Tersisa 12 Catar Akpol dan 20 Calon Tamtama Polri | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tersisa 12 Catar Akpol dan 20 Calon Tamtama Polri


TANDA TANGAN. Waka Polda NTT, Brigjen Pol. Johni Asadoma menandatangani berita acara pengumuman penentuan kelulusan pemeriksaan kesehatan tahap II dalam sidang terbuka di Mapolda NTT, Selasa (21/7). Tampak menyaksikan panitia, pengawas internal dan pengawas eksternal. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Tersisa 12 Catar Akpol dan 20 Calon Tamtama Polri


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Proses dan tahapan rekrutmen terpadu anggota Polri untuk Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) dan Calon Tamtama Polri Panda Polda NTT tahun 2020 terus bergulir.

Selasa (21/7), Biro SDM Polri selaku panitia penerimaan terpadu anggota Polri menggelar sidang terbuka penentuan kelulusan mengikuti pemeriksaan kesehatan II rekrutmen terpadu Taruna Akpol dan Tamtama Polri TA 2020 Panda Polda NTT di lantai III Mapolda NTT.

Sidang dipimpin Waka Polda NTT, Brigjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.Hum, dan Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Tavip Yulianto.

Pengumuman dan sidang dihadiri perwakilan orang tua dan perwakilan peserta serta pengawas eksternal dan internal. Sebagian besar peserta dan orang tua menyaksikan sidang tersebut secara live streaming dari tribun lapangan Polda NTT.

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho, SIK dalam paparannya menjelaskan, proses seleksi yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. “Semua tahapan seleksi juga menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah),” jelasnya.

Riyadi Nugroho menyebutkan, dari 122 orang pendaftar Catar Akpol, hingga tahapan ujian akademik tersisa 18 orang. Terdiri dari 17 orang pria dan 1 orang wanita.

Dalam sidang kelulusan sementara, lanjutnya, sebanyak 12 orang, masing-masing 11 orang pria dan 1 orang wanita dinyatakan lulus untuk mengikuti tes kesehatan II. “Yang enam orang peserta pria dinyatakan tidak memenuhi syarat,” kata Riyadi.

Sementara itu, kata Riyadi, untuk Tamtama Brimob, hanya terpilih 14 orang untuk mengikuti seleksi kesehatan II, dan 6 orang Tamtama Polair.

“Kita mendapat kuota 7 Tamtama Brimob dan 3 Tamtama Polair sehingga kita pilih sesuai rangking sebanyak 2 kali kuota,” bebernya.

Dengan demikian, lanjut Riyadi, ada 1 orang Tamtama Polair dan 42 orang Tamtama Brimob yang dinyatakan tidak lulus.

Waka Polda NTT, Brigjen Pol Johni Asadoma, pada kesempatan tersebut mengatakan, meski proses ini berlangsung di tengah tantangan terkait Covid-19, proses seleksi tetap dilakukan.

Waka Polda meyakinkan kalau proses seleksi berjalan dengan cermat dan teliti menggunakan prinsip “Betah”. Hal ini diimplementasikan dalam setiap tahapan seleksi rekrutmen serta didukung dengan pengawasan secara melekat, baik dari pengawas internal maupun eksternal.

Mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini juga menekankan kalau hasil dalam proses rekrutmen ini murni dari kemampuan dan kapasitas peserta sendiri, tanpa adanya bantuan atau intervensi dari pihak manapun.

“Yakinlah kalian yang bertahan hingga saat ini merupakan pemuda-pemudi terbaik di Bumi Flobamorata, tidak hanya terbaik dari segi fisik, namun juga mental dan intelektual,” ujar Johni yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri.

Kepada peserta yang dinyatakan tidak lulus, Johni berharap agar tetap bersemangat dan jangan pernah berkecil hati. “Hayati dan resapi serta pelajari kekurangan yang ada pada saat ini. Jagalah yang sudah bernilai tinggi dan tingkatkan yang masih bernilai rendah. Ingatlah bahwa kegagalan merupakan jembatan untuk memperoleh keberhasilan,” tandas Johni ASadoma.

Waka Polda berharap kepada peserta yang lulus kelak menjadi polisi yang mampu mengayomi rakyat demi keutuhan bangsa dan negara di masa yang akan datang. “Tunjukkan bahwa kalian memiliki integritas, loyalitas, dan mampu menjadi tauladan di tengah masyarakat Indonesia,” pesan Johni Asadoma. (il/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top