Syukuri HUT di Pantai Ketebe, Pater Mundus Pesan 4 Hal Ini untuk Manajamen Bank NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Syukuri HUT di Pantai Ketebe, Pater Mundus Pesan 4 Hal Ini untuk Manajamen Bank NTT


KEBERSAMAAN. Pimpinan bersama karyawan-karyawati Bank NTT Cabang Ruteng bersama Perwaban NTT pose bersama di Pantai Ketebe, Kecamatan Reok, Sabtu (18/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Syukuri HUT di Pantai Ketebe, Pater Mundus Pesan 4 Hal Ini untuk Manajamen Bank NTT


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Banyak giat yang dilakukan Bank NTT Cabang Ruteng, Kabupaten Manggarai, dalam memeriahkan HUT ke-58 Bank NTT tahun ini. Salah satunya, merayakan misa syukuran di Pantai Ketebe, Desa Robek, Kecamatan Reok, Sabtu (18/7).

Perayan misa syukuran itu dipimpin Pater Mundus, di Pantai Ketebe sekira pukul 09.00 Wita. Setelah itu dilanjutkan dengan sejumlah permainan/game yang penuh suasana gembira, juga tarian Ja’i. Seluruh karyawan dan pimpinan berbaur dalam momentum hari bahagia itu. Selain karyawan Bank NTT cabang Ruteng, termasuk mereka yang ada di kantor-kantor kas, hadir juga keluarga karyawan.

Di sela kegiatan syukuran itu, manajemen Bank NTT beranjangsana ke Pastoran Paroki Robek dan Pondok Pesentren Pancasila Reo. Disana ada aksi sosial dengan penyerahan bantuan sembako. Diserahkan oleh Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT Cabang Ruteng, Soleman M. Bislissin didampingi Wakil Pinca, I Ketut Artana. Hadir juga Ketua dan Wakil Ketua Perwaban NTT Cabang Ruteng, Susan Bisilisin, dan Wakil Perwaban, Ayu Sukartini. Rombongan manajemen Bank NTT ini diterima Romo Pice Jonta, Pr.

Sementara di Pondok Pesantren Pancasila Reo diterima pengelola, Jianto didampingi sejumlah guru.

“Hari ini kita buat misa untuk mengucap syukur atas usia ke-58 Bank NTT. Kemarin, Jumat (17/7) kita tidak buat acara, selain penandatangan MoU dengan Kejari Manggarai,” ujar Pinca Bank NTT Ruteng, Soleman kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan syukuran.

Intinya lanjut Soleman, pihaknya mensyukuri rahmat Tuhan atas anugerahnya dalam perjalanan usaha, tugas dan karya dari Bank NTT, khususnya di Manggarai. Menyadari bahwa Tuhan selalu berkarya di dalamnya. Setelah misa syukur, semua pegawai Bank NTT bergembira bersama di pantai.

Soleman menjelaskan, sebelum digelar misa syukuran, manajemen Bank NTT Cabang Ruteng telah melaksanakan sejumlah kegiatan atau road show dalam rangka HUT ke-58 Bank NTT. Diantaranya, melakukan kegiatan sosial dengan penyerahan bantuan uang tunai, face shield dan masker medis, di RS St. Rafael Cancar, Kecamatan Ruteng, Sabtu (4/7).

Selain itu kata Soleman, Jumat (10/7) dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) bersama Perumda Air Minum Tirta Komodo. Isi dari kerja sama itu, pembayaran online untuk tagihan air minum dari masyarakat Manggarai. Kegiatan PKS itu berlangsung di Paroki Langke Majok, desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara.

Aksi lain yang dilakukan manajemen Bank NTT Cabang Ruteng, adalah bersama PMI Manggarai menggelar donor darah, di halaman kantor Bank NTT Cabang Ruteng, Selasa (14/7). Aksi donor darah ini juga bekerja sama dengan Korps Brimob dan Kodim 1612 Manggarai. Pada, Jumat (17/7) ada kegiatan Bazar Hortikultura dan sembako murah, di Lapangan Mota Rua, Kota Ruteng.

Bazar ini dilakukan Bank NTT Cabang Ruteng bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, dan Perum Bulog Manggarai. Pesertanya delapan kelompok Simantri dan kelompok tani lain, dan ada 17 komodoti yang dipasarkan.

“Kegiatan ini nantinya dilakukan secara rutin setiap hari Jumat. Setiap kegiatan yang ada, dengan mengangkat tema HUT ke-58 Bank NTT, yakni momentum bangkit, tumbuh, dan berubah. Dengan taglinenya, Smart Bank diambil dari angka 58, yakni semangat, menghormati, akselerasi, respon, dan team work atau super tim,” kata Soleman.

Sementara Pater Mundus, dalam khotbahnya menawarkan empat hal kepada pihak Bank NTT Cabang Ruteng untuk tetap bangkit dan eksis di tengah pandemi Covid-19. Pertama, bangkit di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap meningkatkan kualitas pelayanan Bank NTT menuju smart, yakni pintar otak dan hati. Kedua, selalu siap untuk memberikan kehidupan. Dimana dalam melayani selalu memberi dan mendapatkan berkat.

Ketiga, lanjut Pater Mundus, kehadiran Bank NTT merupakan sebuah pelayanan. Artinya melalui kehadiran orang lain, dapat memberi kebahagian. Sehingga dalam pelayanan di Bank NTT, ada kerasulan senyum. Karena dengan senyum terasa disapa dalam pelayanan itu sendiri. Keempat, jangan hanya pandai berkata-kata, tapi action tidak ada.

“Dalam usaha, Bank NTT pasti ada banyak tantangan atau kesulitan. Tapi saya mengajak, dalam melakukan pelayanan untuk senantiasa memiliki kasih yang penuh pengorbanan. Semua akan menjadi indah pada waktunya. Selalu yakin, Bank NTT sekali di udara, tetap di udara,” ujar pater Mundus.

Dosen di STIPAS Ruteng ini juga berharap Bank NTT, tetap menjadi  bank yang sehat, kuat, dan semangat. Kesuksesan berawal dari sebuah mimpi. Tapi tidak berarti tiduran atau berpangku tangan, namun harus turun ke bawah (Turba) untuk menjemput mimpi itu. Sehingga untuk meraih mimpi itu harus bekerja keras.

“Untuk menjadi prestasi, tidak hanya kerja keras, tapi harus kerja sama dan kerja cerdas. Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, kemampuan kerja baik, intergritas, dan kemampuan kembangkan potensi diri, akan mampu tumbuh menuju smart Bank NTT,” katanya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top