KPK Pertimbangkan Permohonan JC Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPK Pertimbangkan Permohonan JC Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan


Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (FOTO: Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

KPK Pertimbangkan Permohonan JC Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan permohonan justice collaboratore (JC) yang diajukan terdakwa kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI, Wahyu Setiawan. Namun, hal ini akan dianalisa sesuai fakta persidangan.

“Silahkan saja jika memang mau mengajukan diri sebagai JC dan KPK akan mempertimbangkan serta menganalisanya sesuai fakta-fakta di persidangan. Tentu jika dikabulkan, akan menjadi faktor yang meringankan hukuman yang dijatuhkan, jika ia dinyatakan bersalah menurut hukum,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (21/7).

Juru Bicara KPK Bidang Penindakan ini menuturkan, seharusnya mantan Komisioner KPU itu sudah terbuka sejak proses hukum yang menjeratnya masih dalam tahap penyidikan. Namun, jika ingin membongkar kasus harus dengan bukti yang kuat.

“Harus dipahami, semestinya keterbukaan terdakwa disampaikan baik sejak awal penyidikan maupun sampai yang bersangkutan memberikan keterangan sebagai terdakwa di persidangan, baik itu terhadap perkara saat ini maupun membongkar kasus-kasus lain yang ia ketahui. Tentu didukung bukti yang konkret, bukan menyatakan sebaliknya, misalnya jika diberikan JC baru akan membuka semuanya,” cetus Ali.

Kendati demikian, Ali menyebut jika nantinya permohonan JC tidak dikabulkan, maka Wahyu bisa menjadi whistle blower dengan menyampaikan kasus-kasus lain yang diketahui, disertai data dan bukti yang jelas kepada KPK.

“Dipastikan KPK akan melakukan verifikasi dan menindaklanjutinya apabila memang kasus tersebut menjadi kewenangan KPK sebagaimana ketentuan Pasal 11 UU KPK,” tandas Ali.

Sebelumnya, Wahyu Setiawan melalui tim kuasa hukumnya, Saiful Anam menyatakan sudah mengajukan sebagai justice collaborator (JC). Permohonan JC itu disampaikan Wahyu saat menjalani persidangan di PN Tipikor Jakarta. “Sudah diajukan kemarin setelah sidang,” ucap Saiful.

Saiful mengatakan Wahyu siap membeberkan soal kasus yang menjeratnya itu. Bahkan, mantan Komisioner KPU itu juga bakal membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus suap PAW.

Selain itu, lanjut Saiful, kliennya juga bakal blak-blakan terkait kecurangan Pemilu, Pilpres, dan Pilkada. “Semuanya, tidak hanya yang terlibat PAW, tapi terkait kecurangan Pemilu, Pilpres dan Pilkada akan diungkap semua,” tandas Saiful.

Untuk diketahui, KPU menetapkan Rezky Aprilia menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia. Rezky menggantikan Nazaruddin lantaran memiliki hak suara di bawah Nazaruddin. Namun, PDIP berusaha menggeser Rezky untuk digantikan oleh Harun Masiku, tapi ditolak KPU.

Dalam perkara ini, Wahyu didakwa menerima suap sebesar Rp 600 juta dari Kader PDIP Saeful Bahri dan Harun Masiku. Suap tersebut berkaitan dengan upaya agar Harun terpilih menjadi anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia, sedangkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat.

Selain itu, Wahyu juga didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 500 juta dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Uang itu diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Atas perbuatannya, Wahyu Setiawan didakwa melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top