Warga Kota Kupang Gempar, Ikan Paus Terdampar di Pantai Nunhila | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Kota Kupang Gempar, Ikan Paus Terdampar di Pantai Nunhila


PAUS TERDAMPAR. Seekor ikan paus terdampar di Batu Kepala Beach, Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa (21/7) petang. Tampak petugas dari BKKPN berada di samping ikan raksasa itu. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Warga Kota Kupang Gempar, Ikan Paus Terdampar di Pantai Nunhila


BKKPN Siapkan Tiga Opsi Penanganan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Warga Kota Kupang digemparkan dengan terdamparnya seekor hewan mamalia berukuran besar yang diduga ikan Paus di Pantai Batu Kepala (Batu Kepala Beach), Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa (21/7) petang sekira pukul 15.00 Wita.

Peristiwa ini boleh dikata sebagai kejadian langka karena terdamparnya mamalia laut raksasa di wilayah Kelurahan Nunhila merupakan yang pertama kali di Kota Kupang. Karena itu, hal ini menjadi tontonan warga Kota Kupang. Bahkan foto dan video ikan raksasa ini cepat menyebar dan viral di media sosial.

Sebagaimana disaksikan Timor Express, warga berbondong-bondong mendekati ikan paus tersebut. Ada yang mengabadikan dengan merekam video dan mengambil gambar menggunakan telepon selulernya (ponsel).

Warga lainnya tampak berdiri dari jauh untuk melihat momen langka itu. Ada yang hanya berdiri di sejumlah lopo-lopo ekowisata Batu Kepala Beach untuk mengambil gambar.

Tampak lebih kurang lima perahu nelayan mendekati ikan tersebut. Namun, karena mamalia itu ukurannya lebih besar perahu sehingga nelayan pun tak bisa berbuat banyak. Selain itu, sekira pukul 17.10 Wita, dua perahu karet milik Pol Air Polda NTT dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melakukan pengukuran panjang hewan mamalia tersebut.

Kepala BKKPN Kupang, Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si, melalui stafnya Ikrima Avicenna, menjelaskan bahwa mamalia laut yang terdampar ini merupakan hewan yang dilindungi. Hewan ini merupakan ikan paus, dan diduga jenisnya paus biru kerdil. Panjang ikan paus itu lebih kurang 23 meter.

“Ikan ini terdampar dalam keadaan sudah mati. Kematian ikan paus ini diduga karena penyakit. Waktu matinya sekitar tiga sampai empat hari yang lalu,” ungkapnya.

Lurah Nunhila, Fanny Adam (kedua kanan) dan warga saat menyaksikan ikan paus yang terdampar di Batu Kepala Beach, Selasa (21/7). (FOTO: Imran Liarian/TIMEX)

Sesuai keterangan warga yang pertama kali melihat ikan ini terdampar di Batu Kepala Beach, Kelurahan Nunhila, itu diperkirakan sekira pukul 15.30 Wita.

Menurut Ikrima, tim sedang melakukan penanganan untuk mengubur ikan paus tersebut. Beratnya diperkirakan di atas 1 ton. Namun untuk lebih jelasnya belum diketahui.

“Kita masih cari lokasi yang cocok untuk proses penguburan ikan ini karena harus di wilayah berpasir. Sementara ini ada tiga kemungkinan penanganannya. Bisa juga dikubur, ditenggelamkan, dan dibakar. Tapi kami sedang berupaya untuk opsi pertama yakni dikubur. Kedepannya tunggu proses pencarian lokasinya,” jelasnya.

Ketua RT 02/RW I, Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Adiyanto Asa, menjelaskan bahwa kejadian ini sudah terjadi sekira pukul 15.00 Wita. Ikan ini terdampar dari bibir pantai sekitar 400 meter.

“Kami tidak tahu ikan ini berasal dari mana. Kejadian ini baru pertama kali di Pantai Kelurahan Nunhila,” katanya.

Akibat kejadian ini, bukan hanya warga kelurahan setempat yang hadir tapi warga di kelurahan tetangga pun ikut hadir dan menyaksikan langsung dari dekat.

Lurah Nunhila, Fanny Adam, menjelaskan bahwa ia menerima informasi terkait peristiwa ini dari seorang staf Kelurahan LLBK yang kebetulan tinggal di Kelurahan Nunbaun Delha. Dari informasi tersebut, dirinya langsung datang ke lokasi dan melihat langsung. Dan ternyata memang benar hewan mamalia itu terdampar. “Untuk di Kelurahan Nunhila baru pertama kali terjadi,” ungkapnya. (mg22)

Simak salah satu video/rekaman warga yang viral di media sosial/grup WhatsApp:

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top