bupati TTS, serta semua pihak dapat membangun kerja sama yang baik. Kader Golkar, terus membangun konsolidasi dan komunikasi dengan seluruh pihak untuk mendukung pembangunan di TTS.

“Kita harus mampu selesaikan perbedaan yang ada, karena bagaimana kita mau mengurusi orang lain, jika diri kita sendiri tidak mampu diurusi,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Asisten I Setda TTS, Semy Fallo yang mewakili Pemkab TTS pada kesempatan itu mengharapkan agar melalui Musda X DPD II Partai Golkar TTS ini dapat menghasilkan pimpinan yang mampu mengayomi Partai Golkar TTS, dan mampu membangun konsolidasi, baik ditingkatan partai, maupun dengan seluruh stakeholder yang ada guna memaksimalkan peran dan juga perbaikan kinerja ke depan. “Semoga Partai Golkar ke depan terus berjanya,” harap Semy.

Untuk diketahui, Musda DPD II Partai Golkar juga dihadiri Wakil Ketua DPRD NTT, Ince Sayuna dan sejumlah pengurus DPD I Partai Golkar NTT.

Musda X DPD II Golkar TTS periode 2020-2024 ini diikuti tujuh calon, yakni Debora Duka, Jemi Lasa, Yoksan Bunu, Arifin Laning, Stef Pobas, Egusem Pieter Tahun, dan Ruba Banunaek.

Hingga berita ini dipublish, proses pemilihan Ketua DPD II Golkar TTS tengah berlangsung. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top