Uji Klinis Vaksin dari Tiongkok Dimulai Agustus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uji Klinis Vaksin dari Tiongkok Dimulai Agustus


KEBUT PENELITIAN. Petugas laboratorium di Universitas Chulalongkom, Thailand, menunjukkan kandidat vaksin Covid-19 yang siap diujicobakan pada monyet. (FOTO: JawaPos.com via ANTONOV/AFP)

NASIONAL

Uji Klinis Vaksin dari Tiongkok Dimulai Agustus


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd, Tiongkok, telah tiba di Indonesia. Selanjutnya, vaksin tersebut bakal menjalani uji klinis mulai Agustus mendatang.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menuturkan, vaksin tiba di Indonesia pada Minggu (19/7). ”Betul dan sudah diteruskan ke pihak Bio Farma di Bandung,” katanya kemarin (20/7).

Vaksin akan diuji klinis tahap III. Dalam uji tersebut, Bio Farma bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Selain Sinovac Biotech Ltd, Indonesia menjalin kerja sama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Norwegia, terkait pengembangan vaksin Covid-19. Menurut Faizasyah, upaya itu merupakan langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan nasional Indonesia.

Untuk jangka menengah dan panjang, dilakukan pengembangan vaksin nasional. Sehingga Indonesia dapat menuju ke kemandirian. ”Ini dikelola konsorsium nasional,” ujarnya.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan, sebagai tahap awal uji klinis tahap III, jumlah yang dikirim 2.400 vaksin. Sebelum uji klinis, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Antara lain, pengujian di dalam laboratorium Bio Farma dan beberapa perizinan lainnya. Uji klinis vaksin Covid-19 dijadwalkan berjalan enam bulan. Dengan demikian, proses itu ditargetkan selesai pada Januari 2021.

Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III berjalan lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal pertama 2021. ”Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis,” paparnya.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 dari Tiongkok Masuk Uji Klinis Tahap 3 di Indonesia

Honesti menambahkan, uji klinis vaksin Covid-19 akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis Fakultas Kedokteran Unpad dengan mengambil sampel sebanyak 1.620 subjek. Sampel tersebut berada di rentang usia 18–59 tahun dengan kriteria-kriteria tertentu. Sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa laboratorium. Di antaranya di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

Mengenai alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra, kata Honesti, berkaitan dengan platform atau metode pembuatan vaksin yang digunakan Sinovac. Metode tersebut sama dengan kompetensi yang dimiliki Bio Farma saat ini, yakni dengan metode inaktivasi atau pelemahan virus.

Sementara itu, koordinator penelitian drug discovery and development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Masteria Yunovilsa menjelaskan, uji vaksin fase III adalah uji calon vaksin tingkat lanjut. ”Pada tahap ini (calon vaksin, Red) diberikan ke banyak orang,” katanya. Sasaran uji coba vaksin bisa sampai ribuan orang.

Uji fase III dilakukan untuk melihat efikasi dan keamanan calon vaksin tersebut. Juga untuk mengetahui efek-efek apa saja yang ditimbulkan.

Sementara itu, LIPI terlibat riset vaksin Covid-19 bersama Korea Selatan. Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, di WHO saat ini ada 135 kandidat vaksin Covid-19. Di antaranya adalah vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi di Korea Selatan. Rencananya, uji fase II dan III bakal vaksin dari Negeri Ginseng itu akan dilakukan di Indonesia. Riset kerja sama tersebut juga melibatkan Kalbe Farma.

Di bagian lain, vaksin potensial yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc menunjukkan hasil yang menjanjikan setelah uji klinis yang melibatkan 1.077 orang. Dari uji klinis itu, 90 persen responden menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19 setelah menerima satu dosis vaksin yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19 itu. Karena hasil awal yang menjanjikan tersebut, pemerintah Inggris telah memesan 100 juta dosis.

”Hasil ini sangatlah menjanjikan. Ini akan membawa kita satu langkah lebih dekat dalam menemukan vaksin yang dapat menyelamatkan jutaan nyawa di Inggris dan seluruh dunia,” tutur Menteri Bisnis Alok Sharma. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top