Baru 2 Bulan Dikerjakan, Jalan Leonoto Rusak, DPRD TTS: Inspektorat Harus Audit | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Baru 2 Bulan Dikerjakan, Jalan Leonoto Rusak, DPRD TTS: Inspektorat Harus Audit


KUALITAS BURUK. Kondisi jalan Leonoto-Pana yang rusak parah saat ditinjau langsung Komisi I DPRD TTS, Selasa (21/7). Kualitas jalan ini sangat buruk. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Baru 2 Bulan Dikerjakan, Jalan Leonoto Rusak, DPRD TTS: Inspektorat Harus Audit


SOE, TIMEXKUPANG.com-Jalan konstruksi lapen jalur Leonoto-Pana di Desa Sei, Kecamatan Kolbano yang baru dikerjakan pada Mei 2020, namun saat ini kondisi jalan itu nampak mulai rusak. Diduga bahan yang digunakan diduga kurang berkualitas. Maka dari itu, Selasa (21/7) Komisi I DPRD TTS terun melihat langsung jalan sepanjang 7,31 Km yang didanai dari dana desa senilai Rp 496.775.000.

Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan yang memimpin peninjauan jalan itu kepada wartawan mengatakan, kondisi jalan yang baru berusia dua bulan namun mulai rusak itu tentu dikerjakan asal jadi. Maka dari itu, ia tegaskan kepada CV. Mandiri Jaya yang mengerjakan proyek itu untuk segera berkoordinasi dengan PPK agar memperbaiki kerusakan itu. Jika tidak diperbaiki tentu akan berkonsekoensi hukum. “Saya harap supaya ini kerja segera diperbaiki, karena jika tidak dikerjakan maka tentu berkonsekoensi hukum,” tegas Uksam.

Dengan adanya kejadian tersebut, ia berharap pekerjaan jalan maupun proyek fisik lainnya yang dikerjakan dengan dana desa diperhatikan betul mutu dan kualitasnya sehingga bisa dinikmati masyarakat. Sebaliknya, jika pembangunan fasilitas umum seperti yang terjadi di Desa Sei itu dikerjakan asal jadi, maka masyarakat yang dirugikan.

Pekerjaan itu salah konstruksi, sehingga pihaknya meminta kepada Inspektorat guna melakukan audit terhadap proyek jalan itu. “Dengan adanya banyak pekerjaan program dana desa yang bermasalah seperti ini, maka kami akan berkomunikasi di tingkat DPRD TTS, supaya bentuk pansus dana desa, untuk melihat semua pembangunan dana desa yang ada di TTS ini,” kata Uksam.

Ketua PPK Desa Sei, Dianus Boimau saat itu kepada Komisi I DPRD TTS mengatakan, pekerjaan jalan itu dikerjakan dengan sistem swakelola, sehingga bahan lokal disiapkan oleh masyarakat sedangkan bahan non lokal yang diadakan oleh CV. Mandiri Jaya.

Batas kontrak pekerjaan itu, berakhir pada 30 Mei lalu, namun diakui jika sejumlah item pekerjaan belum dikerjakan seperti saluran drainase, penahan tebing, dan juga deker. “Nanti kami komunikasikan dengan suplier yang pengadaan bahan nonlokal dan juga alat, supaya kami perbaiki,” janji Dianus. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top